<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Park Ji Yeon FanFiction</title>
	<atom:link href="http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com</link>
	<description>develop your imagination to write here</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 15:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parkjiyeonfanfiction.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/24991feb31202d244b4c671317666b1c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Park Ji Yeon FanFiction</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/osd.xml" title="Park Ji Yeon FanFiction" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>It Has To Be You (Chapter 2)</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/it-has-to-be-you-chapter-2/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/it-has-to-be-you-chapter-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 23:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shinsungraaah</dc:creator>
				<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7374</guid>
		<description><![CDATA[Title : It has to be you (Chapter 2) Genre : Romance, Friendship Author : Shin Sungra [twitter] Length : 4442 words Maincast : Park Jiyeon Othercast : Cari sendiri [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7374&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you1.png"><img class="size-full wp-image" id="i-7373" alt="Image" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you1.png?w=487" /></a></p>
<p>Title : It has to be you (Chapter 2)</p>
<p>Genre : Romance, Friendship</p>
<p>Author : Shin Sungra [<a title="orystva" href="https://twitter.com/orystva">twitter</a>]</p>
<p>Length : 4442 words</p>
<p>Maincast : Park Jiyeon</p>
<p>Othercast : Cari sendiri ye :p</p>
<p> </p>
<p>Hai chingu! Aku bawa chapter 2 nya nih kkk~ mian banget kalo kalian pikir ceritanya kurang menarik/membingungkan [padahal aku bikinnya sepenuh hati nih wkwk]. Oh iya, buat yang belum baca Chapter satunya bisa klik <a title="Chapter 1" href="http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/13/it-has-to-be-you-chapter-1/">disini</a> ya&#8230;</p>
<p>Happy reading ya guys! Jangan jadi silent readers ye, kasih saran/komentar di bawah. Gamsa~</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;</p>
<p><b><i>Myungsoo POV</i></b></p>
<p>                Entah mengapa orang pertama yang ingin kutemui setelah kembali ke Seoul adalah Jiyeon. Saat aku baru kembali dari New York beberapa hari yang lalu, aku juga ingin mencarinya. Aigoo~ pasti ada yang salah dengan perasaanku.</p>
<p>                Aku segera menaiki tangga untuk mencari Jiyeon. Aku langsung membalikkan badanku saat melihat Jiyeon hanya menganakan tangtop. Mwoya! Kau pikir kau sexy menggunakan baju seperti itu, eoh? Bagaimana jika ada orang lain yang melihat?</p>
<p>                Saat aku ingin menghampiri Jiyeon, Minho hyung keluar dari kamarnya dan mendekati Jiyeon. “Jiyeon-ah?” ucapnya dengan sedikit canggung. Yeoja aneh itu langsung menyembunyikan dirinya di balik korden. Aku melihat Minho hyung melepaskan jaketnya dan melemparkannya pada Jiyeon. Mengapa aku merasa Jiyeon dan Minho hyung bertambah dekat? Mengapa aku merasa jarak antara aku dan Jiyeon semakin jauh?</p>
<p>                Aigoo~ apa yang kau pikirkan! “Sudah lama aku tak melihatmu.” Lanjut Minho hyung. Huh? Bagaimana bisa sudah lama? Kamar mereka sangat dekat, lagipula mereka satu sekolah. Pabbo aniya?</p>
<p>                Jiyeon berlari kecil meninggalkan Minho hyung, mungkin ia malu memperlihatkan tubuhnya yang tidak sexy itu kepada Minho hyung. Tapi Minho hyung menghalanginya. “Apa kau masih marah?’ tanyanya lagi.</p>
<p>                Apa yang sedang kalian bicarakan? Aku benar-benar penasaran. “Urus saja urusanmu sendiri. Aku tak mau memiliki masalah lagi.” Ujar Jiyeon sambil memainkan bibirnya. Kyeopta!</p>
<p>                Ia kembali memasuki kamarnya. Mwoya~ Mengapa Minho hyung terus mendekati Jiyeon? Apakah hyung menyukai Jiyeon? Aku pikir ia berpacaran dengan Suzy.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p><b>Author POV</b></p>
<p>                “Ayo berangkat bersama!” seru Myungsoo saat melihat Jiyeon menunggu bus di halte. Jiyeon awalnya menolak ajakan Myungsoo, namun karena takut terlambat, ia bersedia menerima ajakannya.</p>
<p>                Jiyeon berjalan bersama Myungsoo sehingga menarik perhatian seisi sekolah. Banyak yang mengolok-olok Jiyeon dari jendela kelas karena ia berjalan dengan Myungsoo. “Lihatlah! Aku akan dimusuhi oleh semua yeoja di sekolah ini.” Jiyeon berbisik pada Myungsoo yang ada di sampingnya. Ia ingin berjalan mendahului Myungsoo, namun namja itu menggenggam erat tangannya.</p>
<p>                “Aku akan bertanggung jawab.” Ujar Myungsoo langsung meninggalkan Jiyeon untuk memasuki kelasnya. Jiyeon hanya mampu mengeluh pelan. Ia menghampiri Jieun yang sangat heboh.</p>
<p>                “Ya! Bagaimana kau bisa berangkat dengan Myungsoo?” tanya Jieun sambil menepuk bahu Jiyeon.</p>
<p>                “Dia tinggal di rumah Yoo Ajhumma. Wae? Apa kau iri?” Jiyeon tertawa meledek sahabatnya itu. “Jieun-ah, sebaiknya kau berpacaran dengan Wooyoung oppa saja. Bukankah dia sangat menyukaimu?” Jiyeon memberi nasehat pada sahabatnya itu.</p>
<p>                “Arasseo, aku tak akan menyukai Myungsoo. Tenang saja.” Jieun merangkul Jiyeon yang sedang menyiapkan buku.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Aigoo~ lelah sekali tanganku. Bukankah mereka yang heboh sendiri? Mengapa harus aku yang dihukum untuk kehebohan yang mereka buat? Bae Suzy! Apa kau punya dendam padaku? Mengapa kau harus memberitahu kehebohan tadi pagi, huh?” Jiyeon mengomel pada dirinya sendiri saat Minho datang menghampirinya. Jiyeon menatap Minho dengan kesal. ‘<i>mengapa setiap aku dihukum, kau selalu melihatku? Apa kau ingin menertawaiku? Aish!’ </i>batin Jiyeon.</p>
<p>                “Apa yang kau lakukan?” tanya Minho sambil menyamakan posisinya dengan Jiyeon.</p>
<p>                Jiyeon hanya mengambil nafas panjang tanpa menjawab pertanyaan Minho. “Aku dengar kau berpacaran dengan Myungsoo. Apa benar?” tanya Minho. Namun, Jiyeon tak menjawabnya lagi.</p>
<p>                <i>Teeeeet</i></p>
<p>                “Kau itu sudah besar, jangan bertingkah kekanak-kanakan lagi.” Ujar Minho sambil membantu Jiyeon berdiri.</p>
<p>                “Aaah.” Jiyeon mengeluh sambil memegangi lututnya yang kelelahan. Jiyeon menepuk dahinya dengan keras, seperti baru teringat sesuatu. Ia langsung berlari ke kelas tanpa memerhatikan Minho.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Minho meninggalkan motornya di bengkel. Sudah lama ia tak merawat motor kesayangannya itu. Ia melihat Jiyeon di halte bus dekat sekolah. Akhirnya Minho menyusul Jiyeon dan naik bus bersamanya. Jiyeon kaget melihat Minho yang tiba-tiba berada di sebelahnya.</p>
<p>                “Dimana motormu?” tanya Jiyeon. Minho memang tak pernah menaiki bus jika tidak benar-benar dalam keadaan darurat.</p>
<p>                “Di bengkel.” Ujar Minho dengan singkat. “Jiyeon-ah, kau masih marah?” tanyanya sambil melihat ke arah Jiyeon.</p>
<p>                “Anni, aku tak marah. Aku kan sudah bilang aku tak marah.” Ujar Jiyeon dengan sikap yang berbeda 180 derajat dengan sikapnya di sekolah tadi.</p>
<p>                “Tapi kau tak pernah bicara padaku seminggu ini.” Minho memainkan bibirnya dengan lucu.</p>
<p>                “Aku hanya ingin mengerjaimu saja. Minho-ah, belikan aku ice cream.” Ujar Jiyeon dengan tiba-tiba. Minho melebarkan matanya karena kebingungan dengan apa yang diucapkan Jiyeon. “Jika kau membelikanku ice cream, aku tidak akan mengerjaimu lagi.”</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Minho mengikuti Jiyeon yang selalu berangkat dengan bus. Sepertinya Jiyeon sudah berbaikan dengan Minho. Mereka terlihat bercanda selama perjalanan ke sekolah.</p>
<p>                “Oppa…” Ujar Suzy saat Jiyeon dan Minho baru saja tiba di sekolah.</p>
<p>                “Hm, ada apa?” tanya Minho yang menghentikan langkahnya karena Suzy.</p>
<p>                “Jiyeon-ah, kenapa kau bisa berangkat dengan Minho oppa?” tanya Suzy dengan nada mengintrogasi. Jiyeon menatap Suzy dengan malas, lalu menjawab pertanyaannya.</p>
<p>                “Pabo aniya? Tentu saja karena kami sejalan.” Ujar Jiyeon dengan kesal. Ia memandang Suzy menggelangkan tangannya ditangan Minho. Anehnya, Minho langsung melepaskan tangan Suzy dengan alasan ia takut terlambat.</p>
<p>                “Aku duluan ke kelas.” Minho berjalan meninggalkan Jiyeon dengan Suzy. Jiyeon menatap Suzy dengan aneh, begitu juga dengan Suzy. Mereka berjalan ke kelas bersama.</p>
<p>                “Kau menyukai Minho oppa?” tanya Suzy tanpa memandang Jiyeon. “Aku dengar kau berkencan dengan Myungsoo, mengapa sekarang kau berangkat bersama Minho oppa?” Suzy sepertinya benar-benar terganggu akan kehadiran Jiyeon diantara hubungannya dengan Minho. Jiyeon menghentikan langkahnya sehingga membuat Suzy ikut menghentikan langkahnya.</p>
<p>                “Ya! Apa berangkat bersama adalah hal yang begitu penting? Itu tidak menandakan apa-apa.” Jawab Jiyeon yang sebal karena Suzy selalu menanyakan pertanyaan yang membuatnya ’gugup’.</p>
<p>                “Tentu saja penting. Aku takut jika kau terlalu sering bersama dengan Minho oppa, kau akan menyukainya. Siapa yeoja yang tak menyukai namja seperti Minho oppa.” Ujar Suzy seraya berjalan mendahului Jiyeon.</p>
<p>                “Apa kau takut Minho akan suka padaku?” Kata-kata Jiyeon membuat Suzy terdiam. Jiyeon menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinganya.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Kau kenal dengannya kan?” tanya Suzy kepada seorang namja di sebuah café. Namja itu hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Suzy. “Kau menyukainya?” tanyanya lagi. Lagi-lagi, namja itu hanya mengangkat bahunya.</p>
<p>                “Dia tak akan mengenalku. Kau tahu kan, setelag operasi plastic wajahku benar-benar berubah.” Jelas namja itu tanpa semangat. Namun, yeoja yang ada didepannya malah tersenyum.</p>
<p>                “Kau harus menjauhkan Jiyeon dari Minho. Lakukan apapun agar Minho tidak menyukai Jiyeon.” Suzy menunjukkan tampang aslinya pada namja itu.</p>
<p>                “Arasseo.”</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Liburan tengah semester benar-benar panjang, Jiyeon bingung akan melakukan apa di rumah. Ia ingin mengunjungi appanya di Jepang, tapi ia benar-benar malas. ‘<i>Minho pasti berkencan dengan Suzy. Jongin dan Krystal pasti akan sibuk. Jieun akan berlibur ke China, Myungsoo kembali ke New York. Apa aku harus berkencan dengan Sehun?kekeke~’ </i>Jiyeon kebingungan menyusun rencana kegiatannya untuk liburan tengah semester ini.</p>
<p>                Minho membuka pintu kamar Jiyeon tanpa mengetuknya terlebih dulu. “Kami akan ke Jeju, apa kau mau ikut?” tanya Minho sambil merebahkan dirinya di tempat tidur Jiyeon. Jiyeon yang sedang berada di meja belajarnya langsung membalikkan badannya.</p>
<p>                “Kami? Nugu?” Jiyeon langsung memiliki firasat tak enak saat mendengar kata ‘kami’ yang diucapkan Minho.</p>
<p>                “Aku, Suzy, Sehun, Jieun, Jongin, Wooyoung, dan Krystal.” Ujar Minho dengan tenang.</p>
<p>                “Jieun? Bukankah Jieun berlibur ke China?” Jiyeon kebingungan akan informasi Minho yang berbeda dengan informasi yang didapatnya. Minho hanya mengangkat bahunya pertanda tak tahu.</p>
<p>                “Kau akan bosan di rumah, ikut saja.” Ujar Minho.</p>
<p>                “Akan kupikirkan.” Jiyeon menjawabnya dengan sangat tenang.</p>
<p>                “Siapkan pakaianmu, kita akan berangkat besok pagi.” Minho meninggalkan Jiyeon yang menatap kesal padanya.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Minho terlihat tak enak badan. Jiyeon menghampirinya dan memegang dahinya, “Gwaenchana?” tanya Jiyeon. Minho hanya mengangguk dan tersenyum pada Jiyeon. Jiyeon merebut kunci mobil dari tangan Minho. “Aku saja yang menyetir ke bandara.” Jiyeon langsung naik ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.</p>
<p>                Di bandara, Jiyeon sengaja menjauhi Minho agar Suzy tak marah-marah lagi. Ia bergabung dengan Sehun, Jieun, Wooyoung dan Krystal yang sedang mengobrol di ruang tunggu. Sedangkan Jongin dan Minho duduk bersama Suzy.</p>
<p>                “Noona, aku tak tahu kalau kau ikut.” Ujar Sehun pada Jiyeon yang sedang berbicara dengan Jieun.</p>
<p>                “Wae? Apa kau tak senang aku ikut?” Jiyeon memainkan bibir seperi biasanya. Sehun hanya tersenyum melihat kelakuan yeoja yang disukainya itu.</p>
<p>                “Ya! Apakah benar Suzy sering menjahati Jiyeon?” tanya Wooyoung kepada Jieun tanpa sepengetahuan Jiyeon, Sehun, dan Krystal yang asyik mengobrol.</p>
<p>                “Nado molla. Tapi sepertinya Suzy tak menyukai Jiyeon, ia sering membuat Jiyeon dihukum karena kesalahannya. Aku benar-benar sebal padanya, bagaimana bisa namja setampan Minho oppa menyukai yeoja seperti itu?” Jieun mengepalkan tangannya karena sebal pada teman sekelasnya itu.</p>
<p>                <i>It’s a beautiful night. We looking for something…</i></p>
<p><i>                </i>Ponsel Jiyeon berbunyi. “Hm, Myungsoo-ah?” Minho langsung menoleh saat mendengar Jiyeon menyebut nama Myungsoo.</p>
<p>                “Eodi? Aku sudah mau take off.” Myungsoo menanyakan keberadaan Jiyeon.</p>
<p>“Aku akan ke Jeju dengan teman-teman. Baiklah, hati-hati. Jangan merindukanku. Kekeke~” Jiyeon menutup panggilan dari Myungsoo. Minho yang daritadi memerhatikan Jiyeon tertangkap basah. Namun, Jiyeon hanya pura-pura tidak tahu dan kembali mengobrol dengan teman-temannya.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon mendapat tempat duduk di sebelah Minho. Suzy meminta Jiyeon untuk bertukar tiket dengannya, namun Jiyeon menolak permintaan Suzy. Jiyeon membaca komik yang dibawanya dari rumah. Walaupun merasa sedikit pusing, ia tetap melanjutkan kegiatannya itu.</p>
<p>                Minho mengambil komik dari tangan Jiyeon dengan paksa. “Wae?” tanya Jiyeon yang tak tahu apa tujuan Minho merebut komiknya.</p>
<p>                “Kepalamu akan sakit kalau membaca terus. Tidur saja.” Minho menutup jendela pesawat agar Jiyeon tidak silau. Jiyeon menyandarkan kepalanya pada Minho dan tertidur pulas di bahunya. Suzy yang duduk di bangku seberang geram melihat Jiyeon dan Minho yang bertingkah seperti sepasang kekasih.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Waaah! Daebak!” ujar Jieun yang belum pernah berlibur ke pulau Jeju. Wooyoung yang berada disamping Jieun tersenyum melihat tingkah yeoja yang disukainya itu.</p>
<p>                Jiyeon berjalan dengan Sehun layaknya sepasang kekasih. Sehun merangkul bahu Jiyeon yang sedang menikmati pemandangan di Pulau Jeju. Sedangkan Minho berjalan dengan Suzy yang terus menggelangkan tangannya di tangan Minho. Minho melihat Jiyeon yang terlihat kedinginan karena hanya memakai baju tipis. Ia melepas jaket yang dipakainya. “Jiyeon-ah.” Panggil Minho membuat Jiyeon menoleh. Minho melemparkan jaket itu pada Jiyeon. Jiyeon langsung memakainya tanpa ragu-ragu.</p>
<p>                Minho dan chingudeul pergi ke villa tempat mereka akan menginap. Jiyeon mendapat kamar yang memiliki pemandangan indah, tepat di depan laut dan di sebelah kamar Minho. Jiyeon sedang merapikan pakaiannya di kamar. Tiba-tiba, Suzy mengetuk pintu kamar Jiyeon dan mengajaknya sauna.</p>
<p>                “Aku sudah bilang padamu, jauhi Minho oppa.” Ujar Suzy yang hanya memakai handuk berwarna biru.</p>
<p>                “Aku tak pernah mendekatinya.” Jawab Jiyeon dengan cuek.</p>
<p>                Suzy berdiri dengan tegak, menunjukkan garis badannya yang indah. “Aku sudah memperingatkanmu, Jiyeon-ah. Jika kau membuatku cemburu, aku akan membuatmu menyesal.” Suzy meninggalkan Jiyeon dengan perkataannya yang sinis itu. Jiyeon berusaha mencerna perkataan Suzy dengan baik. ‘<i>Dasar yeoja aneh.’ </i>Batin Jiyeon.</p>
<p>                Jiyeon kembali ke kamarnya sambil memainkan <i>handphone</i>-nya hingga ia menabrak Sehun. Sehun melihat Jiyeon yang terkesan lebih cantik saat rambutnya basah. Sehun menelan air liurnya sendiri. “Mianhae.” Jiyeon mengambil <i>handphone </i>nya yang jatuh di lantai dan berjalan meninggalkan Sehun. Namun, Sehun mengejarnya dan…</p>
<p>                Chu~</p>
<p>                Bibir Sehun mendarat dengan mulus di bibir Jiyeon yang mungil. Jiyeon yang kaget bukan main secara tidak sadar melepaskan <i>handphone </i>dari tangannya hingga membuat Minho khawatir dan keluar dari kamarnya. Ia benar-benar kaget melihat keadaan yang sama sekali tak pernah ia harapkan itu. Minho langsung kembali menutup pintu kamarnya dengan perasaan campur aduk.</p>
<p>                Sehun melumat bibir Jiyeon dengan lembut, namun Jiyeon tak bereaksi. Ia melepas ciuman Sehun dengan kasar. “Ya! Apa yang kau lakukan?” Jiyeon mengusap bibirnya dengan tangannya. “Sehun-ah, aku ini lebih tua darimu.” Ujar Jiyeon sambil menjitak kepala Sehun pelan.</p>
<p>                “Appo! Kau hanya lebih tua satu tahun dariku noona. Lagipula, walaupun kau lebih tua sepuluh tahun dariku, aku akan tetap menyukai noona.” Ujar Sehun sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.</p>
<p>                “Ya! Micheosso?” Jiyeon menjitak kepala Sehun lagi, kali ini dengan keras. Namun, Sehun malah mengecup pipi Jiyeon yang basah terkena tetesan air dari rambutnya. Sehun langsung berlari ke kamarnya karena takut dijitak lagi oleh Jiyeon.</p>
<p>                Jiyeon berjalan menuju balkon di kamarnya. Ia mengamati pemandangan pantai yang indah dari balkon kamarnya. Jiyeon menatap kamar Minho yang terlihat jelas dari balkon kamarnya. ‘<i>Huh? Ada Suzy? Mwoya? Apa yang mau Minho lakukan dengan Suzy?” </i></p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Suzy yang hanya mengenakan celana pendek dan kaus ketat yang memperlihatkan tubuhnya mengetuk pintu kamar Minho.</p>
<p>                Minho melihat penampilan Suzy yang menurutnya terlalu terbuka. Ia langsung mengalihkan pandangannya dari badan Suzy. “Ada apa, Suzy-ah?”</p>
<p>                Suzy menjawab pertanyaan Minho dengan mendorong Minho masuk ke kamarnya dan menutup pintunya. Minho terduduk di tempat tidur. Ia bingung dengan kelakuan yeoja yang ada dihadapannya itu. “Kau bilang kau menyukaiku, oppa. Cium aku.” Suzy melepas ikatan rambutnya, membuatnya terlihat lebih sexy. Namun, Minho sama sekali tak melirik kearah Suzy.</p>
