(Twoshoot) Looks Like This & That Part 1


FF

Tittle: Looks Like This and That

Author: Hyorimindi/Kim Hyo Rim/Indiragenia (Eugenia Sylvi Indira)

Genre: Romance

Rating: PG13/PG15

Length: Twoshoot

Main Cast:

  • Park Jiyeon T-Ara as Park Jiyeon
  • Choi Minho SHINee as Choi Minah/ Choi Minho
  • L Infinite as Kim Myungsoo (In part 2 (end part))

Other Cast:

  • Cho Kyuhyun SuJu as Minah fake boyfriend
  • Taemin SHINee as Jiyeon ex boyfriend
  • Choi Siwon SuJu as Minho/Minah brother
  • IU as Lee Jieun (Celenia Girls High School Student)
  • And other can you find in this fanfic *.*

Call Me On: @indiragenia (Twitter(Mention=Follback) & Eugenia Sylvi Indira (Facebook)

NB: Hai reader aku minta maaf sebesar-besarnya karena kehilanganku dalam dunia menulis akhirnya aku bisa comeback dengan ff yang mudah-mudahan special ini hehehehe. Seperti biasa yang aku harapkan perhatian, kritik, dan saran dari kalian. Aku bikin ff ini twoshoot, so minggu depan aku berencana post part 2 atau end part dari ff ini. FF ini terinspirasi dari dua film yang pernah aku tonton, mian kalau posternya kurang bagus aku memang gak bakat bikin poster terutama make photoshop hehehe. So Happy Reading..!! DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS Thanks all…

 

When you feel..

When you know..

It’s so surprice 🙂

 

*_*_*

Aku sedang bersantai menikmati angin sore di kamar asramaku, hingga tak lama seseorang mengetuk pintu istana ku ini

“Jiyeon-ah … Jiyeon-ah..”

“Ne” jawabku sambil membuka pintu kamarku malas.

Betapa terkejutnya aku saat melihat kepala sekolahku datang bersama seorang yeoja cantik yang bertubuh terlalu tinggi untuk yeoja yang seumuran denganku.

“Jiyeon-ah ini teman sekamar mu yang baru, nama nya Choi Minah” aku melirik gadis yang bernama Choi Minah itu dingin. Tampak nya dia juga tak terlalu mempedulikanku.

Setelah kepala sekolah pergi meninggalkan kami, aku menegur nya..

“Kau sudah tau kan nama ku Jiyeon, selama ini aku hanya tidur sendiri di kamar ini. Tempat tidurmu di kasur bagian atas. Dan jika kau memerlukan bantuan jangan pernah datang padaku ara..!!!” aku kesal padanya, karena dia datang mengisi istana yang awalnya hanya hak milikku sendiri tanpa berbagi dengan seorang pun. Aku pun berjalan meninggalkan nya yang tampak tidak senang denganku, aku tak mempedulikannya dan pergi menuju taman sekolah.

*_*_*

Minah POV

Sial bagaimana bisa aku betah bersekolah di sini jika harus tinggal dengan yeoja galak bernama Park Jiyeon itu. Bagaimana pun demi perusahaan Appa aku harus melakukan hal bodoh yang sulit kuterima yaitu menyamar menjadi gadis berusia 18 tahun.

Aku pun mengunci pintu kamar ini, menutup rapat tirai jendela, dan berusaha agar tidak ada seorang pun yang akan melihat ini. Aku melepas wig yang sedari tadi ku kenakan, wig ini terasa gatal, menjadi yeoja begitu mengesalkan.

DRRTTTT DRRTTTTT

Ponsel yang kuletakkan di dalam kantong celanaku bergetar, terlihat sebuah pesang singkat dari appa.

From: Appa

Minho bagaimana, kau sudah masuk ke dalam sekolah itu? Apa kau baik-baik saja?

 

Send to: Appa

Gwaenchana, aku sudah masuk ke dalam sekolah itu. Tidak, keadaanku sangat buruk, aku sekamar dengan yeoja galak yang begitu mengesalkan

 

From: Appa

Cheongmalyo..?? Choi Minho, appa yakin kau bisa, bersabarlah dan jalani semua rencana kita, araji..??!