<p>                “Wae geurae? Kembalilah ke kamarmu.” Minho berusaha membujuk Suzy untuk kembali ke kamarnya, namun sia-sia. Suzy duduk di samping Minho dan mencium Minho dengan kasar. Minho berusaha melepaskan ciuman Suzy dengan halus, namun tak berhasil. Akhirnya, ia mendorong Suzy menjauh darinya. “Wae geurae?!” tanya Minho dengan nada tinggi. Suzy menitikkan air matanya karena kaget dibentak oleh Minho. Minho mengambil selimut yang berada di dalam lemari dan meminta Suzy untuk menutupi tubuhnya.</p>
<p>                Minho duduk di samping Suzy, tidak tahu harus berkata apa. “Oppa, mianhae. Aku hanya ingin memastikan kalau kau benar-benar mencintaiku.” Suzy meneteskan air mata buayanya untuk mengundang perhatian Minho. Akhirnya, Minho tidak tega melihat Suzy terus menangis. Ia memeluk Suzy yang berada di balik selimut.</p>
<p>                “Arasseo.” Minho menghapus air mata Suzy dengan halus, membuat yeoja itu tak menangis lagi.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Minho melompat dari balkon kamarnya menuju balkon kamar Jiyeon. Ia melihat Jiyeon sedang meneguk segelas <i>cappuccino. </i>Jiyeon tak menatap Minho, mungkin karena terlalu menikmati pemandangan malam yang begitu indah.</p>
<p>                “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Minho.</p>
<p>                “Apa kau tak lihat? Aku sedang minum.” Jawab Jiyeon dengan kasar.</p>
<p>                “Mwoya? Apa kau marah lagi?” tanya Minho yang terus memandangi Jiyeon. Jiyeon hanya menggeleng dengan lemah. Tiba-tiba, Minho teringat sesuatu. “Apa kau menyukai Sehun?” tanya Minho yang rupanya baru saja mengingat kejadian tadi siang.</p>
<p>                “Anni.” Jawab Jiyeon sambil meletakkan gelas yang dipegangnya. Ia membenarkan posisi duduknya dan memejamkan matanya untuk merasakan angin malam yang sejuk. Minho berjalan memasuki kamar Jiyeon dan kembali dengan membawa jaket Jiyeon. Ia memakaikan jaket itu pada Jiyeon dengan halus. Jiyeon terus memejamkan matanya.</p>
<p>                “Aku?” tanya Minho, sontak membuat Jiyeon membuka matanya.</p>
<p>                “Apa maksudmu?” Jiyeon tak mengerti maksud perkataan Minho.</p>
<p>                “Apa kau menyukaiku?” tanya Minho. Jiyeon langsung mengalihkan pandangannya dari Minho dan memejamkan matanya lagi. ‘<i>Mengapa aku harus menyukai orang sepertimu?</i>’ jawab Jiyeon dengan nada menyindir.</p>
<p>                “Jiyeon-ah?” Minho mencoba memanggil nama Jiyeon yang daritadi tak menanggapinya. Ternyata yeoja itu sudah tertidur. Minho mengangkat Jiyeon ke dalam kamarnya dan menidurkannya di tempat tidur. Ia menyelimuti Jiyeon dan mengelus dahinya.</p>
<p>                “Apa aku benar-benar hanya menganggapmu yeodongsaengku?” tanya Minho pada yeoja yang sudah tertidur pula situ.</p>
<p>                Minho mengunci jendela kamar Jiyeon karena takut ada orang jahat yang menjahatinya saat ia tidur. Lalu, ia keluar melalui pintu kamar Jiyeon dan…</p>
<p>                “Suzy-ah?” Minho kaget melihat Suzy yang sedang menunggu Minho di depan kamarnya. Suzy tidak kalah kaget melihat Minho yang keluar dari kamar Jiyeon hanya menggunakan kaos yang tipis.</p>
<p>                “Oppa? Apa yang kau lakukan di kamar yeoja itu?” tanya Suzy sambil membendung air matanya. Minho mencoba menjelaskan pada Suzy bahwa ia hanya berbincang-bincang dengan Jiyeon, namun Suzy tak percaya. Tiba-tiba, Suzy memeluk Minho dengan erat. “Oppa, kau masih menyukaiku, kan?”</p>
<p>                Minho yang tak tega melihat seorang yeoja menangis hanya mengiyakan perkataan Suzy. “Bagaimana kalau kita bertunangan, oppa?” tanya Suzy yang masih melingkarkan tangannya di tubuh Minho.</p>
<p>                “Mwo? Kita masih terlalu muda, Suzy-ah.” Ujar Minho yang tak ingin menyinggung Suzy.</p>
<p>                Suzy melepaskan tangannya dan menatap mata Minho dengan tajam. “Anniya, nan gwaenchana. Setelah kita kembali dari pulau jeju, aku akan memberitahu appaku untuk mengadakan pertunangan.” Suzy langsung berbalik dan bermaksud meninggalkan Minho, namun Minho menahannya. Kali ini Minho menatap Suzy dengan serius.</p>
<p>                “Shireo. Aku masih ingin menghabiskan masa mudaku dengan bahagia. Jika kau ingin bertunangan, carilah namja lain.” Ujar Minho dengan tegas, membuat Suzy merasa takut.</p>
<p>                Minho hendak meninggalkan Suzy yang masih ketakutan akan perkataan Minho. “Mianhae oppa, aku hanya…”</p>
<p>                “Gwaenchana. Tidurlah.”</p>
<p>                               </p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Minho dan chingudeul berjalan-jalan mengelilingi pulau jeju berpasang-pasangan. Jieun dengan Wooyoung, Jongin dengan Krystal, Sehun dengan Jiyeon, dan Minho dengan Suzy.</p>
<p>                Di tengah perjalanan, Sehun mendapat pesan dari seseorang berinisial B.</p>
<p> </p>
<p><b>From : B</b></p>
<p><b>Hyung mengalami kecelakaan. Kau harus kembali ke Seoul sekarang Sehun-ah.</b></p>
<p>               </p>
<p>                 “Mianhae noona. Aku harus kembali ke Seoul sekarang juga. Ada seseorang yang… ada seseorang yang membutuhkan pertolonganku.” Sehun tersenyum, lalu meninggalkan Jiyeon ditengah hutan yang sepi itu.</p>
<p>                Jiyeon berjalan menyusuri jalan seorang diri. Ia tidak tahu bagaimana caranya kembali ke villa karena ia tidak tahu sedang berada dimana. Ia tak menemukan sebuah rumahpun di jalan itu. Akhirnya, ia menemukan sebuah rumah karaoke dan beristirahat disana. Banyak namja aneh yang terus menggodanya disana. Namun, Jiyeon berpura-pura tenang agar namja-namja itu tak menggodanya lagi. Akhirnya, ia meminta izin untuk ke kamar kecil.</p>
<p>                Jiyeon gemetaran, sampai-sampai hanphonenya terjatuh berkali-kali di jalan menuju kamar mandi. Ia menekan panggilan cepat nomor satu di handphonenya.</p>
<p>                “Minho-ah…” ujar Jiyeon dengan suara yang gemetaran. Ia ingin melanjutkan kata-katanya, namun tak sanggup karena ia terlalu ketakutan.</p>
<p>                “Apa terjadi sesuatu? Kau dimana?” tanya Minho dengan panik. Namun, Jiyeon tak menjawab pertanyaannya. Jiyeon berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia tak akan benar-benar takut pada namja asing jika saja kejadian itu tak pernah terjadi.</p>
<p>                Jiyeon berusaha menghapus pikiran itu dari benaknya. “Jemput aku.” Ujar Jiyeon.</p>
<p>                “Gwaenchana? Eodiya? Aku akan menjemputmu.” Suara Minho terdengar semakin panik mendengar Jiyeon yang ketakutan.</p>
<p>                Jiyeon berusaha mengumpulkan tenaganya untuk menjawab pertanyaan Minho. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara pintu yang diketuk oleh beberapa namja yang dilihatnya tadi. “Ya! Jawablah aku!” Minho mondar-mandir di halaman villa setelah mengantar Suzy kembali ke kamarnya.</p>
<p>                “Aku tidak tahu dimana. Banyak namja disini, Minho-ah.” Ujar Jiyeon dengan gemetaran. “Ini, sebuah karaoke.” Ujar Jiyeon sambil meneteskan air matanya. Tiba-tiba, sambungan teleponnya dengan Minho terputus karena baterai handphone Minho habis. Tak lama kemudian, namja itu berhasil mendobrak pintu kamar mandi. Jiyeon berusaha terlihat tenang di depan para namja itu, namun ia tak bisa menyembunyikan ketakutannya.</p>
<p>                “Kau benar-benar cantik!” ujar seorang namja yang mulai memeluk Jiyeon. Jiyeon melepaskannya dengan kasar. Ia hanya terduduk diam di pojok kamar mandi.</p>
<p>                “Sia-sia sekali jika yeoja ini pergi begitu saja. Siapa yang mau bermain dengannya?” tanya namja yang mengenakan jaket kulit berwarna hitam itu.</p>
<p>                “Na!” ujar seorang namja lainnya. Namja itu mendekati Jiyeon dan berusaha mencium Jiyeon, Namun, Jiyeon menendangnya dengan keras hingga membuat namja itu mengeluarkan darah dari mulutnya.</p>
<p>                “Ya! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan!” ujar namja itu sambil menampar Jiyeon. Jiyeon berteriak meminta tolong, namun tak ada yang datang. Namja itu menampar Jiyeon sekali lagi hingga pipi Jiyeon memar.</p>
<p>                Brak!</p>
<p>                Sebuah pintu di dobrak oleh seorang namja yang bukan komplotan mereka. Minho menghajar namja yang menyakiti Jiyeon sampai namja-namja itu ketakutan dan pergi meninggalkan Jiyeon dan Minho. Minho berlari kearah Jiyeon yang menundukkan wajahnya.</p>
<p>                “Gwaenchana?” tanya Minho sambil berusaha mengangkat wajah Jiyeon. Namun, Jiyeon tak mau memperlihatkan wajahnya pada Minho. Minho memeluk Jiyeon yang masih ketakutan karena traumanya. Ia pernah nyaris diperkosa oleh seorang namja saat ia masih duduk di bangku SMP. Untung saja, ada seorang namja yang menyelamatkan hidupnya saat itu.</p>
<p>                Minho berusaha membujuk Jiyeon untuk segera keluar dari tempat itu. Namun, sepertinya Jiyeon masih sangat shock sehingga tak bisa melangkah. Jiyeon menghapus air matanya dan mulai mengangkat kepalanya. Kini, ia sudah tak menangis lagi. Minho kaget melihat pipi Jiyeon yang memar.</p>
<p>                “Apa namja itu yang melakukan ini padamu?” tanya Minho sambil terus memerhatikan Jiyeon. Jiyeon menunduk lagi. Kali ini, ia hanya mengangguk kecil. Minho mengelus rambut Jiyeon yang berada di pelukannya.</p>
<p>                Beberapa lama kemudian, Jiyeon terlihat sudah tenang. Ia melepaskan pelukan Minho. Minho merendahkan tubuhnya untuk melihat wajah Jiyeon yang memar. “Kajja.” Ia berjalan mendahului Jiyeon. Namun, Jiyeon menggantungkan tangannya pada sweater Minho. Akhirnya, Minho menggandeng tangan Jiyeon keluar dari tempat karaoke itu.</p>
<p>                Jiyeon tertidur di mobil yang disewa Minho. Mungkin, ia benar-benar kelelahan karena peristiwa yang dialaminya tadi. Minho memberhentikan mobilnya di satu-satunya klinik yang ada di daerah tersebut. Ia melihat pipi Jiyeon yang memar, juga lutut Jiyeon yang mengeluarkan banyak darah. Ia membangunkan Jiyeon dengan halus. “Jiyeon-ah.” Minho menepuk bahu Jiyeon dengan halus.</p>
<p>                Tak lama kemudian, Jiyeon membuka matanya yang masih sembab. “Wae?” tanyanya dengan pelan, seolah tak memiliki tenaga lagi.</p>
<p>                “Obati lukamu dulu. Kajja.” Minho menuntun Jiyeon keluar dari mobil dan membawanya masuk ke klinik. Minho memerhatikan Jiyeon yang sama sekali tidak mengeluh kesakitan saat lukanya ditetesi alkohol. Minho khawatir dengan keadaan yeoja itu.</p>
<p>                “Apa lukanya baik-baik saja?” tanya Minho pada seorang dokter yang merawat luka Jiyeon.</p>
<p>                “Ne, luka aghassi ini baik-baik saja. Tapi, apa aghassi ini memiliki trauma? Sepertinya ia sedang sangat tertekan.” Ujar dokter yang menangani luka Jiyeon itu. Dokter itu melambai-lambaikan tangannya di depan mata Jiyeon, namun ia tak berkedip sama sekali.</p>
<p>                “Kondisi kejiwaannya bisa terganggu jika ia terus mengingat traumanya. Dia butuh istirahat yang cukup.” Ujar dokter itu sambil meninggalkan Jiyeon dan Minho di dalam ruangan. Minho menghampiri Jiyeon yang masih melamun.</p>
<p>                Minho menepuk pundak Jiyeon, membuat Jiyeon tersadar dari lamunannya. “Dimana dokternya?” tanya Jiyeon yang sama sekali tak menyadari keadaan di sekelilingnya.</p>
<p>                Minho mengajak Jiyeon kembali ke villa karena sudah tengah malam. Minho mengantarkan Jiyeon ke kamarnya.</p>
<p>                Namun, tak lama kemudian, Jiyeon melompat menuju balkon kamar Minho dan mengetuk jendela kamar Minho. Minho yang tengah menonton tv membukakan jendelanya dan menyuruh Jiyeon untuk masuk. “Apa aku boleh tidur di sofamu malam ini?” tanya Jiyeon dengan ceria, seolah sudah melupakan kejadian yang tadi dialaminya.</p>
<p>                “Tidurlah di tempat tidur. Aku akan tidur di sofa.” Ujar Minho yang masih asik menonton tv. Jiyeon berjalan menuju temat tidur Minho dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.</p>
<p>                “Minho-ah, ada yang ingin aku tanyakan.” Ujar Jiyeon, sehingga membuat Minho menoleh kearahnya. “Mengapa kau begitu baik padaku?” Pertanyaan Jiyeon sukses membuat Minho bingung. Sebenarnya, Minho sendiri juga tak tahu apa yang membuatnya baik pada Jiyeon.</p>
<p>                “Apakah karena kau menganggapku yeodongsaengmu?”</p>
<p>                Minho hanya mengangguk mendengar perkataan Jiyeon. Walau mungkin sebenarnya ada alasan lain dibalik perbuatan baiknya pada Minho.</p>
<p>                Sudah jam 2 dini hari. Minho menoleh kearah Jiyeon yang ternyata masih membuka matanya. Minho menghampiri Jiyeon dengan mata setengah tertutup. “Mengapa kau belum tidur?” tanya Minho. Jiyeon hanya mengangkat bahunya pertanda tak tahu.</p>
<p>                Tiba-tiba handphone Jiyeon berbunyi. Minho mengambil handphone Jiyeon yang berada diatas meja dan memberikannya pada Jiyeon.</p>
<p><b><i>From     : Suzy</i></b></p>
<p><b><i>Jangan salahkan aku. Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mendekati Minho oppa.” </i></b></p>
<p> </p>
<p>                ‘<i>Mwo? Ternyata Suzy yang melakukan ini padaku?’ </i>batin Jiyeon. Jiyeon memang menganggap Suzy menyebalkan selama ini. Tapi ia tak menyangka bahwa teman sekelasnya itu bisa melakukan hal yang jahat.</p>
<p>                “Wae?” tanya Minho sambil berusaha merebut handphone Jiyeon. Namun, Jiyeon langsung mematikan handphonenya dan memasukkannya ke saku jaketnya.</p>
<p>                “Aniya. Kau mau minum soju? Aku memiliki banyak soju di kamar.” Ujar Jiyeon seakan meminta Minho untuk mengambil beberapa Soju dari kamarnya. Minho pun menuruti kemauan Jiyeon. Mereka berdua minum soju hingga tertidur.</p>
<p><b><i> </i></b></p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba, ia merasakan perih pada kakinya. Ia melihat ada luka dalam di kaki kirinya. ‘<i>Hm, kapan aku terluka separah ini?’ </i>batin Jiyeon.</p>
<p>                <i>Toktoktok… </i></p>
<p>                “Ireona, Minho-ah.” Ujar Jiyeon dengan lemas. Minho bangun dan kaget melihat Jiyeon yang sudah bangun.</p>
<p>                “Wae? Apa kau merasa ada yang tak enak?” tanya Minho sambil menarik tangan Jiyeon hingga Jiyeon jatuh ke pelukannya. Jiyeon berusaha melepaskan pelukan Minho dan berjalan menjauhinya.</p>
<p>                “Sepertinya Suzy menunggumu di luar. Aku akan kembali ke kamarku.” Ujar Jiyeon. Ia langsung meninggalkan Minho yang masih setengah mabuk.</p>
<p>                Minho menyapa Suzy dengan morning kiss di pipi kanannya. Suzy terkejut sekaligus senang melihat sikap Minho. Ia menyuruh Minho segera mandi dan berganti baju untuk jalan-jalan. Suzy melihat beberapa botol soju di dalam kamar Minho. “Oppa, kau mabuk?” tanya Suzy pada Minho yang hendak berjalan ke kamar mandi.</p>
<p>                “Anni.” Jawab Minho dengan langkah sempoyongan. Tiba-tiba, ia berjalan ke arah Suzy dan mendorongnya ke sofa. Bibirnya mengenai permukaan bibir Suzy yang merah. Minho memperdalam ciumannya dengan yeoja itu. Begitupun dengan Suzy. Suzy mulai membuka kancing kemeja Minho yang hanya ditutup sedikit saat Jiyeon masuk ke kamar Minho tanpa mengetuk pintu.</p>
<p>                Minho melepaskan ciumannya karena terkejut melihat Jiyeon yang sudah berada di dalam kamarnya.</p>
<p>                Jiyeon tak percaya melihat Minho yang sudah bertelanjang dada dengan Suzy di kamarnya. “m..mianhae.” Ujar Jiyeon dengan sedikit terbata-bata. Ia segera keluar dari kamar Minho dan berlari keluar villa.</p>
<p>                Seakan sadar dari mabuknya, Minho cepat-cepat memakai bajunya. “Mianhae, sepertinya aku mabuk.” Ujar Minho dengan raut wajah khawatir.</p>
<p>                Suzy memegang kening Minho. “Gomawo oppa. Aku sangat senang kau melakukannya padaku” Suzy memeluk Minho yang kini sudah mengenakan pakaian. “Sepertinya kau agak demam. Aku akan membiarkanmu beristirahat. Aku dan chingudeul akan berjalan-jalan. Annyeong!” Ucap Suzy meninggalkan Minho.</p>
<p>                Minho segera mengambil handphonenya dan berlari keluar villa. Ia mencari Jiyeon, namun tak ketemu. Ia khawatir jika terjadi sesuatu lagi dengan Jiyeon.</p>
<p>                Jiyeon bersandar dibalik sebuah batu besar yang ada di tepi pantai. Ia membiarkan bagian bawah tubuhnya terendam air laut. Ia berusaha menghilangkan semua ingatan buruk yang terjadi padanya kemarin, dan berhasil! Namun, ia malah memikirkan apa yang dilakukan oleh Minho pada Suzy di kamarnya.</p>
<p>                Dengan kaki yang penuh pasir, Jiyeon berjalan menyusuri pantai dan bertemu dengan Minho di ujung pantai. Minho memandangi Jiyeon yang tepat satu meter di depannya, namun ia tak mengatakan apapun.</p>
<p>                “Apa ada yang ingin kau katakan?” tanya Jiyeon berusaha mengilangkan pikiran buruknya pada Minho.</p>
<p>                Minho menggeleng pelan. “Kalau begitu aku pergi dulu.” Jiyeon berjalan melewati Minho, namun tangannya ditahan oleh Minho.</p>
<p>                “Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku melakukannya karena aku sedikit mabuk.” Minho berusaha menjelaskan hal yang dilakukannya pada Suzy beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>                Jiyeon melepas tangan Minho yang menggenggamnya dengan kasar. “Memangnya kau tahu apa yang kupikirkan?” tanya Jiyeon, kali ini ia menatap Minho dengan tajam.</p>
<p>                “Anni, kau pasti…”</p>
<p>                “Kau tak perlu menjelaskannya padaku. Aku sama sekali tak ingin tahu.” Ujar Jiyeon dengan dingin. Ia berjalan secepat mungkin untuk menghindari Minho, namun Minho mengikutinya dari belakang.</p>
<p>                “Apakah kau benar-benar tidak penasaran?” tanya Minho dengan nada yang dingin pula. “Jika kau berkata tidak, aku akan marah padamu.” Jiyeon berhenti mendengar ucapan Minho.</p>
<p>                Ia menoleh pada Minho yang menatapnya dengan dingin. “Aku…” Kini Jiyeon menatap Minho dengan mata yang berkaca-kaca. “Terserah kau saja.” Ujar Jiyeon. Kini ia benar-benar meninggalkan Minho yang sedang asyik dengan pemikirannya  sendiri.</p>
<p>                Jiyeon mengepak pakaiannya. Ia tidak tahan jika jarus bersama dengan Minho di Jeju. Ia kembali ke Seoul tanpa memberitahu siapapun, termasuk Minho.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Mwo? Waeyo Jiyeon-ah?” Tanya Yoo ajhumma yang kaget mendengar pernyataan Jiyeon. “Aku sudah lama tak mengunjungi appa di Jepang.” Jawab Jiyeon dengan ramah.</p>
<p>                “Arasseo. Kapan kau akan kembali?” tanya Yoo ajhumma.</p>
<p>                “Mollayo, ajhumma.” Jiyeon tersenyum dan berpamitan pada Yoo Ajhumma.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Sudah lama sejak kembali ke Seoul Minho tak melihat Jiyeon. Seringkali ia sengaja menunggu di ruang atas sampai Jiyeon pulang, namun ia tak pernah melihat Jiyeon sama sekali. Akhirnya, ia memutuskan untuk bertanya pada Yoo Ajhumma.</p>