 

Send to: Appa

Ne appa, akan kukabarkan selanjut nya nanti.

 

Beginilah nasib menjadi anak bungsu. Hyung ku Choi Siwon sukses membangun perusahaan nya di Los Angeles, sedangkan aku masih menjadi bawahan di perusahaan Appa. Aku adalah Choi Minho, putera bungsu dari pemilik salah satu perusahaan besar di Choi Comparison Media, sekarang aku berusia 20 tahun. Alasanku menyamar menjadi murid di Celenia Girls High School ini karena Appa memintaku untuk mengawasi sekolah ternama ini.

Jadi perusahaan appa berencana untuk melakukan kerja sama dengan direktur atau pemilik sekolah ini dalam rencana mengembangkan bisnis pendidikan, jadi tugasku adalah memata-matai kegiatan ataupun apa yang terjadi di sekolah ini. Karena Appa tak memiliki anak perempuan beginilah jadi nya, kesialan jatuh padaku yang dianggap sebagai yeppeun namja.

“Hya tidakkah kau buka pintu nya..!!!” teriak yeoja bernama Park Jiyeon itu dari balik pintu. Aku pun segera memasang wig ku kembali dan membukakan nya pintu.

“Kau kira ini kamarmu sendiri?!!” teriaknya padaku lalu dia berjalan melewatiku

BBUUUUKKK

Dengan sengaja dia menabrak bahuku dan yang terjadi “Ahh…” teriak yeoja galak itu kesakitan. Hahahaha ada guna nya fitness yang kulakukan setiap minggu.

Aku berjalan melewati nya yang tampak takjub dengan kekuatan bahuku, aku menatap nya sinis dan berjalan menuju tempat tidurku.

*_*_*

Author POV

Pagi yang cerah di selimuti angin dingin menemani kegiatan olahraga di lapangan Celenia Girls High School. Minah duduk di tepi lapangan sambil memerhatikan lapangan yang terbentang luas di hadapan nya, sampai tiba-tiba BBUUUKK sebuah bola tepat sasaran mengenai ubun-ubun kepala nya.

Minah POV

Sial kepalaku menjadi sasaran hantaman bola, dan kalian tahu siapa dalang di balik hal ini, Park Jiyeon.

“Oh apa bolaku mengenaimu? Mian..” ucap nya sambil tersenyum sinis. Ia pun mengambil bola nya dan berjalan menuju tengah lapangan. Aku menahan tangan nya “Bagaimana kalau kita bertanding?” ucapku dengan suara yang dilembut-lembutkan, mendengar nya sediri saja rasanya aku mau muntah.

Gadis itu berbalik menghadapku “ Saran yang bagus Choi Minah ayo kita lakukan”

Rasakan kau akan habis dengan ku. Bermain bola basket sudah menjadi kegiatan wajibku di rumah, jika hanya melawan seorang yeoja kurus seperti nya hahaha aku hanya dapat tertawa di dalam hati.

*_*_*

Gadis-gadis lain berteriak riuh menyaksikan pertandingan kami. Tak kupedulikan lawanku, berkali-kali ku body(?) dia hingga terjatuh. Dan pertandingan berakhir dengan kemenangan yang telak bagiku. Aku tersenyum menghadapnya dan meninggalkan diri nya yang tampak begitu kesal.

*_*_*

Jiyeon POV

Malam ini terasa berjalan begitu panjang, tubuhku berkeringat dingin, pinggul dan sekitar perutku terasa nyeri, kepalaku begitu pusing. Aku benar-benar tidak dapat tidur nyenyak, berkali-kali kuganti posisi tidurku sampai tiba-tiba seseorang menyadarkanku “Park Jiyeon gwaenchana??” Tanya Minah sambil menyentuh keningku dengan punggung tangan nya lalu ia menanyakan keadaanku kembali.

Aku pun berusaha untuk bangun dari tidurku, Minah memberikanku segelas air putih “Apa kau sedang tidak enak badan??” Tanya nya, aku tak percaya di balik tampang nya yang dingin dia begitu perhatian “Gomawo, tampak nya hanya gejala ingin datang bulan” ucapku.