<p>                “Ajhumma, Jiyeon kemana?” tanya Minho pada Yoo ajhumma yang sedang mengerjakan sesuatu di kamarnya.</p>
<p>                “Kau tidak tahu? Aku pikir kalian sangat dekat, mengapa Jiyeon tak memberitahumu?” jawab Yoo ajhumma membuat Minho lebih kebingungan.</p>
<p>                “Ne?”</p>
<p>                “Jiyeon pergi ke Jepang.” Ucapan Yoo ajhumma seperti menghantam hati Minho. Ia menyembunyikan kegelisahannya dan pamit kembali ke kamarnya pada Yoo Ajhumma. Ia berjalan mondar mandir di lantai satu dan kaget mendapati Suzy yang keluar dari salah satu kamar di ruang bawah.</p>
<p>                “Kenapa kau ada disini Suzy-ah?”</p>
<p>                “Pemilik baru kamar itu adalah sepupuku. Jadi, aku bisa sering-sering bermain kesini untuk bertemu denganmu, oppa.” Ujar Suzy dengan riang. Namun, sepertinya Minho sedang asik dengan pikirannya sendiri. </p>
<p> </p>
<p style="text-align:left;" align="center"> <strong>To be continued</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center"> </p>
<p style="text-align:left;" align="center">Chapter 2 nya udah selesai nihh. Gimana chingu, suka nggak sama chapter 2nya? semoga suka yaaa&lt;3 Mungkin banyak yang bingugn ye kenapa Myungsoo nggak banyak keluar di chapter ini? kalo bingung kalian WAJIB nungguin chapter 3nya ya chingu~</p>
<p style="text-align:left;" align="center">oh yaa, mianhae kalo banyak typo atau banyak bahasa yang susah dimengerti(?) semoga kalian memaklumi author pemula ini yaa~ buat yang mau kenal lebih deket sama author follow twitter diatas aja yaa~</p>
<p style="text-align:left;" align="center">FINALLY, jangan lupa tinggalin komentar kalian dibawah yaa. <strong>DON&#8217;T BE SILENT READER!</strong> Semua komentar yang kalian tinggalin sangat bermanfaat buat akuu, so tinggalin komentar sepanjang-panjangnya ya chingu &lt;3</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Thanks&lt;3</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7374&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/it-has-to-be-you-chapter-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c17558c5164509d47b46a6a132bf247?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinsungraaah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you1.png?w=487" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(EVERYTHING HAPPEN) UNDER THE MOON ~ PART 5</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/everything-happen-under-the-moon-part-5/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/everything-happen-under-the-moon-part-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 16:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bee678</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Myungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Nam Woohyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jaejoong]]></category>
		<category><![CDATA[Kris EXO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7370</guid>
		<description><![CDATA[Author             : @bee_678 Rating             : PG-15 Length             : Chapter Genre              : Romance, Fantasy Cast                 : Kim Myung Soo (L), Park Jiyeon, Nam Woohyun, Kim Jaejoong, Lee Jieun, Choi Sulli, Jung [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7370&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/utm-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7371" alt="UTM 6" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/utm-6.jpg?w=470&#038;h=352" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Author             : <a href="https://twitter.com/Bee_678">@bee_678</a></p>
<p>Rating             : PG-15</p>
<p>Length             : Chapter</p>
<p>Genre              : Romance, Fantasy</p>
<p>Cast                 : Kim Myung Soo (L), Park Jiyeon, Nam Woohyun, Kim Jaejoong, Lee Jieun, Choi Sulli, Jung Yunho, Choi Siwon, UEE, BoA, Kris, etc.</p>
<p>Disclaimer       : 100% original buatan author kecuali castnya..Say No to tukang fotokopi (Plagiat!!)</p>
<p>NB: Annyeong! Annyepng! maap baru muncul lagi..ini masih dengan UTM..karena waktu itu aku cuma post sampe part 4 di sini..selanjutnya kau bakalan post cerita baru..mianhe and gomawo..happy reading guys ^^<span id="more-7370"></span></p>
<p>All Author POV</p>
<p>Jiyeon duduk di bangku putih yang terletak di halaman sekolah. Yeoja itu terlihat sedang serius membaca buku tebal yang dipegangnya tanpa menyadari ada sesuatu yang sejak tadi mengawasinya.</p>
<p>Seorang namja berdiri di balik pohon pinus besar, tidak jauh dari tempat Jiyeon duduk saat itu. Matanya yang merah tidak pernah lepas dari yeoja menggiurkan di depannya. Dadanya naik turun menahan gairah besar dari dalam dirinya untuk segera menyerang yeoja spesial tersebut. Ia menyeringai memperlihatkan deretan giginya yang tajam berwarna kecoklatan.</p>
<p>“Aku akan berjasa besar bila dapat membawa yeoja merepotkan itu sebagai hadiah untuk My Lord!” gumamnya sambil tetap mempertahankan seringainya.</p>
<p>Namja ini memutar kepalanya sendiri dan perlahan-lahan wajah mulusnya menjadi mengerikan. Garis-garis menyerupai akar pohon hampir memenuhi wajahnya hingga leher. Tubuhnya membesar setengah kali lipatnya hingga kancing seragam yang dikenakannya terlepas. Jari-jari lentiknya mulai mengeluarkan kuku panjang kehitaman. Detik berikutnya ia siap menerjang yeoja lemah di hadapannya itu.</p>
<p>“Sudah lama aku tidak melihat vampir rendahan sepertimu.” terdengar suara dingin seseorang, sukses menghentikan pergerakan si vampir yang lebih terlihat seperti monster saat ini.</p>
<p>“Kim Myungsoo!” gumam sang vampir ketika melihat sesosok namja yang bersandar di pohon pinus lain di belakangnya.</p>
<p>“Aku memang bukan vampir berdarah murni. Tapi setidaknya levelku jauh diatasmu. Menurutmu, apakah kau pantas memanggil namaku begitu saja?” tanya Myungsoo datar. Vampir itu terkekeh sambil mundur beberapa langkah.</p>
<p>“Bagaimana kalau kau juga membantuku, Kim Myungsoo-shi! My Lord pasti akan sangat terkesan denganmu, vampir berbakat yang merupakan keturunan dari vampir murni dan pemburu vampir legendaris. Kau akan jauh lebih berkembang di bawah My Lord Vampir daripada bersama dengan Gyojang-nim itu.” si vampir yang sadar akan posisinya yang hanyalah vampir paling rendah dan tidak mungkin mampu mengalahkan vampir setingkat Myungsoo, akhirnya memilih untuk merayu namja itu agar bersekutu dengannya.</p>
<p>“Terima kasih kau telah mengingatkan siapa orang tuaku. Dan…..” Myungsoo menghentikan kalimatnya kemudian mendekati vampir rendah itu. “Kurasa tawaranmu itu cukup menarik.” ujar Myungsoo pelan sementara mata cokelatnya berkilat penuh amarah, menatap mahkluk mengerikan di hadapannya.</p>
<p>“Berhentilah menatapku seperti itu, Kim Myungsoo-shi!” si vampir tersungkur di bawah kaki Myungsoo sambil memohon pada namja ini.</p>
<p>“Memangnya kenapa dengan tatapanku?” tanya Myungsoo sambil terus melangkahkan kakinya, memaksa si vampir menyeret tubuhnya mundur. “Aku hanya melakukan tugasku. Kau tentu tahu jelas apa itu.” lanjut Myungsoo sukses membuat vampir rendah itu bergidik. “Aku akan melenyapkan semua yang hendak mencelakai Park Jiyeon.” Myungsoo mengakhiri ucapannya tepat saat tubuh si vampir membentur batang pohon pinus di belakangnya.</p>
<p>“Apa untungnya mengotori tanganmu sendiri untuk membunuh vampir rendah sepertiku?” ujar si vampir sambil memberanikan diri menatap mata Myungsoo.</p>
<p>“Benar juga ucapanmu. Tidak ada untungnya bagiku melenyapkanmu, tapi akan lain cerita bila aku membawamu ke hadapan Gyojang-nim untuk diinterogasi.” jawab Myungsoo disusul gerakan tangannya yang hendak menyeret vampir menyeramkan di depannya.</p>
<p>Belum sempat Myungsoo menyentuhnya, si vampir tiba-tiba berteriak. Suaranya yang melengking sangat memekakan telinga. Detik berikutnya vampir itu lenyap, berubah menjadi butiran debu kecokelatan dan mengeluarkan asap. Myungsoo terkejut. Namja ini langsung melemparkan pandangannya ke sekeliling halaman sekolah. Ada mahkluk lain di sana. Entah bersembunyi di mana, namun yang pasti mahkluk itu tidak mau ada yang membocorkan informasi apapun tentang Lord Vampir sehingga ia memutuskan membunuh vampir rendah tadi.</p>
<p>Myungsoo mengalihkan matanya yang sudah kembali normal pada sosok yeoja yang sebelumnya sedang serius membaca buku. Ia ingin memastikan yeoja itu tidak menyadari apa yang baru saja terjadi. Mata namja ini menyipit saat melihat namja lain tengah duduk di samping yeoja itu sambil tersenyum. Seketika itu dadanya terasa seperti dihantam sesuatu. Berbeda dengan kecemasan yang dirasakannya saat memergoki vampir rendah tadi hendak melukai Jiyeon, perasaan yang kini menyelimuti hati dan pikirannya sukses membuat pangeran es ini tidak nyaman. Untuk kesekian kalinya ia tidak terlalu suka melihat kedekatan yeoja itu dengan sunbaenya, Woohyun.</p>
<p>***</p>
<p>Jiyeon terusik saat mendengar jeritan samar di telinganya. Ia menoleh ke segala penjuru halaman sekolah untuk mencari sumber suara. Namun tidak ada satupun orang di sana. Yeoja ini mengerutkan keningnya sebelum akhirnya kembali memutuskan untuk meneruskan kegiatannya membaca novel.</p>
<p>Sudah hampir satu jam Jiyeon berada di halaman sekolah seorang diri. Dengan berbalutkan baju hangat yang terbuat dari wol putih tebal, yeoja ini menghabiskan waktunya untuk membaca novel fiksi yang dibawanya dari rumah. Hari minggu ini Luna Senior High School tidak ada kegiatan sama sekali. Sehingga walaupun matahari sudah terbenam sejak beberapa menit lalu, sekolah tetap sepi.</p>
<p>“Sepertinya akhir-akhir ini bertemu denganmu adalah hal yang sangat langka.” ujar seorang namja sukses membuat Jiyeon terkejut hingga menjatuhkan novel fiksi yang dipegangnya. “Mian, aku tidak bermaksud mengejutkanmu.” sambung namja tampan itu sambil memungut buku tebal yang tergeletak di atas rumput berembun.</p>
<p>“Gomawoyo!” gumam Jiyeon saat namja itu menyodorkan buku bersampul kuning ke arahnya. “Hmm..maaf, Sunbae, aku mau kembali ke asrama.” sambung Jiyeon sambil mengangguk lalu hendak beranjak dari tempat duduknya.</p>
<p>“Yaa, Park Jiyeon! Apakah kau begitu tidak ingin bertemu denganku?” protes namja itu sambil menahan lengan adik kelasnya ini. Jiyeon menoleh dalam diam. Untuk beberapa saat ia dan kakak kelasnya saling bertukar pandang. Selanjutnya yeoja ini menghela nafas sambil mengibaskan pelan lengan namja itu dari tangannya kemudian kembali duduk di tempatnya semula.</p>
<p>“Aku memang sedang tidak mau bertemu denganmu, Woohyun Sunbae!” ujar Jiyeon jujur lalu membuka kembali buku novelnya.</p>
<p>“Waeyo?” tanya Woohyun pura-pura bingung lalu duduk di sandaran kursi, di samping adik kelasnya. Jiyeon meliriknya sekilas lalu kembali berkonsentrasi pada bacaannya tanpa berniat menjawab sedikipun. “Lupakanlah!” ujar Woohyun kemudian. Jiyeon masih bergeming, tapi kerutan samar mulai muncul di keningnya. Yeoja ini masih menatap buku di tangannya, namun telinganya ia pasang untuk mendengar lanjutan kalimat namja tersebut. “Kalau perasaanku kemarin sudah menyulitkanmu, lebih baik kau lupakan saja. Anggap saja aku tidak pernah berkata apa-apa padamu.” sambung Woohyun sementara ia menengadahkan kepalanya ke langit jingga di atasnya.</p>
<p>Jiyeon langsung menoleh setelah mendengar ucapan sunbaenya itu. Ia menatap namja tampan di sampingnya dengan perasaan campur aduk. Ada secuil perasaan bersalah di sudut hati yeoja ini, yang telah sengaja menghindari sunbae favoritnya hanya karena namja itu mengutarakan perasaan jujurnya pada dirinya.</p>
<p>“Sunbae…aku..” tidak ada kata-kata yang mampu keluar dari mulut yeoja manis ini. Woohyun langsung menatap Jiyeon dan tersenyum.</p>
<p>“Jangan memasang tampang seperti itu! Kau terlihat sangat jelek.” ujar Woohyun sambil mengacak-acak rambut Jiyeon.</p>
<p>“Yaa, Sunbae, hentikan! Aku bukan Canis!” protes Jiyeon.  Woohyun menghentikan gerakan tangannya kemudian tertawa. “Gomawoyo!” ujar Jiyeon pelan sambil merapikan kembali rambutnya yang sedikit berantakan. Woohyun mengangguk sekilas.</p>
<p>“Kau suka cerita vampir?” tanya Woohyun sambil melirik buku di pangkuan Jiyeon. Yeoja ini mengikuti arah pandangan kakak kelasnya itu kemudian mengangguk sambil tersenyum. “Lalu bagaimana pendapatmu tentang mereka?”</p>
<p>“Mereka? Vampir?” ulang Jiyeon yang disusul anggukan kepala Woohyun. “Aku tidak percaya kalau mahkluk seperti mereka ada di dunia ini. Tapi bila sampai benar-benar ada, itu akan mengerikan sekali.”</p>
<p>“Mengerikan?” tanya Woohyun sambil menatap intens yeoja di sampingnya.  Jiyeon mengangguk yakin.</p>
<p>“Tentu saja. bagaimana tidak, mereka menghisap darah manusia tidak berdosa. Aigoo, aku tidak berani membayangkannya!” jawab Jiyeon sambil bergidik. Woohyun bergeming mendengar jawaban polos nan jujur dari lawan bicaranya itu. “Menurut sunbae sendiri bagaimana?” Jiyeon balas bertanya. Woohyun tidak langsung menjawab. Ia menatap yeoja itu sesaat, nampak seperti berpikir. Detik berikutnya ia mengangkat kedua bahunya.</p>
<p>“Entahlah. Tapi dari apa yang kubaca dari novel-novel fiksi seperti itu, kaum vampir itu sangat rupawan. Mungkin aku akan tertarik pada salah satu dari mereka.” tukas Woohyun.</p>
<p>“Eeiii!” protes yeoja ini lalu mengerucutkan bibir mungilnya.</p>
<p>Woohyun kembali terkekeh melihat tingkah Jiyeon. Namun beberapa detik kemudian tawanya terhenti dan berganti dengan raut kepanikan. Tiba-tiba saja yeoja di sampingnya itu memegangi dada kirinya sendiri sambil meringis. Butiran-butiran keringat mulai bermunculan di kening yeoja itu. Tampak jelas di wajahnya, rasa sakit yang teramat sedang dirasakannya.</p>
<p>“Jiyeon-ah, gwaenchanha? Apa yang terjadi?” tanya Woohyun panik. Jiyeon tidak mampu menjawab. Seperti ada yang memukul jantungnya, menghambat paru-parunya hingga ia kesulitan untuk bernafas. Rasa nyerinya semakin menjadi hingga akhirnya ia berteriak karena tidak tahan. Woohyun berjongkok di hadapan yeoja itu sambil memegang kedua bahu Jiyeon. “Jiyeon-ah, waeyo? Mani appo?” tanya Woohyun lagi. Selanjutnya namja ini kembali mencium aroma yang akhir-akhir ini tidak asing di hidungnya. Aroma darah yang semakin tercium jelas dari hari ke hari. Aura mencekam yang semakin menusuk disusul dengan warna hitam yang menyelimuti bulan yang baru saja muncul dari peraduannya.</p>
<p>“Sunbae-nim, sebaiknya kita bawa dia ke tempat Siwon Saem!” suara seorang namja sukses mengalihkan perhatian Woohyun. Ia tampak bingung mendapati Myungsoo sudah berada bersama mereka. Namun namja ini mengesampingkan pikirannya itu. Woohyun mengangguk lalu hendak menggendong Jiyeon menuju ruang kesehatan sekolah.</p>
<p>“Tidak perlu, Sunbae! Aku sudah baikan.” tolak Jiyeon sedikit terangah-engah. Yeoja ini mulai kembali mengatur nafasnya.</p>
<p>“Kau jangan membantah!” ujar Myungsoo agak keras. Jiyeon langsung melirik namja yang berdiri tegak di sampingnya itu sesaat tanpa mengeluarkan suaranya sedikitpun. Sedangkan Woohyun tidak sekalipun mengalihkan pandangannya dari yeoja pucat yang masih tidak beranjak dari tempat duduknya.</p>
<p>“Benar kata L, sebaiknya kau dibawa ke ruang kesehatan untuk diperiksa.” tambah Woohyun sambil mengelus pelan puncak kepala Jiyeon. Perut Myungsoo tiba-tiba terasa mual saat melihat pemandangan itu. Menyaksikannya kedekatan kedua orang itu dari jarak seperti sekarang, membuat perasaannya semakin tidak karuan.</p>
<p>“Aku sudah tidak apa-apa. Aku lebih suka beristirahat di kamarku.” tukas Jiyeon lalu memperlihatkan senyuman tipis di wajahnya.</p>
<p>“Sebenarnya apa yang terjadi? Apa kau sering seperti ini?” tanya Woohyun. Jiyeon menggeleng.</p>
<p>“Ini ketiga kalinya dan rasanya tiap kali semakin sakit.” jawab yeoja itu sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.</p>
<p>“Tiga kali?” ulang Woohyun dengan sebelah alis terangkat. Jiyeon mengangguk lemah.</p>
<p>“Pertama di ruang kesehatan, saat tanganku terluka. Kedua saat aku berada di dalam hutan.” jelas Jiyeon. Ekspresi wajah Woohyun maupun Myungsoo berubah seketika. Mereka langsung menyadari, saat Jiyeon merasa kesakitan, itu berarti kebangkitan Lord Vampir semakin dekat.</p>
<p>“L-yah, tolong antar Jiyeon ke kamarnya. Aku harus bertemu Gyojang-nim.” tukas Woohyun disusul anggukan kepala Myungsoo. “Aku pergi dulu. Kau istirahatlah baik-baik.” ujar Woohyun sambil kembali mengelus pelan puncak kepala Jiyeon. Yeoja ini mengangguk.</p>
<p>“Apa yang kau lakukan?” tanya Jiyeon panik saat Myungsoo menyelipkan lengannya diantara kepala dan kakinya, tepat setelah Woohyun pergi dari tempat itu. “Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!” seru Jiyeon sambil menggerak-gerakkan kakinya.</p>
<p>“Bisakah kau diam, Nona! Kau sudah cukup berat tanpa harus bergoyang-goyang seperti itu.” ujar Myungsoo datar sambil melangkahkan kakinya menuju gedung sekolah.</p>
<p>“Aku tidak pernah menyuruhmu menggendongku!” bantah Jiyeon sambil terus meronta.</p>
<p>“Kalau kau terus bergerak, jangan salahkan aku bila kejadian di aula olahraga itu kembali terulang!” ancam Myungsoo sambil menghentikan langkahnya. Jiyeon langsung membeku mendengar ancaman namja yang membopongnya. Pipinya seketika itu merona. Setelah merasa Jiyeon tidak akan memberontak lagi, Myungsoo kembali melangkahkan kakinya menuju asrama puteri.</p>
<p>“Gomawo.” ujar Jiyeon pelan begitu tiba di depan pintu kamarnya. Myungsoo menurunkan yeoja itu dengan hati-hati.</p>
<p>“Berhentilah menghindariku! Kau kira aku ini bakteri, huh? Soal waktu itu, kau tidak perlu berpikiran macam-macam! Itu hanya kecelakaan. Sekarang masuk dan beristirahatlah! Kalau ada apa-apa kau bisa memanggilku.” ujar Myungsoo lalu pergi meninggalkan Jiyeon yang terpaku di depan pintu.</p>
<p>“Mwo? Apa yang baru dikatakannya? Siapa yang menganggapnya bakteri? Kecelakaan? Iya, itu memang hanya kecelakaan! Aku tidak seharusnya memikirkan hal itu 2 minggu belakangan ini. Dan apa tadi? Memberitahunya bila aku perlu sesuatu? Untuk apa aku melakukannya? Bukankah ada Jieun di kamarku? Haiiiissss!! Mengapa namja itu selalu membuatku kesal sekaligus bingung dengan sikapnya?” omel Jiyeon panjang lebar sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. “BABO NAMJA!” seru yeoja itu sebelum ia masuk ke kamarnya dengan membanting pintu di belakangnya.</p>
<p>***</p>
<p>Woohyun memilih berputar melalui taman belakang sekolah menuju ruangan kepala sekolah. Namja ini sempat berhenti sesaat lalu tersenyum sinis ketika menyadari ada orang lain di sana. Orang yang saat ini memperhatikannya dengan intens. Woohyun tahu jelas siapa orang itu. Namun ia memilih untuk terus melanjutkan perjalanannya menemui Gyojang-nim, daripada berhadapan dengan vampir tangguh yang membuntutinya.</p>
<p>***</p>
<p>Pukul 12.50 malam, aula besar yang berada di lantai dua gedung sekolah sudah dipenuhi oleh para guru, dan anggota <i>Stratiotis Selene. </i>Mereka tengah menunggu kedatangan sang kepala sekolah yang beberapa waktu yang lalu meminta mereka berkumpul di aula serba guna ini.</p>
<p>Orang-orang di dalam aula itu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Beberapa dari mereka ada juga yang mulai berbisik-bisik, menerka maksud dari pertemuan mendadak ini. Tidak lama kemudian, orang yang ditunggu datang juga. Jaejoong masuk ke aula tersebut dengan ekspresi serius diikuti Woohyun dan Kris dibelakangnya.</p>
<p>Para anggota <i>Stratiotis Selene </i>dan keempat guru yang ada di sana langsung berdiri dari kursi mereka masing-masing untuk menyambut kedatangan sang kepala sekolah. Tanpa mengeluarkan suaranya, Jaejoong langsung menempati kursi mewah yang terletak di tengah meja kayu panjang yang dikelilingi penghuni aula saat itu. Kepala sekolah ini mengangkat tangannya sekilas, mempersilakan semua yang hadir untuk duduk.</p>
<p>“Kebangkitan iblis itu ternyata mempengaruhi Park Jiyeon! Selama ini, setiap kali iblis itu terbangun, anak itulah yang menggantikannya menahan rasa sakit.” tukas Jaejoong tanpa basa-basi. Kehebohan langsung memenuhi seisi ruangan setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan sang kepala sekolah. Berbeda dengan yang lainnya, Myungsoo memilih untuk diam dan mengubur dalam-dalam emosi yang berteriak di dalam dadanya.  “Jujur, aku kecewa pada anggota <i>Stratiotis Selene </i>dan guru-guru di tempat ini, karena tidak menyadarinya lebih cepat.” sambung Jaejoong dingin sambil menatap tajam setiap orang yang ada di aula tersebut, membuat semua yang hadir mengatupkan rahang mereka dan menunduk.</p>
<p>Keheningan yang menegangkan menyelimuti seluruh penjuru aula itu. Detik berikutnya terdengar bunyi dentang keras yang berasal dari jam raksasa di puncak menara sekolah.</p>
<p>“Maaf, Gyojang-nim, kami….” Jaejoong mengangkat sebelah tangannya memaksa UEE menghentikan kalimatnya.</p>
<p>“L-yah!” panggil Jaejoong. Namja yang namanya baru saja disebut langsung menoleh. “Ada yang ingin kau sampaikan padaku, tentang kejadian di halaman sekolah tadi sore?” tanya Jaejoong kemudian tanpa menghilangkan ekspresi dingin di wajahnya. Myungsoo terdiam sesaat hingga akhirnya mengangguk pelan.</p>
<p>“Para ‘Blood Vassal’ sudah mulai menampakan diri mereka. Tadi sore aku memergoki salah satu dari mereka yang ternyata murid sekolah ini, hendak mencelakai Park Jiyeon-shi. Tadinya aku mau membawa vampir itu untuk diinterogasi, namun ada vampir lain yang berhasil melenyapkannya lebih dulu.” cerita Myungsoo yang langsung disambut oleh tatapan terkejut dari semua orang yang ada di tempat itu.</p>
<p>“Dan kapan rencananya kau akan memberitahukan hal ini padaku?” tanya Jaejoong pelan tapi menusuk. Matanya berkilat menatap namja yang duduk di bangku keempat pada sisi kanannya.</p>
<p>“Maaf, Gyojang-nim, aku bermaksud memberitahukan pada anda besok setelah aku menyelidikinya lagi.” jawab Myungsoo sopan.</p>
<p>“Aku berterima kasih atas inisiatifmu itu, tapi aku lebih senang bila kau memberitahukannya dahulu padaku atau pada Kris.” ujar Jaejoong.</p>
<p>“Hal itu tidak akan terjadi lagi, Gyojang-nim. Maafkan aku!” kata Myungsoo sambil mengangguk singkat. Saat kembali mengangkat kepalanya, mata namja ini sempat beradu dengan mata gelap milik ketua <i>Stratiotis Selene</i>.</p>
<p>“Seperti yang kalian telah dengar, para pengikut iblis itu sudah mulai berani menunjukkan diri mereka. Itu berarti kebangkitan vampir mengerikan itu tinggal menghitung hari. Dan yang lebih penting dari itu semua..” Jaejoong menghentikan kalimatnya lalu menautkan jemarinya di depan wajahnya sendiri.</p>
<p>“Luna sudah tidak aman!” gumam seisi ruangan hampir bersamaan.</p>
<p>“Maka dari itu…” seru Jaejoong dan semua orang di aula itu kembali terdiam, siap mendengarkan perintah sang kepla sekolah. “Para anggota <i>Stratiotis Selene, </i>bagilah diri kalian kedalam kelompok berisi 3 orang. Mulai detik ini setiap kelompok bergantian untuk berjaga di sekeliling sekolah. Sedangkan bagi para guru, aku minta kalian untuk diam-diam menggeledah seluruh penghuni sekolah karena di tubuh para ‘Blood Vassal’ akan ada ukiran huruf T yang terbuat dari darah.”</p>
<p>“Baik, Gyojang-nim!” jawab semua yang hadir, kompak.</p>
<p>“Satu lagi! Mulai sekarang aku minta Kris untuk menjaga Jiyeon 24 jam setiap hari.” sambung Jaejoong sukses membuat Woohyun dan Myungsoo terkejut.</p>
<p>“Gyojang-nim, ijinkan aku membantu Kris. Bukankah akan lebih baik bila lebih banyak orang yang menjaga Jiyeon?” tukas Woohyun mengajukan diri. Jaejoong tidak langsung menjawab. Ia menatap salah satu vampir murni yang masih tersisa di dalam sekolahnya itu lekat sebelum akhirnya mengangguk.</p>
<p>“Baiklah! Apa yang kau katakan ada benarnya. Hmm..kalau begitu L juga akan cukup membantu, mengingat ia dan Jiyeon adalah teman sekelas. Kau tidak keberatan bukan L-yah?” ujar Jaejoong.</p>
<p>“Aku akan melaksanakan sesuai perintahmu, Gyojang-nim!” jawab L tegas. Detik berikutnya Myungsoo, Woohyun, dan Kris saling berpandangan. Ketua <i>Stratiotis Selene</i> ini tersenyum simpul menatap kedua rekannya itu.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu, silakan kalian bertugas! Sisanya serahkan padaku. Aku juga akan meminta bantuan Canis dan serigala lainnya untuk meningkatkan keamanan Luna.” Jaejoong mengakhiri pertemuan mendadak itu.</p>
<p>***</p>
<p>“Park Jiyeon, aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu!” terdengar suara bisikan di telinga Jiyeon yang sukses membuat yeoja ini terusik dari tidur nyenyaknya. “Bagiamana rasanya menjadi yeoja spesial, sayang?” bisikan itu terdengar semakin jelas. Suara berat yang sebelumnya pernah didengarnya, suara yang mampu membuat dadanya sesak seperti saat ini. Jiyeon menggeliat di atas tempat tidurnya dengan keringat yang membasahi wajah dan lehernya. “Sebentar lagi. Sebentar lagi kita bisa bertemu, Jiyeon-ah.” kalimat terakhir itu sontak membuat Jiyeon terjaga.</p>
<p>Yeoja ini terengah-engah seperti baru berlari jauh. Bagian atas baju tidurnya basah karena keringat. Jiyeon langsung menyalakan lampu tidur yang terletak di atas lemari kecil di antara ranjangnya dan ranjang Jieun. Cahaya remang-remang langsung menghiasi kamar itu sehingga ia bisa melihat tempat tidur kosong disampingnya.</p>
<p><i>Ke mana Jieun malam-malam begini</i>, pikirnya. Jiyeon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sendiri. Otaknya kembali memikirkan apa yang baru saja dialaminya. Suara itu begitu nyata untuk Jiyeon. Rasanya orang yang berisik tadi ada di sampingnya, mengawasinya dengan kebencian yang mendalam.</p>
<p>“Aku tidak akan bisa tidur lagi. Sebaiknya aku keluar untuk mencari Jieun.” gumam Jiyeon kemudian. Ia turun dari tempat tidurnya, menarik mantel yang digantung di samping pintu, lalu meninggalkan kamarnya itu.</p>
<p>Yeoja ini berjalan dalam diam. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Seskali ia usap-usapkan lengannya untuk mengurangi udara dingin yang menusuk. Jiyeon melintasi jembatan penghubung asrama dan gedung sekolahnya sambil memperhatikan keadaan di bawahnya. Mata Jiyeon menyipit saat melihat tiga orang yang sedang berjalan melintasi halaman sekolah.</p>
<p>“Sepertinya itu Sulli dan para sunbae kelas Half Moon. Apa yang mereka lakukan malam-malam begini?” tanya Jiyeon pada diri sendiri. Detik berikutnya matanya melebar saat melihat sekumpulan hewan menyerupai Canis berjalan di belakang mereka. Jumlahnya cukup banyak dan itu sangat tidak masuk akal menurut Jiyeon.</p>
<p>“Apa yang kau lakukan malam-malam begini murid baru?” belum sempat Jiyeon percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya, suara seorang yeoja sudah membuatnya terlonjak kaget. Jiyeon menoleh ke belakang dan mendapati seorang yeoja berseragam dengan pita merah milik kelas Full Moon di bagian kerahnya.</p>
<p>“Aku..aku hanya tidak bisa tidur, jadi keluar sebentar untuk mencari angin, Sunbae!” jawab Jiyeon agak terbata-bata. Yeoja itu tersenyum lalu bergerak mendekati adik kelasnya. Secara naluriah, Jiyeon langsung melangkah mundur. Entah mengapa senyuman yang diperlihatkan sunbaenya ini terkesan menakutkan baginya.</p>
<p>“Kalau begitu jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu padamu.” ujar yeoja tersebut dan bersamaan dengan itu tiba-tiba muncul beberapa orang lain di belakangnya.</p>
<p>Mata Jiyeon membulat melihat tiga orang namja dan dua orang yeoja lain yang merupakan murid Luna dari setiap tingkatan, berjalan mendekatinya. Detik berikutnya tubuh Jiyeon menegang disusul dengan lututnya yang mendadak lemas ketika menyaksikan perubahan mengerikan dari keenam murid berseragam di hadapannya.</p>
<p>Perlahan-lahan mereka berubah. Kecantikan dan ketampanan yang sebelumnya nampak jelas di wajah mereka menghilang dan digantikan oleh kerutan-kerutan dan garis-garis hitam berbentuk akar pohon. Bola mata keenam mahkluk tersebut menjadi merah menyala. Mereka terus berjalan mendekati JIyeon dengan menunjukkan taring dan cakar panjangnya yang kotor.</p>
<p>Otak Jiyeon membeku. Apa yang dilihatnya saat ini sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehatnya. Mahkluk mengerikan yang sedang mendekatinya sama seperti yang ia baca di novel-novel fiksi kesukaannya. Dan seperti yang Jiyeon katakan sebelumnya, mereka tidak mungkin ada di kehidupan nyata. Ketakutan dan kebingungan bersatu di hati yeoja cantik ini.</p>
<p>Tidak hanya disitu, keterkejutan yang Jiyeon alami masih berlanjut bahkan yeoja ini dibuat kaget berkali-kali lipat saat tiba-tiba empat murid Luna lainnya berdiri di hadapannya, siap melawan mahkluk mengerikan yang hendak mencelakai dirinya. Jiyeon tersungkur saking lemasnya. Satu per satu mahkluk menyeramkan tersebut berubah menjadi debu kecokelatan dengan sekali kibasan tangan keempat murid yang terlihat lebih normal saat itu.</p>
<p>Mata Jiyeon tidak berkedip namun tubuhnya bergetar hebat. Yeoja ini tidak melepaskan pandangannya sekalipun pada kejadian aneh di depannya. Hingga tanpa ia sadari, ada mahkluk lain yang mendekatinya dari balik punggungnya. Jiyeon menjerit saat merasakan tangan kasar yang dingin menyentuh pundaknya. Ekor matanya melihat kuku hitam yang panjang dari tangan tersebut.</p>
<p>Yeoja ini meronta sambil terus berteriak. Sedetik kemudian mulut Jiyeon menganga karena melihat tangan yang menyentuhnya tadi putus tepat didepan matanya. Dan hal itu dilakukan oleh yeoja yang sudah menjadi teman dekatnya. Jieun, teman sekamarnya, sudah berdiri di hadapannya. Ia mengerang dan memperlihatkan taringnya yang tajam. Matanya berubah menjadi kuning tembaga. Sebelah tangannya menggengam rantai panjang yang menyala seperti api. Alat itulah yang dipakainya untuk memutuskan lengan monster mengerikan tadi. Jieun mengerang sekali lagi sambil mengibaskan tangannya dan detik berikutnya vampir rendah itu mengikuti jejak teman-temannya, berubah menjadi debu kecokelatan yang mengeluarkan bau busuk.</p>
<p>“Cih! Mahkluk-mahkluk tolol! Ingin terlihat berjasa tapi malah merepotkan! Sungguh tidak berguna!” ujar seseorang yang ternyata sejak tadi memperhatikan peperangan kecil itu dari balik kegelapan.</p>
<p>Kesadaran Jiyeon masih belum terkumpul. Ia menatap Jieun dan keempat murid lainnya tidak percaya. Wujud mereka perlahan-lahan kembali normal. Tidak seperti mahkluk-mahkluk sebelumnya, kelima mahkluk yang berdiri di depannya tetap terlihat rupawan meskipun dengan taring, cakar dan warna bola mata yang berubah. Namun itu semua tetap mengerikan bagi Jiyeon.</p>
<p>“Jiyeon-ah, gwaenchanha? Apa kau terluka?” tanya Jieun panik sambil berlutut di depan yeoja yang wajahnya memucat ini.</p>
<p>Jiyeon bergeming. Matanya tidak lepas dari wajah cantik nan lugu milik teman sekamarnya itu. Orang yang sama dengan mahkluk menakutkan tadi. Tiba-tiba saja dengan reflek, Jiyeon menghempaskan tangan temannya itu sambil bergerak mundur. Jieun terkejut dengan sikap yeoja di hadapannya ini.</p>
<p>“Jiyeon-ah, ini aku IU. Lee Jieun, teman sekamarmu!” ujar Jieun meyakinkan. Jiyeon menggelengkan kepalanya kuat-kuat.</p>
<p>“Kau monster mengerikan!” ujar Jiyeon sambil berdiri lalu berlari menjauh dari yeoja mungil itu. Jieun tercengang. Hatinya tiba-tiba sakit setelah mendengar perkataan Jiyeon barusan. Yeoja yang sudah ia anggap teman dan sudah siap ia jadikan sahabatnya itu, menyebutnya monster yang mengerikan. Bahkan Jiyeon tidak menoleh sedikitpun. Ia terus berlari menuruni anak tangga entah menuju ke mana.</p>
<p>***</p>
<p>Jiyeon masuk ke dalam perpustakaan dan menutup pintunya rapat-rapat. Setelah itu ia langsung tersungkur di balik pintu kayu besar tersebut. Tangannya memegangi bagian atas mantelnya sambil mencoba mengatur nafasnya sendiri. Berkali-kali yeoja ini menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Berharap semua yang ia saksikan tadi hanyalah sebuah mimpi buruk.</p>
<p>“Apapun yang kau lakukan, semua yang kau lihat tadi adalah nyata.” suara seorang namja kembali membuat Jiyeon terkejut. Ia langsung berdiri dan melemparkan pandangannya ke penjuru ruangan. Matanya berhenti pada sesosok namja yang duduk santai di jendela raksasa di salah satu sisi perpustakaan.</p>
<p>“Kim Myungsoo.” gumam Jiyeon dan tanpa sadar ia mengepal kedua tangannya di samping tubuhnya. Myungsoo beranjak dari posisinya untuk mendekati yeoja itu.</p>
<p>“Jangan mendekat!” perintah Jiyeon saat ia sudah bisa melihat dengan jelas wajah namja tampan itu di perpustakaan yang gelap itu. Myungsoo menurut. Ia menghentikan langkahnya tidak jauh dari tempat Jiyeon berdiri. “Siapa kau sebenarnya?” tanya Jiyeon namun tiba-tiba yeoja ini menggeleng. “Ani, mahkluk apa sebenarnya kalian ini?” ralat Jiyeon.  Myungsoo tidak langsung menjawab. Namja ini malah membuat Jiyeon ketakutan dengan memperlihatkan taringnya, merubah warna bola matanya, dan menunjukkan cakarnya yang panjang. “Se..se..sebenarnya  ka..kalian itu a..apa?” tanya Jiyeon lagi dengan terbata-bata sambil melangkah mundur meskipun itu usaha yang sia-sia karena kini punggungnya sudah menempel pada pintu.</p>
<p>“Vampir.” jawab Myungsoo datar.</p>
<p>“MWO?” pekik Jiyeon. Ia merasakan tenggorokannya kering. “Kau pikir aku akan percaya dengan hal mustahil seperti itu?” sambung Jiyeon dengan suara yang terdengar serak.</p>
<p>“Cih! Bahkan disaat seperti ini kau masih keras kepala dan tidak percaya dengan apa yang telah kau lihat. Benar-benar tuan puteri yang merepotkan.” cibir Myungsoo. Jiyeon bergeming. Ia sudah tidak mampu memikirkan kata-kata yang seharusnya ia ucapkan saat ini. “Aku tidak peduli, kalau kau tidak percaya dengan perkataanku tadi. Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa ucapanmu tadi pada Jieun sudah keterlaluan. Bagaimana mungkin kau mengatai orang yang telah menyelamatkanmu sebagai monster menyeramkan?”</p>
<p>“Aku..aku..” Jiyeon bingung harus menjawab apa hingga akhirnya ia mengeluarkan kata-kata yang sama sekali tidak ia pikirkan sebelumnya. “Lalu apa yang harus ku katakan? Terima kasih? Lucu! Aku hanya mengatakan hal yang kurasakan. Dia, kau, dan semua mahkluk di tempat ini mengerikan! Kalian penghisap darah manusia tidak berdosa! Dan tidak menutup kemungkinan aku akan menjadi korban kalian! Apa yang Appaku pikirkan sehingga ia memasukkanku ke sekolah aneh seperti ini? Aku…” ucapan Jiyeon terputus saat mendengar erangan yang berasal dari namja di depannya. Jiyeon terbelalak sementara namja di depannya berjalan ke arahnya sambil menatapnya tajam. Sepertinya kata-kata yeoja ini tadi sukses membuat Myungsoo tersinggung.</p>
<p>“Kau pikir, apakah mungkin ada mahkluk selain vampir yang bersekolah di sini, Nona Park Jiyeon yang terhormat?” ujar Myungsoo sinis sambil melewati yeoja yang kini berdiri terpaku.</p>
<p>To be Continued………</p>
<p>P.S : ini udah aku buat sampe part 9 tapi ga aku post di sini..kalo ada yagn belum baca dan mau baca langusng aja ke <a href="http://highschoolfanfiction.wordpress.com/author/bee678/">sini</a>..gomapdaa..</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fan-fiction/'>Fan Fiction</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/iu/'>IU</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kim-jaejoong/'>Kim Jaejoong</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kim-myungsoo/'>Kim Myungsoo</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kris-exo/'>Kris EXO</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/nam-woohyun/'>Nam Woohyun</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-jiyeon/'>Park Jiyeon</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7370&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/19/everything-happen-under-the-moon-part-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6a7846f18a2d822e1acbcf5d6fc47d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bee678</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/utm-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">UTM 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It Has To Be You (Chapter 1)</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/13/it-has-to-be-you-chapter-1/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/13/it-has-to-be-you-chapter-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 13:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shinsungraaah</dc:creator>
				<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[bae suzy]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Myungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7350</guid>
		<description><![CDATA[Title : It has to be you (Chapter 1) Genre : Romance, Friendship Author : Shin Sungra [twitter] Length : 4304 words Maincast : Park Jiyeon Othercast : Cari sendiri [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7350&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you.png"><img class="size-full wp-image" id="i-7349" alt="Image" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you.png?w=487" /></a></p>
<p>Title : It has to be you (Chapter 1)</p>
<p>Genre : Romance, Friendship</p>
<p>Author : Shin Sungra [<a title="orystva" href="https://twitter.com/orystva">twitter</a>]</p>
<p>Length : 4304 words</p>
<p>Maincast : Park Jiyeon</p>
<p>Othercast : Cari sendiri ye :p</p>
<p><span id="more-7350"></span>Hai! masih inget sama aku nggak chingu. hehe, secara baru hiatus panjang. kali ini aku bawa ff chapter lagi, ceritanya masih tentang school life sih. </p>
<p>Happy reading ya guys! Jangan jadi silent readers ye, kasih saran/komentar di bawah. Gamsa~</p>
<p> </p>