“Ne? Datang bulan?” Tanya nya terkejut seperti baru pertama kali mendengar kata itu. Aku mengangguk, dan begitu terkejutnya aku saat melihat terdapat bercak darah di selimutku. Aku pun berlari mengambil handuk untuk menutup bercak darah di pakaianku, lalu aku mencari pembalut di lemari ku. Sialnya pembalut ku tak ada, aku pun memutuskan untuk meminta pembalut pada Minah

Minah POV

Aku shock melihat darah di selimut Jiyeon, aku baru pertama kali melihat semua ini. Aku memutuskan untuk kembali ke tempat tidurku dan berusaha melupakan kejadian tadi, tampak nya Jiyeon sudah sedikit membaik. Tiba-tiba “Minah-ssi apa kau punya pembalut yang belum di pakai?” pertanyaan Jiyeon membuatku semakin gila.

Aku cepat-cepat menggeleng dan kembali ke kegiatanku tadi, tiba-tiba suara Jiyeon kembali terdengar

“Mianhae Minah-ssi apa kau bersedia membelikanku pembalut?” permintaan Jiyeon begitu mengejutkanku. Aku bingung harus bilang ia atau tidak, seandai nya ‘ia’ akan terasa aneh bagiku berjalan ke minimarket dan berkata “Aku ingin membeli pembalut” tapi jika aku menolaknya Jiyeon bisa curiga padaku.

Sejenak aku berfikir dan akhirnya aku berkata “Baiklah Jiyeon-ssi, aku akan membelikannya”

*_*_*

Setelah membelikan Jiyeon pembalut aku kembali ke tempat tidurku untuk beristirahat. Hari ini terasa begitu konyol, hah apa aku harus melanjutkan semua ini?

“Minah-ssi gomawo. Cheongmal gomawo atas semua kebaikanmu, maaf merepotkanmu” ucap Jiyeon sambil menunjukkan senyum nya dan tatapan matanya yang tampak tulus DEG tiba-tiba aku merasa ada hal aneh yang terjadi sejenak aku berpikir aku salah karena telah berpandangan buruk padanya, dia adalah gadis yang manis.

“Ne cheon” ucapku mengangguk dengan di sertai senyuman.

*_*_*

Semenjak hari itu, aku dan Jiyeon menjadi teman yang baik, dia riang, semangat, dan mandiri tak seperti kebanyakan yeoja lainnya yang notabene manja. Apa aku mulai menyukai nya? Aku pikir aku hanya senang berada di dekatnya, dia tipe gadis yang begitu ‘limited’ hehehe

*_*_*

Hari ini hari ulang tahun sekolah tepat pada Saturday Night. Semua gadis di bebaskan untuk keluar dari asrama dengan syarat mereka tidak mengunjungi tempat yang seharusnya tidak di kunjungi.

Aku berjalan mengitari gangnam street bersama Jiyeon, awalnya kami hanya saling berbicara sambil menikmati kopi hangat. Lalu kami memutuskan untuk menyicipi toppoki di pinggir jalan, semua tampak menyenangkan rasanya tak ingin berpisah dengan nya.

Seketika aku berfikir, jika aku memandang nya dari sisi yeoja (Minah) aku sangat senang bisa menjadi sahabatnya. Namun jika aku memandangnya dari sisi namja (Minho) aku begitu menyayanginya, sempat aku berfikir untuk mengatakan apa sebenarnya yang terjadi tapi sekali lagi kupikirkan jika aku mengakui jati diriku yang asli padanya akankah aku dan dia bisa sedekat ini?

“Minah-ssi, gwaenchana” suara Jiyeon menyadarkanku

“Oh, gwaenchana” ucapku dan lanjut menyicipi toppoki. Tiba-tiba seorang namja datang dan menyapa Jiyeon.

“Hoh Taemin-ssi” ucap Jiyeon tersenyum

“Bagaimana bisa kau berada di sini? Kau di sini sendirian?”

“Anii aku bersama teman satu asramaku Minah, kami sedang di beri kartu bebas hahaha” Jiyeon dan namja bernama Taemin itu terus menerus berbincang, hal itu membuatku merasa jenuh. Aku pun berjalan meninggalkan Jiyeon yang tampak asyik dengan namja itu, ah benar-benar mengganggu suasana.