<p><strong>Chapter 1</strong></p>
<p>                “Mwoya ige? Aku tak melakukan kesalahan apapun. Aish~ Mengapa namja tua itu tak mau mendengar kata-kataku dulu. Geurae, Suzy jauh lebih cantik dariku. Apa ia benar-benar menyukai anak gadis seusiaku? Aigoo~ pilih kasih sekali Inseong ssaem.” Gerutu seorang yeoja yang sedang dihukum di depan kelasnya. Tiba-tiba seorang namja tampan datang menghampirinya. Ia tertawa melihat yeoja yang sedang dihukum itu. “Mwo?” tanya yeoja itu membesarkan matanya.</p>
<p>                Namja itu membungkuk untuk melihat wajah yeoja yang ada didepannya itu. “Apa lagi yang kau lakukan?” tanyanya. Ia duduk disebelah yeoja yang sedang mengangkat tangannya itu.</p>
<p>                “Anni, Suzy meminta jawaban padaku saat ulangan. Tapi kau tahu? Inseong ssaem bukan menghukumnya malah menghukumku.” Yeoja itu langsung membungkam mulutnya seakan teringat sesuatu. Ia melihat kearah namja yang sama sekali tak melihatnya itu.</p>
<p>                “Suzy bukan orang seperti itu Jiyeon-ah.” Ujar namja itu sambil tersenyum.</p>
<p>                “Ah, molla! Kalau kau tak percaya padaku lebih baik ka pergi saja. Jangan menggangguku.” Jiyeon kembali mengangkat tangannya sambil mengalihkan pandangannya dari namja yang duduk di sebelahnya itu.</p>
<p>                “Arasseo. Aku duluan.” Namja itu mengacak-acak rambut Jiyeon dengan pelan dan berlari meninggalkannya.</p>
<p>                “Geurae, tentu saja kau membelanya. Kau kan menyukainya. Aigoo~ mengapa semua orang di sekolah ini sangat menyukainya?” Gerutu Jiyeon sambil diam-diam menurunkan tangannya yang sudah lelah itu.</p>
<p>                Jiyeon berjalan menuju rumahnya sambil memijati tangannya sendiri. Selama perjalanan, ia terus saja menggerutu seperti yang ia lakukan di sekolah. Tiba-tiba, sebuah tangan menyentuh pundaknya. “Myungsoo?” Mata Jiyeon semakin melebar saat melihat namja yang berada di belakangnya tersenyum. Namja itu merengkuh Jiyeon ke dalam pelukannya. Namun, Jiyeon langsung melepaskan pelukan itu dengan sedikit kasar.</p>
<p>                “Ya! Kapan kau datang? Mengapa tak memberitahuku?” Ujar Jiyeon sambil memandangi namja yang sebenarnya sangat dirindukannya itu.</p>
<p>                “Baru saja, aku langsung datang menemuimu. Kau tidak berubah.” Myungsoo tersenyum penuh arti pada Jiyeon. Jiyeon langsung berjalan meninggalkan Myungsoo. Namun, Myungsoo mengikutinya dan merangkulnya dari belakang. “Waah, aku benar-benar merindukanmu Jiyeon-ah.”</p>
<p>                Jiyeon hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Myungsoo. “Apakah kau akan tinggal di Gangnam lagi?” Tanya Jiyeon pada namja yang diam-diam disukainya selama beberapa tahun terakhir ini.</p>
<p>                “Eoh, bukankah masih ada kamar kosong di rumah Yoo ajhumma? Aku besok akan mengurus kepindahanku ke Seoul, aku juga akan bersekolah di sekolah yang sama denganmu.” Ujar Myungsoo membuat hati Jiyeon sangat senang. Namun ia hanya mengangguk, seakan mengatakan ‘<i>itu tak ada hubungannya denganku.’</i></p>
<p>                Jiyeon dan Myungsoo memasuki sebuah rumah mewah yang disewakan untuk murid yang sekolahnya berada di Gangnam. “Aku pulang, Yoo ajhumma.” Jiyeon menyapa ajhumma pemilik rumah yang berada di ruang kerjanya.</p>
<p>                “Eoh. Mwoya? Apa kau Myungsoo?” tanya Yoo ajhumma sambul memakai kacamatanya.</p>
<p>                “Ne, ajhumma~ jinjja pogoshippoyo!” ujar Myungsoo memeluk Yoo ajhumma dengan erat.</p>
<p>                “Aigoo. Kemana saja kau? Ajhumma juga merindukanmu. Kau akan tinggal disinikan? Ajhumma selalu mengosongkan satu kamar untukmu.” Yoo ajhumma terlihat sangat menyayangi Myungsoo. Tentu saja, Myungsoo sudah tinggal di rumah itu sejak ia berumur 8 tahun. Baru 3 tahun yang lalu, ia meninggalkan Seoul untuk menemani eommanya berobat di New York.</p>
<p>                “Ne, ajhumma.” Jiyeon hanya geleng-geleng melihat kemesraan Myungsoo dan Yoo ajhumma. Ia meninggalkan Myungsoo dan Yoo ajhumma yang sepertinya ingin mengenang masa lalunya.</p>
<p>                Ia berjalan ke kamarnya yang berada diatas.</p>
<p>                “Kau baru pulang?” tanya seorang namja yang tinggal di depan kamar Jiyeon. Namja yang tadi menertawainya di sekolah.</p>
<p>                “Kau mencariku?” tanya Jiyeon dengan lemas. Sepertinya tenaganya memang sudah habis karena hari ini ia merasa sangat sial.</p>
<p>                “Anni, aku hanya ingin meminjam komik.” Ujar namja itu tanpa melihat Jiyeon. Jiyeon langsung membukakan pintu kamarnya dan menyuruh namja itu untuk mencari komik sendiri karena ia sedang lelah. Sementara namja itu mencari komik, Jiyeon malah merebahkan tubuhnya di kasur.</p>
<p>                “Minho-ah, sepertinya aku terlalu banyak berbuat dosa. Mengapa hari ini aku sial sekali? Tanganku sangat lelah, seperti tak bisa digerakkan. Sepulang sekolah aku juga menginjak kotoran anjing. Setelah itu…” Jiyeon tak melanjutkan kata-katanya. Ia hanya menarik nafas panjang.</p>
<p>                “Setelah itu apa?” tanya Minho tetap berkonsentrasi mencari komik yang ingin dipinjamnya.</p>
<p>                <i>‘Setelah itu aku bertemu dengan namja yang sudah lama kusukai. Namja yang selama ini aku tunggu, tapi ia sama sekali tak menyadari perasaanku.’ </i>Jiyeon menjawab pertanyaan Minho dalam hati.</p>
<p>                Minho yang sudah mendapatkan komiknya langsung menatap Jiyeon. “Ya! Setelah itu apa?” Tanya Minho sambil menendang kaki Jiyeon dengan pelan.</p>
<p>                Jiyeon hanya menggeleng. “Aniya. Hari ini sungguh melelahkan. Cepat kembali ke kamarmu.” Jiyeon bangun dari tidurnya dan mendorong Minho agar keluar dari kamarnya.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Mau berangkat bersama?” tanya Minho yang tiba-tiba menghampiri Jiyeon yang sedang berjalan.</p>
<p>                Jiyeon tersenyum, namun tiba-tiba senyumnya hilag bagai disambar petir. <i>‘Aku tak mau cari gara-gara dengan Suzy.’ </i>Jiyeon hanya menatap Minho dengan kesal. “Anni!” Jiyeon langsung berjalan meninggalkan Minho yang terkejut akan tingkah Jiyeon.</p>
<p>                “Mwoya~” Gerutu Minho dibalik helmnya. Tiba-tiba, Myungsoo keluar dari rumah Yoo ajhumma dan berlari menghampiri Jiyeon. Minho yang masih diam ditempatnya melihat Myungsoo merangkul Jiyeon dari belakang.</p>
<p>                “Ya!” Jiyeon melepaskan dirinya dari rangkulan Myungsoo. “Myungsoo-ah, kau tahu kan wajahmu itu tidak buruk? Bagaimana jika para yeoja genit di sekolahku melihatmu berjalan denganku? Aku pasti akan kena masalah. Jadi, jika kau tak mau aku terkena masalah, lebih baik kau berpura-pura tak mengenalku disekolah. Arasseo?” Jiyeon melemparkan senyumnya yang dipaksakan pada Myungsoo. Namun, Myungsoo malah merangkul Jiyeon lagi.</p>
<p>                “Sayangnya aku ingin membuatmu terkena masalah.” Ia terkekeh sambil merangkul yeoja yang sangat akrab dengannya itu.</p>
<p>                Jiyeon tersenyum kecut pada namja itu, lalu menghentikan langkahnya. “Kau, jalanlah duluan. Aku akan berjalan tepat lima meter di belakangmu.” Myungsoo menyerah mendengar ucapan Jiyeon, ia berjalan meninggalkan Jiyeon. Baru setelah lima meter, Jiyeon melanjutkan langkahnya lagi.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Ya ya ya ya!” ujar Jieun menghampiri Jiyeon yang asyik membaca komik di kelas.</p>
<p>                “Wae wae wae wae?” tanya Jiyeon pada sahabatnya itu.</p>
<p>                “Ada murid baru di kelas sebelah. Namja! Dia sangat tampan.” Ujar Jieun sambil membayangkan sesuatu. Jiyeon hanya menggeleng-geleng melihat tingkah Jieun. <i>‘Aku tahu lebih dulu daripada kau Jieun-ah!’ </i>ujar Jiyeon dalam hati.</p>
<p>                “Jinjja?” tanya Jiyeon tak bersemangat.</p>
<p>                “Eoh, Myungsoo. Namanya Kim Myungsoo. Ia benar-benar seperti malaikat. Bahkan tadi ia mengedipkan matanya padaku.” Jieun memandang langit sambil membayangkan Myungsoo.</p>
<p>                “Kau terlalu banyak berfikir. Ayo kita ke kantin!” Jiyeon menarik tangan sahabatnya itu keluar kelas. Di saat yang sama, Minho masuk ke kelasnya. <i>‘Pasti ia ingin menemui Suzy.’ </i>Ia memandang Minho dengan kesal. Minho hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Jiyeon. Ia melanjutkan langkahnya kearah Suzy.</p>
<p>                “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Minho pada Suzy yang tengah memainkan handphone-nya.</p>
<p>                “Kapan kau datang, oppa? Aku hanya menanyakan kabar appa pada Fei di rumah.” Ujar Suzy sambil tersenyum pada Minho.</p>
<p>                “Baru saja. Kau sudah makan?” tanya Minho.</p>
<p>                “Hm, aku baru saja makan dengan teman-teman. Apa kau belum makan?” tanya Suzy penuh perhatian. Ia menggenggam tangan Minho yang berada diatas meja.</p>
<p>                “Eoh, aku belum makan.” Minho terlihat kecewa karena Suzy sudah makan bersama teman-temannya.</p>
<p>                “Kajja, aku temani oppa makan.” Suzy menarik tangan Minho keluar kelas.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Kami boleh duduk disini? Tak ada meja kosong lagi.” Ujar Jieun sambil bertingkah genit pada Myungsoo.</p>
<p>                “Eoh, Jiy…” Ucapan Myungsoo terhenti karena pandangan Jiyeon yang seperti malaikat pencabut nyawa. “Gwaenchana.” Ujar Myungsoo dengan ramah. Jiyeon terus memakan makanannya tanpa memperhatikan Myungsoo. “Siapa namamu?” tanya Myungsoo berbasa-basi dengan Jieun.</p>
<p>                “Jieun, Lee Jieun. Ini adalah Jiyeon.” Jieun menunjuk yeoja yang ada disampingnya yang terlihat aneh itu.</p>
<p>                “Apakah ia memang pendiam?” tanya Myungsoo membuat Jiyeon langsung tersedak.</p>
<p>                “Anni, biasanya ia lebih banyak bicara daripada aku. Mungkin ia terlalu senang bisa duduk dalam satu meja dengan namja tampan sepertimu.” Ujar Jieun.</p>
<p>                <i>‘Aigoo, menggelikan.’ </i>Batin Jiyeon dalam hati.</p>
<p>                Tiba-tiba Minho dan Suzy juga bergabung dengan meja Myungsoo, Wooyoung, Jieun dan Jiyeon. Minho yang duduk di sebelah Myungsoo langsung menyapa Jiyeon. “Annyeong.”</p>
<p>                “Eoh.” Ujar Jiyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari ramyeonnya.</p>
<p>                “Kau anak baru?” tanya Suzy kepada Myungsoo yang entah mengapa langsung membuat Jiyeon tersedak lagi.</p>
<p>                “Hm, aku Myungsoo.” Ujar Myungsoo sambil terkekeh melihat Jiyeon yang tersedak. Minho langsung menawarkan minumnya pada Jiyeon.</p>
<p>                “Aku masih harus memindahkan kardus untuk baksos. Annyeong.” Jiyeon langsung meninggalkan meja itu karena merasa tidak nyaman.</p>
<p>                ‘<i>Aish! Myungsoo benar-benar merepotkan. Seharusnya aku tak mengizinkannya sekolah disini jika ia hanya membuatku susah. Mwoya? Mengapa ia selalu bersikap manis di depan semua yeoja? Aaah, 3 tahun di New York, ia pasti sudah belajar banyak tentang yeoja. Tapi mengapa ia tak pernah peka!’ </i>Gerutu Jiyeon sambil mengangkat kardus untuk disumbangkan ke panti asuhan.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p><b>From     : Suzy</b></p>
<p><b>                Oppa, kau mau kan menemaniku berbelanja? Aku di depan </b><b>J</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Minho langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya. Saat di tangga, ia bertemu Jiyeon yang sejak kemarin murung.</p>
<p>                “Eodiga?” tanya Jiyeon heran melihat penampilan Minho yang rapi. Tiba-tiba, ia teringat sesuau. “Aaah, aku melihat Suzy di depan. Apa kau akan berkencan dengannya?” tanya Jiyeon.</p>
<p>                “Hm, aku mau menemaninya jalan-jalan. Apa kau sudah makan?” tanya Minho sambil merapikan jaketnya.</p>
<p>                “Anni.” Jawab Jiyeon sambil memegangi perutnya.</p>
<p>                “Ada kimchi di kamarku, makanlah. Aku pergi dulu.” Jiyeon melihat punggung Minho yang meninggalkannya dengan riang.</p>
<p>                “Geurae. Semua orang berkencan. Apa yang akan kau lakukan selama liburan ini Jiyeon-ah!” Jiyeon terus menggerutu sambil memasuki kamarnya. Ia sedang mengganti seragamnya dnegan piyama saat tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.</p>
<p>                <i>Myungsoo!</i></p>
<p><i>                </i>“Aku akan keluar dengan Yoo ajhumma. Apa kau ingin ikut?” tanya Myungsoo sambil memperhatikan penampilan Jiyeon. <i>‘pasti ia akan menjawab: anni, aku lelah. Jam berapa ini, ia sudah mengenakan piyama.’ </i>Batin Myungsoo.</p>
<p>                “Anni, aku lelah. Nikmati saja kencanmu. Annyeong!” Jiyeon berusaha memaksakan mulutnya yang tak bertenaga itu untuk tersenyum.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Ia tak memakan kimchinya?” tanya Minho pada dirinya sendiri saat melihat kimchi yang ada di kamarnya utuh. Minho berjalan keluar kamar, ia melihat Jongin dan Krystal sedang bermain PS di ruang atas.</p>
<p>                “Ya! Apakah Jiyeon tak keluar kamar daritadi?” tanya Minho pada Krystal yang asyik dengan stick PSnya.</p>
<p>                “Sepertinya tidak, oppa.” Ujar Krystal. Minho langsung berbalik menuju kamar Jiyeon. Ia hanya berdiri di depan kamar Jiyeon, lalu berbalik menuju kamarnya. Minho membawa kimchi yang diberikan eommanya ke ruang tamu.</p>
<p>                “Mwoya hyung?” tanya Jongin yang semanga melihat makanan.</p>
<p>                “Makanlah ini. Sepertinya Jiyeon belum makan, kau ajaklah dia makan. Aku ingin keluar sebentar.” Ujar Minho yang langsung berlari ke bawah. Namun, ia berpapasan dengan Myungsoo.</p>
<p>                “Hyung, kau tinggal disini juga?” tanya Myungsoo kaget melihat Minho ada di rumah Yoo ajhumma.</p>
<p>                “Eoh, aku baru tahu kau tinggal disini.” Ujar Minho.</p>
<p>                “Aku tinggal di lantai ini. Kau tinggal diatas, hyung? Dengan Jiyeon?” tanya Myungsoo penasaran.</p>
<p>                “Kau sudah tahu Jiyeon tinggal disini? Diatas juga ada Jongin dan Krystal.” Ujar Minho yang terus memegangi ponselnya.</p>
<p>                “Ne, sepertinya kau terburu-buru?”</p>
<p>                “Aku ada janji dengan eommaku. Kalau begitu aku pergi dulu Myungsoo-ah.”</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon berjalan menuju ruang atas dan bergabung dengan Krystal, Jongin, dan Myungsoo yang sedang memakan kimchi. “Noona, ikutlah makan!” Kai menarik tangan Jiyeon untuk duduk di sebelahnya.</p>
<p>                “Ya! Mengapa kau tak mengajakku daritadi? Aku sangat lapar!” ujar Jiyeon sambil merebut sumpit milik Krystal.</p>
<p>                “Aku sudah mengetuk kamar eonni berkali-kali, tapi kau tak membukakan pintu.” Ujar Krystal dengan kesal.     </p>
<p>                “Myungsoo oppa, kapan kau kembali ke Seoul?” tanya Krystal yang rupanya juga sudah mengenal Myungsoo.</p>
<p>                Myungsoo hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Krystal.</p>
<p>                “Minho eodiga?” tanya Jiyeon yang tiba-tiba menepuk dahinya pelan.</p>
<p>                “Tadi hyung…” Jiyeon memotong jawaban Myungsoo.</p>
<p>                “Arasseo.” Jiyeon hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan aneh. ‘<i>Ini sudah tengan malam.” </i>Batin Jiyeon dalam hati. “Krystal-ah, aku ingin tidur bersamamu.” Jiyeon berdiri dan langsung melangkah ke kamar Krystal.</p>
<p>                “Mwoya~ mengapa eonni menjadi aneh belakangan ini?” tanya Krystal pada dirinya sendiri.</p>
<p>                “Sudahlah, dia memang labil. Ayo kita habiskan kimchi ini.” Myungsoo memberikan sumpitnya pada Krystal.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                <i>‘Hm, semua sudah tidur.’ </i>Minho berjalan menuju ruang atas dan menyalakan tv. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu.</p>
<p> </p>
<p><b>To           : Jy</b></p>
<p><b>Apakah kau tidur? </b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Minho menonton dvd yang baru saja di belinya bersama eommanya. Tiba-tiba, ponsel Minho berbunyi.</p>
<p> </p>
<p><b>From     : Jy</b></p>
<p><b>Eoh, aku tidur.</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b>                </b>Minho terkekeh melihat jawaban Jiyeon.</p>
<p> </p>
<p><b>To           : Jy</b></p>
<p><b>Keluarlah, aku membeli dvd. </b></p>
<p><b>                </b></p>
<p>                Tak ada jawaban lagi. Namun Jiyeon langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang atas. Ia duduk disamping Minho yang sedang memakan popcorn sambil menonton film.</p>
<p>                “Apa ini?” tanya Jiyeon yang tidak paham akan jalan cerita film itu.</p>
<p>                “Action. Bukankah kau suka film action?” tanya Minho sambil menawarkan popcornnya pada Jiyeon. Jiyeon hanya mengangguk dan menikmati film itu.</p>
<p>                “Ada apa?” tanya Minho tiba-tiba, sukses membuat Jiyeon bingung.</p>
<p>                “Mwoga?” tanya Jiyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.</p>
<p>                “Sepertinya moodmu sedang buruk belakangan ini.” Ujar Minho merebut popcorn dari tangan Jiyeon.</p>
<p>                “Lalu?” tanya Jiyeon, kali ini yeoja itu menatap Minho yang juga menatapnya.</p>
<p>                “Apakah karena Myungsoo?” tanya Minho penasaran. “Namja yang sering kau ceritakan padaku, aku tahu itu Myungsoo. Apakah moodmu buruk karena dia?” tanya Minho lagi.</p>
<p>                Jiyeon langsung mengalihkan pandangannya dari Minho. Ia mengambil nafas panjang, lalu mengambil popcorn dari tangan Minho. “Anni.” Jawab jiyeon. Ia menggigit bibir bawahnya sambil memainkan bibirnya. Minho tak mau bertanya lagi karena takut mengganggu privasi Jiyeon.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p><b>From     : Myungsoo</b></p>
<p><b>Aku di loteng sekolah.</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Jiyeon menatap ponselnya dengan bingung. <i>‘Apakah aku bertanya dimana dia sekarang? Apa maksudnya ini?’ </i>batinnya. Namun, tak lama kemudian ia langsung memutuskan untuk menyusul Myungsoo di loteng.</p>
<p>                “Wae Myungsoo-ah?” tanya Jiyeon dengan ramah. Ia bingung melihat raut wajah Myungsoo yang murung, seperti menahan air mata. Myungsoo tak menjawab. Ia malah berjalan mendekati Jiyeon dan langsung memeluknya dengan erat.</p>
<p>                Jiyeon merasakan air mata Myungsoo yang menetesi seragamnya. “Apa ada masalah?” tanya Jiyeon sambil berusaha melepaskan pelukan Myungsoo, namun tak berhasil.</p>
<p>                “Eomma, eomma meninggal.” Ujar Myungsoo dengan terbata-bata. Jiyeon langsung menghentikan usahanya untuk melepaskan pelukan Myungsoo. Yeoja itu malah memeluk Myungsoo.</p>
<p>                “Gwaenchana, ini bukan salahmu. Ajhumma tidak akan senang jika melihatmu sedih seperti ini.” Jiyeon berusaha menenangkan Myungsoo yang tak henti-hentinya menangisi kepergian eommanya. “Kau…” Jiyeon ragu untuk melanjutkan kata-katanya. “Kau akan kembali ke New York?”</p>
<p>                Myungsoo yang sudah berhenti menangis melepaskan pelukan Jiyeon. Ia hanya mengangguk dengan lemas. Jiyeon sangat sedih mendengar jawaban Myungsoo. “Aku akan mengurus pemakaman eomma beberapa hari. Lalu akan kembali ke Seoul lagi.” Penjelasan Myungsoo benar-benar membuat Jiyeon lega. Jiyeon hanya tersenyum mendengar perkataan Myungsoo.</p>
<p>                Seorang namja yang sedari tadi mengikuti Jiyeon bersembunyi di belakang dinding loteng. “Benar-benar kau, Jiyeon-ah? Pogoshippo.”</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Setelah menemani Suzy berjalan-jalan, Minho mengantarkan Suzy pulang ke rumahnya. “Kau ingin masuk dulu, oppa?” tanya Suzy.</p>
<p>                Minho terlihat berfikir sambil melihat jam tangannya. Lalu, ia mengangguk dan tersenyum pada Suzy.</p>
<p>                Sepi. Eomma dan Appa Suzy sedang bekerja, jadi tak ada orang di rumahnya. Ia hanya bersama Minho di rumah yang besar itu. Minho yang sedari tadi mengobrol dengan Suzy merasa tak nyaman karena hanya ada mereka berdua di rumah itu.</p>
<p>                “Suzy-ah, aku pulang dulu.” Ujar Minho sambil memakai jaketnya.</p>
<p>                “Ne.” jawab Suzy dengan singkat.</p>
<p>                Chu~</p>
<p>                Suzy mengecup bibir Minho. “Hati-hati Oppa.” Ia langsung berlari ke dalam rumah tanpa memerhatikan Minho. Minho hanya mampu melongo akan apa yang baru dilakukan oleh Suzy.</p>
<p>                Minho melajukan motornya dengan santai. Ia berhenti di sebuah taman karena melihat seseorang yang dikenalnya. ’<i>Untuk apa Jiyeon dan Myungsoo disini?’ </i>batin Minho.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon memberikan soda yang dibelinya kepada Myungsoo. Myungsoo hanya tersenyum pada Jiyeon. Ia meminum soda itu sambil menatap langit yang mendung. Jiyeon bersandar pada pundak Myungsoo, namja yang telah merebut hatinya itu. “Saat eomma meninggal, aku tak menangis sama sekali.” Ujar Jiyeon.</p>
<p>                Myungsoo langsung menatap Jiyeon dengan bingung. “Aku ingin menangis, tapi ada appa. Aku tak mau appa melihatku menangis. Jadi, aku memutuskan untuk tak menangis di depan appa selamanya. Appa pernah bilang, ‘Kalau kau sedih, eomma dan appa pasti akan sedih juga.’ Aku tak mau membuat appa sedih, jadi aku tak menangis.” Jiyeon menjelaskan panjang lebar tentang appa dan eommanya.</p>
<p>                Jiyeon melihat jam tangannya dan langsung berdiri. “Kau akan ketinggalan pesawat jika tak pergi sekarang.” Jiyeon tersenyum sambil menarik tangan Myungsoo.</p>
<p>                “Kalau begitu aku berangkat dulu.” Myungsoo mendekatkan mulutnya ke pipi Jiyeon dan langsung menciumnya. Jiyeon membulatkan mulutnya karena terlalu kaget. “Gomawo. Annyeong!” Myungsoo mengacak rambut Jiyeon dan meninggalkannya di taman.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon menonton tv di ruang atas seorang diri. Jongin dan Krystal memiliki kelas malam, sedangkan Minho entah kemana. ‘<i>Kenapa hari ini sangat sepi?’ </i>batin Jiyeon sambil membesarkan volume tv. Ia menggenggam ponselnya dnegan erat, seakan menunggu pesan dari seseorang.</p>
<p>                Tak lama kemudian, terdengan langkah seseorang menaiki tangga. Jiyeon tersenyum melihat orang itu. “Minho-ah.” Sapa Jiyeon dengan ramah, namun Minho bertingkah aneh. Ia seolah tak mendengar dan langsung masuk ke kamarnya.</p>
<p>                Jiyeon mamatikan tvnya karena kesal dengan Minho. Ia langsung berjalan menuruni tangga untuk mencari angin.</p>
<p>                Jiyeon mengambil sepeda di tempat penyewaan sepeda dan bersepeda mengelilingi air mancur. Namun, karena bersemangat, ia malah terjatuh dan melukai lututnya. Jiyeon tak langsung mengobati lukanya yang tak berhenti mengeluarkan darah, ia malah pergi ke toko ramyeon dan membeli ramyeon.</p>
<p>                Ia berjalan dengan pincang menaiki tangga. Bukannya langsung ke kamarnya, ia malah berdiri di depan kamar Minho. Ia mengetuk pintu kamar Minho, tapi tak ada jawaban. Ia langsung meletakkan ramyeon yang dibelinya di depan kamar Minho dan kembali ke kamarnya.</p>
<p>                Jiyeon segera membersihkan lukanya dengan air. Namun, ia tak menemukan kotak p3k di kamarnya. Jadi, ia hanya membiarkan lukanya.</p>
<p>               </p>
<p>                Minho membuka pintu kamarnya dan kaget saat melihat semangkuk ramyeon di depan pintunya. Entah mengapa, tiba-tiba ia merasa kesal dengan Jiyeon. Ia membawa ramyeon yang diberikan Jiyeon ke ruang atas.</p>
<p>                Jiyeon membuka pintu kamarnya dengan pelan, lalu berjalan menuruni tangga untuk mencari kotak p3k. Minho melihat Jiyeon yang pincang dan langsung menghampirinya. Ia menarik tangan Jiyeon sehingga membuat Jiyeon membalikkan badannya. Minho kaget saat melihat luka yang ada di lutut Jiyeon.</p>
<p>                “Kau tunggu saja di ruang atas, aku carikan obat.” Ujar Minho langsung berlari ke bawah. Ia mengetuk kamar Yoo Ajhumma dan meminta kotak p3k pada Yoo Ajhumma. Ia segera berlari ke ruang atas dan mengobati Jiyeon. “Kau membuat masalah apa lagi?” tanya Minho pada Jiyeon yang sedang duduk di sofa.</p>
<p>                “Kau pikir aku troublemaker? Aku hanya jatuh dari sepeda. Gwaenchana.” Ujar Jiyeon dengan tenang. Walau sebenarnya ia lega karena Minho sepertinya sudah tak marah lagi padanya.</p>
<p>                Minho menarik kaki Jiyeon dan mulai mengobati lukanya yang cukup dalam. Anehnya, Jiyeon tak merasa kesakitan sedikitpun. “Apa aku berbuat salah?” tanya Jiyeon pada Minho yang masih fikus mengobati lukanya.</p>
<p>                “Anni.” Jawab Minho dengan singkat. Jiyeon langsung menarik kakinya dari tangan Minho.</p>
<p>                “Lalu kenapa kau marah padaku?” tanya Jiyeon yang terus menatap Minho dengan tajam.</p>
<p>                “Kapan aku marah?” Minho balik bertanya pada Jiyeon. Ia memang tak marah pada Jiyeon, namun ia hanya kesal padanya.</p>
<p>                “Aku menyapamu tadi, tapi kau langsung masuk ke kamarmu. Aku mengetuk pintu kamarmu, tapi kau tak membukakannya. Kau sengaja kan?” Ucap yeoja yang sok tahu itu. Minho tak menjawab. Karena kesal, Jiyeon langsung berdiri dan bermaksud untuk kembali ke kamarnya, tapi dicegah oleh Minho.</p>
<p>                “Arasseo, mianhae.” Ucap Minho sambil mengacak-acak rambut Jiyeon. Jiyeon masih memamerkan tampang kesalnya dan tak mau menatap Minho. “Besok aku akan berkencan dengan Suzy, apa kau mau ikut?”</p>
<p>                Jiyeon semakin kesal akan pertanyaan Minho yang tak masuk akal itu. “Micheosso? Kau tahu kan aku tak menyukai Suzy?” Jiyeon langsung berdiri dan meninggalkan Minho di ruang atas. Minho hanya tertawa geli melihat tingkah Jiyeon yang kekanak-kanakan itu.</p>
<p>                Minho memasuki kamar Jiyeon yang pintunya tidak ditutup. “Ayo kita jalan-jalan besok.” Ujar Minho pada Jiyeon yang tubuhnya sudah ditutupi selimut.</p>
<p>                “Shireo!” Jiyeon menutupi wajahnya dengan selimut. Minho membuka selimut itu dengan pelan dan meletakkan obat p3k di tempat tidur Jiyeon.</p>
<p>                “Kemana kau ingin pergi? Aku akan mengantarmu.” Ucap Minho makin membuat Jiyeon kesal.</p>
<p>                “Shireo. Aku tak mau jadi obat nyamuk.” Jiyeon kembali menutup wajahnya dengan selimut, namun Minho membukanya lagi.</p>
<p>                “Anni, hanya kau dan aku. Kita belum pernah keluar bersama, kan?” Minho mendekatkan kotak p3k ke dekat Jiyeon. “Obati dulu lukamu.” Minho langsung meninggalkan Jiyeon yang terus menatap punggung Minho.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Kau mau kemana eonni?” tanya Krystal saat melihat Jiyeon yang berjalan menuruni tangga. Jiyeon hanya tersenyum lalu mengacak rambut Krystal.</p>
<p>                Jiyeon menghampiri Minho yang sedang duduk di mobilnya. “Suzy…” Jiyeon menghentikan perkataannya. “Hari ini Suzy kemana?” tanya Jiyeon penasaran.</p>
<p>                “Wae?” tanya Minho sambil mulai menjalankan mobilnya.</p>
<p>                “Minho-ah, Kau tahu kan aku sangat bermasalah dengan Suzy? Suzy itu dekat denganmu, sedangkan kau sekarang jalan-jalan bersamaku. Bagaimana jika ada yang mengenali kita dan mengatakannya pada Suzy?” Jiyeon mulai menunjukkan sifatnya yang banyak omong.</p>
<p>                Minho tertawa kecil mendengar ucapan Jiyeon. “Kau berfikir terlalu jauh. Jiyeon-ah, kau mau kemana?” Minho menawarkan kemana mereka akan ‘berkencan’.</p>
<p>                “Karena aku lapar, ayo kita mencari makan dulu.” Jiyeon memegangi perutnya yang sudah tidak mampu menahan lapar.</p>
<p>                Minho memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan di dekat Lotte World.</p>
<p>                Minho dan Jiyeon makan dengan lahap. Tiba-tiba, seorang yeoja dan namja datang menghampiri mereka.</p>
<p>                “Suzy-ah?” Minho kaget melihat kedatangan Suzy. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Minho pada yeoja itu.</p>
<p>                “Oppa, apa yang kau lakukan?” Suzy langsung menarik tangan Minho keluar rumah makan.</p>
<p>                Jiyeon sangat kesal dengan Minho dan Suzy. Ia melirik kearah namja yang datang bersama Suzy. Namja itu mendekatinya dan tersenyum padanya.</p>
<p>                “Annyeong.” Ujar namja itu dengan senyumnya yang benar-benar manis.</p>
<p>                Jiyeon memandangi wajah namja itu dengan kesal. “Nuguseo?” tanya Jiyeon sambil melanjutkan makannya.</p>
<p>                “Kau tak pernah melihatku di sekolah?” tanya namja itu dengan kesal. Jiyeon mulai mengamati namja itu dengan seksama. ‘<i>Ah, dia seorang hoobae.’ </i>Batin Jiyeon.</p>
<p>                “Aah, sepertinya kau lebih muda dariku. Kau kelas berapa?” tanya Jiyeon yang mulai menikmati pembicaraannya dengan hoobaenya itu.</p>
<p>                “Kau harus mencaritahu sendiri.” Ujar Sehun berdiri membelakangi Jiyeon. Namun, ia berbalik lagi. “Sepertinya namja itu akan pergi dengan sepupuku, ayo kuantar pulang, noona.” Namja itu berjalan mendahului Jiyeon.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                “Oppa, kau tahu kan, Jiyeon sering menggangguku di kelas. Mengapa kau makan bersamanya?” Suzy menyerang Minho dengan berbagai pertanyaan.</p>
<p>                “Kau cemburu? Jiyeon bukan yeoja seperti itu, Suzy-ah. Aku hanya ingin keluar dengannya saja.” Jelas Minho dengan tenang. Tapi Suzy tak bisa menerima penjelasan Minho.</p>
<p>                “Oppa, dia dan temannya sering membicarakanku di kelas. Jebal, aku ingin kau tidak dekat-dekat lagi dengannya. Ne?” Suzy menggelangkan tangannya di tangan Minho. Minho bingung dengan perubahan sikap Suzy.</p>
<p>                “Mengapa kau jadi cemburu? Tidak biasanya kau cemburuan.” Ujar Minho menggoda Suzy. Namun, Suzy tak menjawab. “Arasseo, aku antar kau pulang.” Minho mengajak Suzy ke mobilnya dan mengajaknya pulang.</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Sudah dua hari Minho tak melihat Jiyeon. Sepertinya, yeoja itu sedang menghindarinya. Pagi hari, saat Minho ingin menawarkan tumpangan pada Jiyeon, Krystal bilang Jiyeon sudah berangkat. Saat pulang sekolah, Minho juga tak pernah bertemu dengannya.</p>
<p>                Minho sengaja mampir ke kelas Jiyeon saat istirahat. Ia sempat melihat Jiyeon sedang berbicara dengan Jieun. Namun, Suzy langsung menarik tangan Minho dan mengajaknya ke kantin. Akhirnya Minho bermaksud untuk menemui Jiyeon.</p>
<p> </p>
<p><b>To           : Jy</b></p>
<p><b>Lama tak melihatmu. Ayo kita bertemu!</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Minho menunggu balasan dari Jiyeon di kamarnya. Jiyeon yang sedang menginap di rumah Jieun langsung kesal melihat pesan dari Minho. Jieun langsung mengambil ponsel Jiyeon. “Apa yang kau lakukan?” tanya Jiyeon sambil berusaha merebut ponselnya.</p>
<p>                “Ya! Kau harus bersikap dingin dengan namja yang sudah membuatmu kesal. Balaslah dengan singkat.” Jieun memberi nasihat pada Jiyeon seraya mengembalikan ponselnya. Jiyeon terlihat berfikir, namun tak lama kemudian, ia memainkan ponselnya.</p>
<p> </p>
<p><b>To           : Minho</b></p>
<p><b>Wae? Aku sibuk.</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Jiyeon tiba-tiba teringat dengan Myungsoo. Ia menulis pesan pada namja itu.</p>
<p><b>To           : Myungsoo</b></p>
<p><b>Myungsoo-ah! Kapan kau kembali?</b></p>
<p><b>                </b></p>
<p>                Tak lama kemudian, ponsel Jiyeon berbunyi dua kali. Jiyeon bingung mau membuka pesan yang mana dulu. Saat ia hendak memilih pesan Myungsoo, ada pesan masuk lagi. Sehun! Namja yang ditemuinya di rumah makan beberapa hari yang lalu.</p>
<p> </p>
<p><b>From: Sehun</b></p>
<p><b>Noona, apa kau sibuk?</b></p>
<p>               </p>
<p>                Jiyeon segera membalas pesan Sehun.</p>
<p><b>To           : Sehun</b></p>
<p><b>Anni, wae?</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Jiyeon membuka pesan keduanya.</p>
<p><b>From     : Myungsoo</b></p>
<p><b>Kau merindukanku? Tenang saja, aku akan membawa banyak oleh-oleh!</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>                Jiyeon hanya tersenyum senang melihat balasan dari Myungsoo, namun ia tak membalasnya lagi. Ia ragu hendak membuka pesan Minho, namun akhirnya ia membukanya.</p>
<p><b>From     : Minho</b></p>
<p><b>Kau dimana? Susah sekali menemukanmu di rumah. Aku membeli dvd baru.</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b>                “</b>Film Action…” Jiyeon menggumam sambil membayangkan film yang dibeli oleh Minho. Ia ingin cepat kembali ke rumah, tapi ia ingat pesan Jieun untuk bersikap dingin.</p>
<p>                “Aku bingung mau membalas apa.” Ujar Jiyeon pada Jieun yang asyik bermain laptop.</p>
<p>                “Jangan di balas.” Jawab Jieun dengan singkat, namun Jiyeon sangat mempercayai temannya itu. Ia langsung melemparkan ponselnya ke tempat tidur dan berbaring. “Aku mengantuk.”</p>
<p align="center">&#8212;</p>
<p>                Jiyeon terbangun dari tidurnya. Ia melihat kalender yang ada di kamarnya. “Sudah lama aku tak melihat Minho dan Myungsoo. Libur panjang ini apa yang akan kulakukan? Aigoo~” Gerutunya dengan pelan. Jiyeon bangun dan mengintip melalui jendela kamarnya. Ia ingin memastikan bahwa tak ada orang di lantai atas. Akhirnya ia berjalan keluar kamar menggunakan celana pendek dan tangtop. Tiba-tiba ia merasakan ada langkah kaki yang mendekatinya. ‘<i>Othukke.’ </i>Batinnya.</p>
<p>                “Jiyeon-ah?” Bingo! Seperti yang difikirkan Jiyeon, itu pasti Minho. Jiyeon langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik korden. Minho melepaskan jaketnya dan melemparnya pada Jiyeon. Mau tidak mau, ia terpaksa menerimanya karena ia tak mungkin berlari ke kamarnya hanya menggunakan tangtop. Akhirnya Jiyeon berjalan cepat tanpa mempedulikan Minho. Tapi Minho menghalangi jalannya. “Sudah lama aku tak melihatmu.” Ujar Minho membuat Jiyeon bingung harus berkata apa. Akhirnya ia menatap Minho dan menganggukkan kepalanya. Ia bermaksud melanjutkan jalannya lagi, tapi ditahan oleh Minho.</p>
<p>                “Apa kau masih marah?” tanya Minho pada Jiyeon yang membelakanginya. Jiyeon menoleh.</p>
<p>                “Urus saja urusanmu sendiri. Aku tak mau memiliki masalah lagi.” Jiyeon berbalik dan membanting pintu kamarnya. Minho mendekati kamar Jiyeon dan mengetuknya.</p>
<p>                Tak lama kemudian, Jiyeon yang sudah berganti kaus membuka pintu kamarnya dan menyerahkan jaket Minho pada pemiliknya.</p>
<p>                “Gomawo.” Jiyeon tak memandang Minho. Tapi, ia terlihat seperti berfikir keras. “Minho-ah, aku sudah cukup susah dengan masalah itu. Kau tahu? Banyak namja di kelas yang memusuhiku karena Suzy. Bisakah kau bersikap tak mengenalku jika di sekolah?” tanya Jiyeon yang mulai kembali seperti sifat aslinya.</p>
<p>                Minho tak mampu menjawab permohonan Jiyeon. Tapi, tak lama kemudian, ia membuka mulutnya. “Anni, aku hanya menganggapmu yeodongsaengku, untuk apa aku harus bersikap tak mengenalmu?” Minho tersenyum pada Jiyeon. Anehnya, Jiyeon malah menutup pintunya lagi, kali ini dengan pelan. Ia langsung menguncinya dan berbaring di kasurnya.</p>
<p>                ‘<i>Mwo? Yeodongsaeng?’ </i> Jiyeon tertawa dengan menyedihkan di kamarnya. Ia cepat-cepat membuka pintunya dan mendapati Minho masih belum kembali ke kamarnya.</p>
<p>                “Lupakan saja. Anggap saja aku tak pernah bicara apa-apa padamu.” Jiyeon memaksakan dirinya untuk tersenyum sehingga terlihat sangat aneh.</p>
<p>                Jiyeon berbalik, namun ada yang menahannya. “Mwoya Min…” Ia terkejut orang yang menahan tangannya bukan Minho, tetapi Myungsoo. “Kapan kau kembali?” Jiyeon membesarkan matanya karena tak percaya akan kehadiran Myungsoo. Myungsoo memeluk Jiyeon dengan erat di depan Minho. Jiyeon membalas pelukan Myungsoo dengan hangat.</p>
<p>                Minho melihat Jiyeon dan Myungsoo berpelukan. Karena tak mau mengganggu, ia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. ‘<i>Apa yang sedang kau pikirkan Minho-ah!’ </i>batin Minho sambil memukuli kepalanya.</p>
<p style="text-align:left;" align="center"> <strong>To be continued</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center"> </p>
<p style="text-align:left;" align="center">Yey! Chapter 1 udah selesai. Gimana chingu, suka nggak sama chapter 1nya? semoga suka yaaa&lt;3 ohyaa mianhae juga kalo misalnya banyak typo atau cerita yang ga nyambung kkk~ maklum masih pemula. </p>
<p style="text-align:left;" align="center">Jangan lupa tinggalin saran atau komentar ya dibawaah. <em>Don&#8217;t be silent reader! </em></p>
<p style="text-align:left;" align="center">Thanks&lt;3</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/bae-suzy/'>bae suzy</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/choi-minho/'>Choi Minho</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kim-myungsoo/'>Kim Myungsoo</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-jiyeon/'>Park Jiyeon</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7350&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/13/it-has-to-be-you-chapter-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c17558c5164509d47b46a6a132bf247?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinsungraaah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/it-has-to-be-you.png?w=487" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF&#124;SERIES] Hello Boy School &#8211; Prolog</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/12/ffseries-hello-boy-school-prolog/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/12/ffseries-hello-boy-school-prolog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 07:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SHINeeta(っ˘з˘)っ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Author]]></category>