*_*_*

Di sekitar gangnam street aku bertemu dengan seseorang yang tak kuharapkan “Hya Choi Minho” ucap evil menyebalkan itu ‘Kyuhyun’ ah mampuslah aku.

“Hya Minho apa kau masih sedang menyamar menjadi yeoja? Kau begitu beruntung bisa melihat yeoja-yeoja cantik setiap hari” ucap Kyuhyun.

“Minah..” teriak seseorang dari arah belakangku yang tak lain Jiyeon. Buru-buru kuucapkan “Jaga mulutmu Cho Kyuhyun” lalu aku mengamit lengan Kyuhyun dan begitu Jiyeon tepat di hadapan kami “Jiyeon kau sudah selesai berbincang, kenalkan ini pacarku Kyuhyun” ketika ku mengucapkan kata tersebut ekspresi Kyuhyun berubah menjadi bingung jijik atau apalah itu.

“Oh, Park Jiyeon imnida aku teman sekolah yeojachingumu” ucap Jiyeon ramah

“Yasudah Jiyeon ayo kembali ke asrama, anyeong chagi” ucapku sedikit merasa gila dan meninggalkan Kyuhyun yang mematung.

*_*_*

Di tengah perjalanan menuju asrama aku dan Jiyeon kembali berbincang

“Kau beruntung punya namja tampan di sampingmu” mendengar kata itu antara rasa mual, pusing menyerangku tiba-tiba.

“Apa kau tidak memiliki namjachingu?” aku harap jawabannya tidak.

“Aku? Dulu ada, sekarang tidak” duar duar kembang api tampaknya meledak di jantungku.

“Kukira Taemin namjachingumu?”

“Iya itu dulu sekarang tidak, aku putus dengan nya karena aku harus bersekolah di Selenia Girls High School yang menyebabkanku jarang bertemu dengan nya”

“Lupakan saja dia, mungkin kau akan bertemu dengan namja yang lebih baik nanti”

“Aku harap kau” ucapan Jiyeon begitu mengejutkanku.

“Ne..??”

“Anii maksudku namja yang memiliki kepribadian sepertimu”

“Oh ne” ucapan Jiyeon tadi menyalakan kembang api itu kembali.

*_*_*

Tepat di depan gerbang sekolah, suasana nya begitu sepi. Aku berencana untuk menceritakan semua nya pada Jiyeon.

“Jiyeon-ssi sebenarnya aku…”

TTEEENGGG TTEENNGGG

“Minah bel nya sudah berbunyi ayo masuk kita tidak boleh terlambat atau kita akan terkena hukuman. Kajja…” ucap Jiyeon sambil menarik tanganku. Ahh sial hanya karena sebuah bell semua itu GAGAL.

*_*_*

Keesokan harinya

Malam ini hari terasa kosong aku dan Jiyeon berencana untuk menghabiskan kekosongan ini dengan ‘Movie Marathon’ saat mencari dvd yang ingin kami tonton tanpa sengaja aku menjatuhkan buku tebal milikku, dan Jiyeon mengambil buku tersebut. Saat dia mengangkat buku itu selembar foto terjatuh dari buku itu dan Jiyeon memungutnya “Minah namja di foto ini tampan sekali apa ini oppa mu dia sangat mirip denganmu” reflek aku merebut foto itu. Itu adalah fotoku saat lulus dari Universitas dulu.

“Wae..??” Tanya Jiyeon, seketika jantungku berdetak begitu keras aku berfikir untuk menceritakan semua itu sekarang.

“Jjj….jji…” tiba-tiba ucapanku terpotong “Minah dvd nya ada di dekat kakimu” ucap Jiyeon sambil mengambil dvd yang ternyata berada di dekat kakiku.

“Minah ayo nonton sekarang aku sudah tidak sabar”

“Oh ne baiklah” ucapku lemah. Sepertinya belum tepat untuk mengucapkan nya sekarang, dan tampaknya tuhan belum menyetujinya huh.