		<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[SHINeeta_Walzt]]></category>
		<category><![CDATA[Baek Sueji]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Infinite]]></category>
		<category><![CDATA[Kim kibum]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Myungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jieun]]></category>
		<category><![CDATA[lee taemin]]></category>
		<category><![CDATA[MISS a]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[T-ara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7346</guid>
		<description><![CDATA[Title : Hello Boy School &#8211; Prolog Writer : SHINeeta Type : Series / On Going Genre : AU , Fluff , School Life Length : 1344 words Rating : [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7346&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Title </b>: Hello Boy School &#8211; Prolog</p>
<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/hello-boy-school.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-7347" alt="hello boy school" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/hello-boy-school.png?w=470&#038;h=429" width="470" height="429" /></a></p>
<p><b>Writer </b>: SHINeeta</p>
<p><b>Type </b>: Series / On Going</p>
<p><b>Genre</b> : AU , Fluff , School Life</p>
<p><b>Length </b>: 1344 words</p>
<p><b>Rating </b>: PG 15</p>
<p><b>Main Cast </b>:</p>
<ul>
<li>Park Jiyeon</li>
<li>Kim Myungsoo</li>
<li>Choi Minho</li>
<li>Baek Sueji</li>
</ul>
<p><b>Support Cast</b> :</p>
<ul>
<li>Lee Jieun as Jiyeon Best Friend</li>
<li>Sungkyunkwan Boy School Student</li>
<li>Etc will explain on next chapter</li>
</ul>
<p><b>Backsong </b>:</p>
<ul>
<li>SHINee : Like a fire [Main Soundtrack]</li>
</ul>
<p><b>Disclaimer </b>: Hello Boy School  Prolog  © 2013 , Series by SHINeeta</p>
<p><b>Summary </b>: -<span id="more-7346"></span></p>
<p><b>Me</b> : yeah!! Masih ingat dengan diriku?? Kayanya udah pada lupa deh secara aye kan udah tenggelam banget sama para Author baru disini yang FFnya pada udah tingkat dewa sedangkan aye masih penulis ayam  -___-)a. bersamaan dengan ini aye bawa ff baru aye yang insyaallah bakal dilanjut kalau responnya bagus, kalau enggak? Ya aye kantongin lagi lah nih ff hehehe (≧◡≦)</p>
<p>Ya syudah! Karena saya udah banyak ngomong ngaler-ngidul gak jelas mending you-you pad abaca aye punya FF ya p(´⌒｀q), jangan jadi silent readers ya apalagi yang udah kena geubos dari aye (?). dan jangan lupa buat follow my twitter account @taeminita ^o^)/!!!</p>
<p align="center">Hello Boy School  Prolog  © 2013 , Series by SHINeeta</p>
<p><b>                “</b>Kim Myungsoo! Kim Myungsoo! Kim Myungsoo!”</p>
<p>Suasana begitu ramai terasa disebuah stadion di kawasan Cheongdam dimana sekumpulan remaja bersorak mendukung Team Jagoan mereka dalam rangka kejuaraan baseball tingkat SMA tingkat kota Seoul. Mereka tak henti-hentinya meneriaki pemain favorit dari kedua masing-masing SMA.</p>
<p>Dikubu SMA Laki-laki Sungkyunkwan terlihat pemain bernama Kim Myungsoo berlari menuju titik akhir , namun belum juga sampai</p>
<p>SRAKK</p>
<p>Sebuah tekel menghentikan laju , penonton begitu terhenyak melihat Myungsoo yang terjatuh dilapangan.</p>
<p>“Ya! Apa-apaan ini? Itu adalah pelanggaran!”</p>
<p>Seorang <i>Yeoja</i> berteriak tak terima dibangku penonton , <i>Yeoja</i> itu menghentak-hentakkan kakinya kesal sembari membawa kucing kesayangannya bernama lucy. Para penonton melihat keheranan pada <i>Yeoja</i> itu, Lee Jieun yang merupakan sahabat <i>Yeoja</i> itu menyadari dengan keheranan para penonton berusaha menghentikan aksi dari <i>Yeoja</i> itu.</p>
<p>“Ya! Itu pelanggaran! pelanggaran! Wasit harus mengeluarkan pemain yang menekel Myungsoo-ku, itu harus-harus-harus! Ya~ pokoknya aku tidak mau Myungsoo-ku terlukaa Aaaaa!!”</p>
<p>“Jiyeon-ie , diamlah!”</p>
<p>“Mwo? Bagaimana aku bisa diam Lee Jieun! Kau tau , Myungsoo-ku terluka, pemain lawan itu menekel…”</p>
<p>Seketika suara gadis bernama Park Jiyeon itu mengecil saat melihat ratusan orang yang memandangnya penuh kemarahan, Jiyeon tersenyum getir dan mencoba untuk duduk kembali. Wajahnya begitu memerah karena malu sekaligus merasa begitu bodoh.</p>
<p>“Jieun-ah , mengapa kau tak bilang jika semua orang memandangku saat tadi aku berteriak?!” tanya Jiyeon berbisik , Jieun hanya bisa menghela nafasnya panjang.</p>
<p>“Tadi aku sudah bilang! Hanya saja kau yang terus berteriak tak menghiraukanku, jadi seperti inikan?”</p>
<p>“Ye, astaga~ aku malu sekali &gt;//&lt;”</p>
<p>“Ya sudahlah , anggap itu tak pernah terjadi Jiyeon-ie”</p>
<p>Jieun menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu dengan sabar, lalu mereka pun kembali melihat kearah lapangan yang sedang jeda karena Myungsoo yang masih membutuhkan pengobatan dari para team medis.</p>
<p>Dengan harap-harap cemas Jiyeon dan Jieun menantikan apa yang terjadi selanjutnya ,tiba-tiba wasit mengisyaratkan sesuatu pada para kru medis. Tak lama datanglah tandu yang akan mengangkut Myungsoo, Jiyeon terlihat heran melihat semua itu.</p>
<p>“Mwo? Kenapa Myungsoo ditandu keluar?” tanyanya heran</p>
<p>“Ya, pemain bernomor punggung 7 mengalami cedera sehingga ia tak bisa melanjutkan kembali permainannya. Sebagai gantinya SMA Pria Sungkyunkwan menggantikannya dengan Pemain bernomor punggung 10”</p>
<p>Semua penonton berteriak saat melihat kedatangan seorang <i>Namja</i> tinggi tegap memasuki lapangan lengkap dengan seragam baseball-nya. Sebelum sepenuhnya masuk , terlebih dahulu ia berpaspasan dengan Myungsoo yang ditandu petugas medis.</p>
<p>“Minho-ah , Kau harus memenangkan pertandingan ini” ujar Myungsoo pada <i>Namja</i> yang ternyata bernama Choi Minho , Minho menganggukkan kepalanya acuh tanpa sedikit pun memandang kearah Myungsoo. <i>Namja</i> itu begitu angkuh pada saingannya.</p>
<p>“Tenang saja , aku tau apa yang harus aku lakukan! Kau tak usah menasihatiku~” balasnya penuh keketusan , Myungsoo hanya bisa tersenyum lemah.</p>
<p>“Arraseo , aku serahkan permainan ini padamu!” pesan Myungsoo sebelum tandu yang ia naiki membawanya pergi ke ruang medis. Tanpa peduli Minho masuk kedalam lapangan sembari berlari kecil.</p>
<p>Sementara itu Jiyeon menatap dengan penuh ketidak percayaan saat melihat Minho menggantikan Myungsoo, Yeoja itu sangat tidak menyukai Pemain dari SMA tetangganya ini.</p>
<p>“Mwo? Kenapa harus digantikan <i>Namja</i> itu?! Tak bisakah pelatih memilih pemain lain selain <i>Namja</i> yang sering menjadi saingan Myungsoo ini? Ah~ aku tidak percaya kenapa popularitas <i>Namja</i> satu ini melebihi Myungsoo-ku. Hah~”</p>
<p>Jiyeon menggerutu kesal pada sosok Minho yang kini sedang melakukan pemanasan. Tanpa ada alasan Jiyeon membenci <i>Namja</i> itu yang ia dengar adalah Rival Myungsoo di SMA-nya.</p>
<p>“Yeah!! Choi Minho~”</p>
<p>Jieun yang berada di dekat Jiyeon bersorak gembira saat permainan kembali akan dimulai, Jiyeon menatap kesal pada Sahabatnya itu.</p>
<p>“Ya, berhentilah berteriak! <i>Namja</i> itu tak pantas kau semangati!” larang Jiyeon pada Jieun, Jieun berdecak menggelengkan kepalanya pada Jiyeon.</p>
<p>“ckckck, <i>aigo</i>~ Park Jiyeon! kau terlalu membenci Minho! Berhati-hatilah , jangan sampai kau nanti Jatuh Cinta pada <i>Namja</i> itu!” goda Jieun dengan wajah <i>pervert</i> , Jiyeon hanya bisa berdesis merasa tidak mungkin.</p>
<p>“Isshh~ itu <i>impossible</i> Lee Jieun!~~”</p>
<p align="center">+++++++++</p>
<p>                “Lucy.. kau ada dimana? Lucy..”</p>
<p>Jiyeon mencari keberadaan kucingnya yang lepas dari gendongannya setelah ia dan Jieun keluar dari stadion. Matanya menangis karena ia takut kehilangan kucing kesayangannya itu. Setiap sudut stadion telah Jiyeon datangi untuk mencari kucingnya, namun hasilnya kucingnya tidak juga ditemukan.</p>
<p>Jieun yang ikut mencari datang menghampiri Jiyeon.</p>
<p>“Bagaimana? Apa sudah kucingmu sudah kau temukan?” tanya Jieun, Jiyeon menggelengkan kepalanya dengan mata yang berurai air mata.</p>
<p>“Lucy , hilang..” tangis Jiyeon pecah , Jieun lalu menghampiri Jiyeon dan memeluk tubuh sahabatnya itu. Ia memberikan pelukan hangat untuk menenangkan hati jiyeon.</p>
<p>“Sssttt… diamlah! Aku yakin Lucy pasti akan kita temukan!” ujar Jieun menyemangati Jiyeon , Jiyeon melepas pelukan sahabatnya itu dengan tatapan yang berharap.</p>
<p>“<i>Neo Yakso</i>?” tanya Jiyeon</p>
<p>“<i>Yakso</i>!” jawab Jieun mantap dan</p>
<p>Hug~</p>
<p>Jiyeon memeluk erat Jieun dihadapannya</p>
<p align="center">+++++++++</p>
<p>                “Hidup Choi Minho!”</p>
<p>“Hidup Choi Minho!”</p>
<p>“Hisup Choi Minho!”</p>
<p>Myungsoo menatap dengan lirih rekannya Minho yang kini sedang dielu-elukan oleh rekan se-teamnya dan para pendukung mereka. Seharusnya , ialah yang kini mereka elukan sebagai pembawa kemenangan bukan Minho.</p>
<p>Ia kembali melihat kakinya yang diperban, inilah yang membuatnya gagal dielu-elukan dan membawa kemenangan bagi SMA Laki-laki Sungkyunkwan. Namun seulas senyum terpancar dari wajahnya, Ya! Ia tak boleh menyerah karena hal itu.</p>
<p>“Ayo! Semangat Kim Myungsoo!” serunya pelan menyemangati dirinya sendiri. Lalu dengan berhati-hati ia melangkahkan kakinya sedikit-sedikit menuju ke bis dimana para teman-temannya telah lebih dulu meninggalkannya pergi.</p>
<p>“Meong~ Meong~”</p>
<p>Suara seekor kucing tiba-tiba menghentikan langkah Myungsoo , Namja itu tersenyum melihat kearah kucing itu dan berusaha mendekati kucing yang nampak kehilangan majikannya itu dengan jalan yang terpincang.</p>
<p>“Huah~ ssshh.. kucing yang manis..ssshhh…kemana pemilikmu..??sshhh..” dengan sedikit meringis Myungsoo menggendong kucing itu dan mengelus-elusnya. Dia nampak keasikkan dengan hewan yang ada dipangkuannya itu, sampai-sampai ia tak sadar akan sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi menuju dirinya yang berada ditengah jalan.</p>
<p>TIN-TIN!!!</p>
<p>Myungsoo membulatkan matanya saat melihat maut yang berada didepan matanya , namun</p>
<p>BRUKKK</p>
<p>Seseorang mendorong tubuh Myungsoo kesisi jalan hingga mereka terjatuh ditrotoar, tangan orang itu terluka karena membentur keras lantai trotoar demi menyelamatkan Myungsoo. Dengan sedikit meringis ia melihat Myungsoo dengan tatapan kesal.</p>
<p>“KAU KENAPA? APA KAU INGIN MATI HUH??” Bentak orang itu , Myungsoo yang masih diliputi rasa shock menggelengkan kepalanya.</p>
<p>“A-A-A-N-NI-AH! MM—“</p>
<p>“AH! SUDAHLAH! KAU MEREPOTKANKU SAJA!” potong orang itu sambil berlalu pergi meninggalkan Myungsoo, Myungsoo hanya bisa melihat dengan lirih padanya.</p>
<p>Sementara itu Jieun dan Jiyeon masih berkeliling mencari kucing Jiyeon yang hilang datang melewati tempat Myungsoo terjatuh bersama kucing Jiyeon. Jiyeon terhenti saat melihat kucingnya yang masih berada dipangkuan Myungsoo dan langsung menghampirinya.</p>
<p>“LUCY-A!” Jiyeon berlari kearah kucingnya dan memeluk penuh sayang. Ia sungguh menyayangi kucingnya itu.</p>
<p>“Tuan~ khamsahamnida kau sudah menyelamatkan kucing—Kim Myungsoo??”</p>
<p>Jiyeon begitu kaget saat menyadari siapa orang yang menyelamatkan kucingnya, Demi apa! Dia adalah Kim Myungsoo , <i>Namja</i> yang ia idola-idolakan dari SMA Laki-laki Sungkyunkwan. Senyumnya tak henti terpancar menyadari semua ini.</p>
<p>“Kim Myungsoo? Benarkah itu kau?” tanya Jiyeon mencoba mencubit pipinya dan “Aw!” ini benar-benar bukan mimpi. Myungsoo tersenyum dan mencoba berdiri, namun lagi-lagi kakinya sakit sehingga ia memeganginya. Myungsoo menggigit gigi bawahnya karena rasa sakit ini, menyadari kesakitan Myungsoo Jiyeon berusaha membantu Myungsoo.</p>
<p>“Neo Gwenchana?” tanya Jiyeon begitu gugup, Myungsoo masih menahan Nyeri sambil memegangi kakinya</p>
<p>“Sssssaaaaakkkkiiiiittttttttt….”</p>
<p align="center">+++++++++</p>
<p align="center"><i>“Otot Ligamen Tuan Kim Myungsoo mengalami Luka sehingga menimbulkan pendarahan sehingga kami harus melakukan operasi dengan cepat sehingga ia akan dapat kembali untuk berjalan, jika saja ini terlalu lama didiamkan maka akan menimbulkan kelumpuhan dan kurusakkan otot”</i></p>
<p>                Tubuh Jiyeon merosot mengingat penjelasan dari Dokter yang menangani Myungsoo, ia begitu merasa bersalah atas apa yang dialami Myungsoo Terlebih Myungsoo telah menyelamatkan kucingnya, Lucy.</p>
<p>Ia menatap lirih pada Myungsoo yang tertidur dengan kaki yang diperban paska operasi, air mata Jiyeon jatuh melihat keadaan idolanya itu. Ia menyeka kasar air matanya sembari mengepalkan tangannya untuk menguatkan diri.</p>
<p>Sebuah janji telah Jiyeon ucapkan dalam hati, ia serius untuk melakukannya.</p>
<p>“Kim Myungsoo! Aku akan menjagamu!” janji Jiyeon mantap</p>
<p align="center">+++++++++</p>
<p>                Disini , dikamarnya sendiri Jiyeon melihat dirinya sendiri dalam pantulan cermin. Gadis itu melepaskan ikatan rambutnya dan membiarkan rambut indah panjangnya terurai. Sebentar lagi ia akan melepaskan semua ini untuk Kim Myungsoo, semua yang nampak menambah kecantikkannya.</p>
<p>Tanpa melirik Jiyeon mengambil gunting diatas mejanya, dengan tangan bergetar ia mengarahkan gunting itu pada rambutnya. Jiyeon menutup kedua mata indahnya.</p>
<p>“Selamat tinggal rambut panjangku!”</p>
<p>SREETTT</p>
<p>Jiyeon memotong rambut panjangnya untuk menjadi pendek, sedikit demi sedikit ia memotongnya sembari terisak</p>
<p>“Aku benarkan?..”</p>
<p align="center">TBC</p>
<p><b>Me </b>: wew ( ˘ з˘ )♬♪ gimana ama prolognya? Sukakah? Atau biasa saja? Kayanya emang biasa aja ya , gak bikin kalian seneng. Maklumlah karena saya emang penulis ayam, saya bukan penyuka tulisan dengan genre romance, sedih ampe pemeran utamanya menderita banget (dipikiran gue : nih orang keracunan sinetron ya?) atau rada mesum (kaya ciuman gak jelas ampe diceritain katanya ampe berjam-jam, karena dalam pikiran saya emang orang tuh pacaran atau nikah kerjanya ciuman doang? Itu mah bukan cinta atuh tapi nafsu doang :p) , plus yang rada gak sopan (baru kenal sicowok udah nyium sicewek, dalam hati aye nih ye emang ada gitu didunia nyata hal semacam itu? Emang si authornya juga emang mau baru kenal langsung dicium-cium ama orang gak dikenal didunia nyata hedeh -____-)dan ceritanya nyang muter-muter itu aja (saya gak bisa jelasin tapi intinya itu ngebosenin pake BGT)</p>
<p>Maaf juga buat para Author lain yang baca, saya bukan nge-bash yak arena sekarang pun saya udah jarang baca FF orang. Dan mungkin apa yang saya katakan diatas udah gak pada ada -___- .</p>
<p>Okeh, back to the FF! kita bikin perjanjian hitam diatas putih ditambah materai 6000 (?) mengenai kelanjutan FF ini ya. Oke baca dengan baik-baik ya kalau :</p>
<ul>
<li>FF ini akan saya lanjut asal ada komen dari kalian berapa pun banyaknya</li>
<li>Jika komen Reader (author *SHINeeta* tidak dihitung) kurang dari 29 buah (sesuai tanggal lahir saya) maka FFnya akan diprotect juga lebih dari sama dengan 29 maka saya tidak akan protect FF nya</li>
<li>Jika FF Diprotect maka permintaan password dilakukan via Twitter , so untuk menjaga-jaga mending kalian follow aye punya twitter khusus buat Readers (@taeminita dan @shinee_ta) karena kalau tidak saya tidak akan memberikan password via fb dan bagi yang gak punya twitter paling harus kirim email ke <a href="mailto:chyeanshawol@yahoo.com">chyeanshawol@yahoo.com</a></li>
<li>Yang ketahuan bocorin password saya blacklist dari orang yang minta password</li>
<li>please!! Yang udah tau nomer saya jangan kasih tau ama yang lain -____-)! , kemarin aja yang pada minta PW TM bejibunnya banyak sekalih bikin pulsa saya jebol plus rada keganggu lahir dan batin (?)</li>
<li>bagi yang ingin melihat pengenalan character FF ini klik saja <span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://curiousshineeta.wordpress.com/2013/05/12/ffseries-hello-boy-school-introduce-cast-password-alamat-twitter-aku/"><span style="color:#ff0000;">DISINI</span></a></strong></span> dengan Password alamat twitter aku (@taeminita), tapi jangan ngekomen disana ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p>gimana syudah jelas? Yang belum jelas, mending mention ke ayeh  buat tanya-tanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:right;">Signature – SHINeeta</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/'>Author</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fan-fiction/'>Fan Fiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/shineeta_walzt/'>SHINeeta_Walzt</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/baek-sueji/'>Baek Sueji</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/choi-minho/'>Choi Minho</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/infinite/'>Infinite</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kim-kibum/'>Kim kibum</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kim-myungsoo/'>Kim Myungsoo</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/lee-jieun/'>Lee Jieun</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/lee-taemin/'>lee taemin</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/miss-a/'>MISS a</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-jiyeon/'>Park Jiyeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/shinee/'>SHINee</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/t-ara/'>T-ara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7346&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/12/ffseries-hello-boy-school-prolog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a99332165caf6a96a69a00c011a9a2ef?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyesantaemin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/hello-boy-school.png" medium="image">
			<media:title type="html">hello boy school</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Don’t Forget Me ..</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/09/dont-forget-me/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/09/dont-forget-me/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 12:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NardaBannasShawoll</dc:creator>
				<category><![CDATA[Author]]></category>
		<category><![CDATA[FanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[NardaBannasShawoll]]></category>
		<category><![CDATA[Park Ji Yeon]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>