*_*_*

Beberapa jam kami lewati dengan menonton film, tak lama aku benar-benar tak mendenar suara Jiyeon di telingaku, hingga aku sadar Jiyeon sudah memasuki alam mimpi, tidurnya tampak nyenyak. Entah kenapa ada rasa yang menggelitik di hatiku, aku mendekatkan wajahku padanya lalu ku kecup kening nya

“Night..” ucapku lalu mematikan film yang sedari tadi di putar, lalu ku angkat Jiyeon ke kasurnya dan menyelimutinya. Setelah itu aku pandangi wajahnya sejenak, dan aku berjalan menuju kasurku untuk segera tidur.

*_*_*

Jiyeon POV

Tak terasa bulan demi bulan telah berlalu, akuhirnya aku lulus dari SMA. Hari ini kami mengadakan pesta perpisahan di sekolah, begitu ramai murid-murid yang tampak bahagia pada malam itu, aku tentu saja bahagia hanya saja rasa bahagia ini tidak lengkap tanpa adanya Minah. Minah tak dapat hadir karena ada suatu urusan padahal hari ini adalah hari perpisahan kami harusnya.

Tiba-tiba ponselku berdering, terdapat panggilan masuk dari Minah, aku begitu gembira melihat tulisan tersebut. Aku berlari ke halaman aula sambil mengangkat telpon dari Minah.

“Minah akhirnya kau menghubungiku?”

“Apa kau menungguku?”

“Tentu saja, bagaimana bisa aku tak menunggu pangilanmu hehe”

“Bagaimana pesta nya?”

“Sepi karena tidak ada kau Minah padahal hari ini hari perpisahan kita”

“Nikmatilah pestanya tanpaku hehe. Kau ada di mana sekarang? Kenapa tak terdengar suara music ataupun murid-murid lain”

“Aku sedang berada di halaman dekat aula sekolah, tepat nya di samping kolam renang di halaman aula hehehe”

“Haha kau ini? Eum Jiyeon-ah, karena ini hari terakhir kita berada di sekolah aku ingin mengakui sesuatu padamu?”

“Ada apa? Kenapa tiba-tiba suaramu tampak berat?”

“Sebenarnya aku……….”

BLLUUUSSSGGGHHH

Tubuhku terlempar ke dalam berliter-liter air bening yang bersinar di terangi bulan malam, semua terasa sesak, hanya cahaya yang dapat kulihat hingga semua tampak gelap dan aku tak mengingat sedetikpun kejadian itu.

*_*_*

Minho POV

Aku menghubungi Jiyeon dari dalam mobil yang kuparkirkan di halaman sekolah, aku ingin mengakui semua yang terjadi selama ini padanya. Sudah saat nya dia tau, kami tidak mungkin dapat bertemu di kemudian hari. Ini saat nya kami berpisah ada rasa tak rela, namun waktu terus berjalan dan tak ada yang dapat menghentikannya terkecuali tuhan.

“Minah akhirnya kau menghubungiku?”

“Apa kau menungguku?”

“Tentu saja, bagaimana bisa aku tak menunggu pangilanmu hehe”

“Bagaimana pesta nya?”

“Sepi karena tidak ada kau Minah padahal hari ini hari perpisahan kita”

“Nikmatilah pestanya tanpaku hehe. Kau ada di mana sekarang? Kenapa tak terdengar suara music ataupun murid-murid lain”

“Aku sedang berada di halaman dekat aula sekolah, tepat nya di samping kolam renang di halaman aula hehehe”

“Haha kau ini? Eum Jiyeon-ah, karena ini hari terakhir kita berada di sekolah aku ingin mengakui sesuatu padamu?”

“Ada apa? Kenapa tiba-tiba suaramu tampak berat?”

“Sebenarnya aku seorang namja nama asliku Choi Minho bukan Minah” ada rasa lega saat aku mengucapkan kata-kata tersebut tapi aneh nya Jiyeon tak kunjung memberikan reaksi nya. Tak kudengar sedikitpun suara “Jiyeon.. Jiyeon-ah.” Sambungan panggilanku tiba-tiba putus. Apa yang terjadi? Aku begitu khawatir, takut terjadi hal-hal yang tidak diingankan pada Minah. Aku pun berlari menuju tempat Jiyeon berada, dan betapa terkejutnya aku saat melihat tubuh Jiyeon mengapung di dalam kolam renang yang memiliki dalam 2 meter itu.

Aku pun melemparkan tubuhku ke dalam kolam renang tersebut tak kupedulikan apa yang terjadi yang penting Jiyeon selamat itu yang kuinginkan.

Setelah aku mendapatkan tubuhnya, aku membawanya ke pinggir kolam dan menggerakkan tubuhnya “Jiyeon-ah sadarlah..!!” lalu kudekatkan tubuhku memberikannya nafas buatan, tak lama dari mulutnya keluar banyak air, ketika matanya mulai membuka suara riuh terdengar. Aku pun berlari meninggalkan Jiyeon “Mianhae..” ucapku dan aku berlari meninggalkan Jiyeon dan sepatu kiriku yang terlepas

Jiyeon POV

Tak lama aku dapat bernafas, kelopak mataku membuka sedikit demi sedikitku, mataku menangkap siluet seorang namja yang wajahnya tampak tak asing, sampai tiba-tiba suara riuh terdengar dari arah aula dan namja itu pergi meninggalkanku. Lalu banyak gadis-gadis berbusana pesta menghampiriku, menanyakan keadaanku.

“Jiyeon-ah gwaenchana”

“Jiyeon-ah”

Tubuhku tiba-tiba melemah sampai, sekumpulan guru datang dan mengangkat tubuhku menuju UKS. Sesampai di UKS, seorang murid yang ku kenal bernama Jieun menanyakan keadaanku dan menunjukkan 1 buah sepatu yang tak asing bagiku

“Jiyeon-ah maaf mengganggumu, apa ini sepatumu atau kau mengenal sepatu ini? Aku menemukan sepatu ini di dekat kolam renang. Kau beristirahatlah orang tuamu akan segera menjemput”

“Ne gomawo” kupandangi sepatu itu hingga muncul seseorang di kepalaku “Minah” iya ini sepatu yang sering Minah gunakan. Apa namja itu Minah? Tapi itu semua tidak mungkin atau jangan-jangan yang ingin diakui Minah sebenarnya dia adalah seorang namja. Aku menyentuh kepalaku yang terasa pusing bingung dengan semua ini. Apa yang sebenarnya terjadi?

*_*_*

Beberapa minggu kemudian

Aku bersiap untuk berangkat ke Sydney ibu kota Negara Australia. Aku di terima di salah satu universitas besar di sana, ini saatnya aku melupakan semua yang terjadi beberapa minggu yang lalu di hari yang harusnya menjadi hari yang membahagiakan untukku pada pesta kelulusan.

Ini saat nya aku melupakan namja yang belum kuyakini bernama Minah itu, saat aku melihat sebuah kotak berpita yang berisi sebuah sepatu dan kenangan-kenanganku dengan Minah entah kenapa di batinku terjadi perkelahian ’bawa tidak bawa tidak’ “Andwae..!!!” aku tak boleh membawanya aku harus melupakannya, saat aku menggerakkan resleting koperku untuk menutupnya, tiba-tiba jariku bergerak mundur dan membuka koperku.

Kedua kakiku bergerak mendekat ke kotak yang di atasnya tertulis ‘Minah Membingungkan’ dan kedua tanganku mengangkat kotak itu lalu memasukkanya ke dalam koper. Semuanya siap ini saatnya aku membangun hidup baru sebagai yeoja yang lebih dewasa. Hwaiting…!!!

*_*_*

3 Tahun Kemudian

Minho POV

Rasanya berbeda menikmati musim dingin di Negara ini ya Australia, akhirnya aku bisa membangun perusahaan sendiri setelah aku berhasil menjalani rencana appa di korea salah satunya keja sama appa dengan Celenia Girls High School yang berjalan sukses. Aku diberikan modal oleh appa untuk membangun perusahaan di Sydney Australia. Aku membuka lowongan kerja untuk banyak orang terutama untuk warga korea yang tinggal di Sydney.

Di pagi yang dingin ini aku memutuskan untuk berjalan kaki ke kantor, aku bosan mengendarai mobil. Padahal jarak kantor dengan apartementku begitu dekat, dengan di temani sepasang sarung tangan yang hangat, jaket tebal, dan syal yang begitu panjang aku pun akhirnya berjalan kaki menuju kantor.

Di tengah perjalanan aku melihat sebuah cincin bergelinding tepat di hadapanku, aku pun memungut cincin tersebut dan ketika aku beranjak berdiri CEEEKLICK seseorang dari arah sampingku memotretku. Reflek aku melirik kearah sampingku dan mendapati seorang yeoja yang wajahnya tertutup kamera, ia tampak aneh, tangan yang ia gunakan untuk memotret tidak tertutupi sarung tangan sedangkan tangan nya yang lain tertutupi sarung tangan.

Ketika ia menurunkan kamera dari wajahnya betapa terkejutnya aku saat melihat dia, yeoja yang lama tak pernah kulihat sosoknya. Yeoja yang masih menyisakan bekas-bekas rasa di hatiku, dia…………….

_TBC_

Iklan

69 thoughts on “(Twoshoot) Looks Like This & That Part 1”

  1. Kyaaa minpa dan yeonnie ayo donk brsatu kmbli.. Sbgai spsng kekasih.. Cuit cuit.. Duh sp sih yg dorongin yeonnie wktu itu?? Awas ya!! \(•`⌂´•)/º gяяя!!!​‎​

  2. dia……. Jiyeon ya??? XD huwaaaah lucu gitu 😀 Senyum2 loh bacanya 😀 DAEBAKK~ deh pokoknya ^^
    Ini kayak Ma Boy campur Cinderella tp bedanya, Cinderella ny cowo =D WAKAKAKKAK LOL, ngakak liat foto Minho d atas XD
    Ku tunggu chpter slnjutnya ^^

  3. Kyaaaa…
    Seru author…
    Aku gk bisa bayangin klau minho bneran nyamar jadi yeoja…
    Kyaaa gimana ya??
    Huaaa pasti minho cantik tuh… Tpi dia terlalu tinggi untk jadi yeoja.. Hahahaha
    Next aku tunggu thor

  4. Mudah-mudahan yng motret itu ji yeon. Ditunggu part 2 nya ya thor. Aku suka banget ceritanya. Cepetan ya thor!! Jangan lama-lama!!*maksa

  5. Dia… Park Jiyeon!!! Semoga aja bner… ^^
    cerita’x keren thor, suka dehhh…
    D’tunggu sangat next part’x…
    Cpetan d’post yahh thor…
    Gak sbar pngen baca MinJi n’ MyungYeon moment… ^^

  6. minji….ceritanya hmpir mirip kyk ma boy ya thor tpi cma yang bagian minppa nyamar jadi ce ma jiyeonnie yang kecebur kolam aja,yang lain beda,,,,cewek yg potret minppa tuh jiyeonnie bukan thor??klo bukan cpet2 nemuin mereka dong thor…ditunggu kelanjutannya….

  7. Hwaaaa saeng, kmu comeback jga…snang_ny kmu kembli lg ksini and bwa ff bru,, ;-D
    keren critanya seru sperti biasa… 😉
    yeoja itu pasti jiyg kan…hehe
    next update soon… 😀
    ayo ramein lgi wp nie ma ff mu…Kkk
    faigthing… B-)

    1. Huaa eonnie aku gak nyangka ada yang nungu ff aku hehehe.. baca comment eonnie senyum2 sendiri semoga ff ku keren amiin hehe.. siip aku bakal usaha meramaikan pjyff krn aku gk enk bgt udh hilang lama bgt #curcol gomawo eonnie 😀

      1. Ya donk crtanya keren suka hnya alur_ny agak kcpetan y say…Kkk
        stu persatu author yg dlu aktif dsini bermunculan kmbali…Kkk
        ayodonk aktifin lg wp nie… ;-D
        Faigthing… B-)

  8. Jadi inget drama to beautiful to you (tp yg ini versi yeoja) 😀

    Kerenz thorr… Tp alur nya agak cepet nya.. Hehe

    Di tunggu lanjutannya yaa ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s