		<category><![CDATA[cho kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[http://nardayuraasan.wordpress.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7333</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Tittle : Don’t Forget Me .. Genre : Happy end Type : part1 Author: [[facebook]]-[[BLOG]]-Narda ðLee Yoora aka Narda ^p^   Maincast: Park Ji Yeon  Other cast: Cho Kyuhyun [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7333&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p style="text-align:center;"><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_7331" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/dont-forget.jpg"><img class="size-full wp-image-7331" alt="Don’t Forget Me .." src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/dont-forget.jpg?w=470&#038;h=587" width="470" height="587" /></a><p class="wp-caption-text">Don’t Forget Me ..</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tittle : Don’t Forget Me ..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Genre : Happy end</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Type : part1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Author: [[<a href="https://www.facebook.com/san.bangkt?ref=ts&amp;fref=ts" target="_blank">facebook</a>]]-[[<a href="http://nardayuraasan.wordpress.com/" target="_blank">BLOG</a>]]-Narda</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:.75in;text-align:center;text-indent:-.25in;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:Wingdings;">ð</span><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Lee Yoora aka Narda ^p^</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Maincast: Park Ji Yeon  </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Other cast: Cho Kyuhyun and other’s</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">~ </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Happy reading ChingudeuL =D</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">~</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Kyu pov</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Hoshh .. hoshh ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku lihat sekilas jam yang setia melekat gagah di tanganku ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“owhh sh*t .. !!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku percepat lariku menuju gerbang .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Hoshh ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku lihat kiri kanan dan langsung saja masuk ke dalam gerbang yang sedikit terbuka .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“fyuh ..”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“heh yang disana!!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*DEG</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“awhh !! mean !!”desisku kesal .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Baru saja bernafas lega .. masalah baru muncul si satpam bodoh itu tiba-tiba muncul dari pintu masuk sekolah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Dengan tubuh yang terlalu berlebihan dan tampang sangar yang terlalu di buat-buat .. hh!! Si gendut ini bisa apa ?! hanya menggertak.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ya~! apa-apaan ini ?! kau telat lagi ?? haruskah kau selalu menambah kerjaanku untuk memarahimu setiap pagi ?? heh !! ini sudah yang keberapa kali huh?! kau ini .. ck~ck~ck~ .. jamaan sekarang .. hh! Kau fikir sekolah ini milik orang tuamu apa ?!”omelnya dengan mengetuk-ngetukan tongkatnya kasar pada wajahku dan pundakku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ya~!!”sentakku tak terima.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“kk? Ya~!! kau masih berani membentaku ??!!”balasnya sangar.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“uhhuukkk uhuuukk !! a.aaahhh .. hooshh .. hoshh .. akhirnya sampai juga ! haaiiooh ! aku lelah sekali !”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tiba-tiba seorang yeoja bermonolog sambil membungguk lemas dengan menyender lega di pagar depan sekolah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ck~ apa-apaan anak itu .. hhh .. aku heran dengan anak sekarang ..”gerutu si gendut ini sekali lagi.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“heh! Kau ! jangan mencoba kabur!”tatapannya seakan ancaman hukuman mati bagi yeoja itu .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“a? ah .. mianhaeyo .. mianhae ..”bungkuknya yang langsung menghampiri ku dan berdiri di sampingku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“aish .. ! heh!! Nona .. kenapa kau bisa setelat ini huh ?? aku tak mau tau kau harus push up 10 kali !!”titah si satpam kelebihan muatan itu sembari mengetu-ngetukan tongkatnya kasar pada kepala si yeoja ini hingga meringis kesakitan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“n.nde??”bengong yeoja itu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“push up kau dengar ?? kau tau ? sudah baik kau tak ku tambah hukuman untukmu karna ini adalah kali pertamanya aku menangkapmu terlambat!!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Sentaknya lagi ,kali ini tongkatnya mengibas-ngibas rambut coklat yang tergerai itu dengan senyuman yang tak ku sukai.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku tak tahan !! si gendut itu Sh*t !!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';"> Dengan cepat ku seret yeoja itu keluar gerbang.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“y.ya~?? eh ?? o !! ya~!! heyy lepass !! apoo!”erangnya yang terdengar kelimpungan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Akhirnya dengan tatapan datar ku lepaskan tangannya yang kemerahan .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Dengan cepat ia melipat seragamnya dan menjerit .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“yaaa!! Merah sekaliii !!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tanpa menghiraukannya ku sodorkan helmku, ia tampak kebingungan ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“a.aniya .. kau tak usah berbaik hati padaku .. aku bisa naik bus sendirr yaa!! Jangan menarikku!!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tanpa mendengarkan ocehannya aku kembali menyeretnya mendekat motorku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“wae?!!”bentaknya protes, tapi tatapan datarku mematahkan niatnya .. ia menunduk dan memakai helm yang ku sodorkan lalu menaiki motor dengan pelan dan ragu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“yaaaa!!! Pelan!! Pelaaann!!”jeritnya ketakutan ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Belum sempat ia duduk nyaman motorku sudah melaju dengan cepat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“di mana rumahmu?”tanyaku memelankan kecepatan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“e? mwooo ??”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“rumahmu! Cepat katakan rumahmu dimana ?”tegasku .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“a.aniya .. ki.kita berhenti di sini saja .. ya? yaaaa!! Ishh KAU? E.ehehe .. gomawo .. sudah mengantarkanku..”jawabnya bingung .. dengan satu hentakan ku hentikan motorku yang berarti akan ada teriakan –again- tapi tiba-tiba suara bising itu terhenti .. tatapan datarku menyelamatkan telingaku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ia turun dan berdiam menatapku ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku tunjuk wajahnya dengan biasa saja .. ia kembali menatapku dengan isyarat bahwa dia bingung dengan apa yang ku maksud.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“Helm”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“o ? ahh .. ne .. goma-”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Suara deruan motor yang selanjutnya ku dengar . dengan cepat ku jalankan motorku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Jiyeon pov</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tiba-tiba ia menunjuk wajahku ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*DEG</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">a.apa ada yang salah dengan wajahku ?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“Helm”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“o ? ahh .. ne .. goma-”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Belum sempat aku berkata ia telah pergi dengan motornya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ishh .. uhuukk!! Uhuukk !! asapnya banyak sekali .. ishh .. ya!!!! jika bukan karna terpaksaa !! aku tak akan mengucapkan ‘terimakasih’ padamuu .. wlee &gt;p&lt; pabbo!”gerutuku pada asap.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“aish .. jika begini .. aku akan berjalan kemanaa lagi ?? ini gara-gara namja brandal itu ! jika saja aku push up dan ia tak menyeretku .. aku pasti sudah berada di kelas dan belajar dengan tekun ..”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Pundakku merosot .. ku angkat kepalaku pasrah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“jika pulang ke rumah aku pasti akan di hukum dengan 30 cambukan T^T appooyo~ andwe ! hhh .. terus sekarang aku harus apa ??”tanyaku lesu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">BRUKK DRRAAAKK BUUUGHH</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“kya!”jeritku kecil ku tutup kupingku .. dan berjongkok .. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Arah suaranya berasal di gang tepat di sampingku . ottokhae ? apakah terjadi perampokan ??</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">BUAAGHH</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku intip gang itu dengan hati-hati ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*DEG</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Di situ hanya ada 1 yeoja yang ketakutan 2 namja dan orang tadi .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“pencuriii … tolooong pencuri..”teriak yeoja itu histeris.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Yeoja itu menunjuk-nunjuk namja berandalan yang tadi membawaku .. namja itu tengah sibuk menghabisi 2 namja yang tak berdosa .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“YA~ !!! HENTIKAAAANN !!”teriakku yang berhasil membuatnya berhenti sejenak.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“AKU AKAN LAPOR POLISI !! CEPAT PERGI DARI SINI!!”ancamku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Hingga ke dua namja babakbelur itu lari ketakutan .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku hampiri namja berandal itu dengan asap yang keluar dari kepalaku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“beraninya kau melakukan ini pada nona yang tak berdosa ??”bentakku . tanpa mendengarkanku ia berjalan melewatiku dan langsung saja berjalan ke arah yeoja malang itu dengan tatapan seramnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Dengan cepat ku halangi dengan membentangkan kedua tanganku di depan yeoja itu .. tangannya mengangkat mataku tertutup .. aku pasrah ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tiba-tiba ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“dompetmu slamat”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*DOENG ?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Satu kata yang datar .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku buka mataku dan menatapnya bingung ,tiba-tiba yeoja itu mengejar si brandalan itu dan menghalangi jalannya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“a.aaaahhh .. kyyaaa .. ghamsamida .. eum .. apa kau sudah punya yeojachingu ?? kau itu keren sekali .. kyaa .. tampan!! Dan juga berani .. ah ! minta pin nya dong .. biar lebih akrab”jerit yeoja itu kagum.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*NGEK (?)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">a.apa aku salah taksir ?? berarti itu tadi .. huwaaa .. aku salah sangkaa !!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“berisik”ucap si brandal itu yang langsung berjalan menuju motornya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Keceriaan dan kekaguman yeoja itu seakan terhapus .. rautnya seperti terserang jantung akut , pundaknya merosot dengan mulut yang menganga.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“eh .. yaa!! Ya! .. tunggu aku !!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“m”responnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">-_- apa nya yang keren ? judes begini . &gt;p&lt;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ka.kau mau pergi kemana ??”tanyaku berusaha baik.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“urusanku”singkatnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*GLEK</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“aniya aniya .. bolehkah aku ikut denganmu ? aku tak ada tujuan .. jika aku pulang ke rumah .. aku akan di cambuk 30 kali .. dan pasti sakit .. lalu aku tak bisa duduk ataupun berdiri lagi dengan normal .. bekas cambuknya juga pasti lama hilangnya .. ibuku itu galak .. belum di rumah .. nanti di sekolah pasti aku akan menjadi bahan ejekan karna kakiku bengkak dan jalanku aneh seperti piguin.. jebal .. tolong aku yang malang ini..”cerpen ku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“hooooaamh .. hmm .. naik!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku masih terdiam .. ia menatapku di balik helmnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“itu ..”aku menunjuk helmnya .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Dengan sekali gerakan ia memberikan helmnya -lagi- untukku .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“hehe ..”kekehku yang langsung naik ke atas joknya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“kyyaaaaa!!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku pegang helmku erat-erat .. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aishh .. aku harus membiasakan hal ini .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">~</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ghamsamidaa ..^^”sahut pelayan toko itu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Dengan rasa bersalah ku berjalan dengan 2 cup kopi moca di tanganku .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“walau bagaimanapun ia adalah namja yang baik .. walaupun terkadang aku harus menahan kesal padanya, aishh cuaca semakin dingin saja.”gumamku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Langkahku terhenti .. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku melihat namja itu sedikit menggigil .. hidungnya memerah .. ia tengah menghangatkan tangannya .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku kembali berbalik dan lari dengan sekuat tenaga agar cepat sampai ke dalam toko pakaian.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">~</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku lari dengan cepat .. menjaga keseimbangan dan mengatur nafas di antara salju-salju ini membuatku sesak.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“hoshh .. hoshhh .. mianhae ..”desahku sembari menyodorkan kopi padanya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tanpa mengucapkan sepatah kata .. ia meneguk habis kopi itu dan melemparkan sampah nya ke dalam tong sampah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Hmm .. dia memang seperti itu ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ssrrllk hacchiiw!”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“o ? a.ahh .. pakai ini .. tadi aku membelikannya untukmu.”ucapku menyodorkan syal merah tebal itu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“ani”jawabnya singkat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“e?” arrrr .. namja ini !!!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tiba-tiba ia menarik pundakku mendekat dengannya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*glek</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Tapi kekagetanku belum cukup hingga di situ .. ia menarik syalku dan kemudian ia pakai, ia melihat sarung tanganku yang memang sengaja kedodoran dan besar .. lalu ia copot dan ia pakai ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“aku tak butuh syal mencolok itu”ucapnya yang merasa nyaman dengan semua benda milikku itu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Eeerrrr .. “YAAA e?”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Belum sempat aku mengeluarkan uratku tiba-tiba ia mengaitkan syal merah itu padaku dan menarikku ke atas motor.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Aku terdiam dalam bingung .. motor belum juga bergerak walaupun asap sudah mengepul kemana-mana .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“wae geure?”tanyaku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“tangan”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“nde?”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“tanganmu cepat!!”tegasnya .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Ku julurkan tanganku bingung .. tapi ia menuntunku menuju saku di kedua sisi tubuhnya .</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“e? eh .. 0///0”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“cuaca buruk”singkatnya lagi.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">*DAG*DIG*DUG</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">Namja ini .. kelihatannya saja keji .. brandal .. tapi hatinya baik sekali .. ia begitu perhatian .. andai aku bisa menghilangkan kebiasaanya berkomunikasi yang selalu seperti itu .. akan lebih menyenangkan bisa selalu berbicara ..</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">“e? apa yang sedang ? aish”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">~</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:'Comic Sans MS';">-TBC-</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:.75in;text-align:center;" align="center">kalo bagus RCL yaaa .. phayy .. !! phaaayyyy !! ^W^</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/'>Author</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fan-fiction/'>Fan Fiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/'>FanFiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/nardabannasshawoll/'>NardaBannasShawoll</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/cho-kyuhyun/'>cho kyuhyun</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/httpnardayuraasan-wordpress-com/'>http://nardayuraasan.wordpress.com/</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/kyuhyun/'>Kyuhyun</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-ji-yeon/'>Park Ji Yeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-jiyeon/'>Park Jiyeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/super-junior/'>Super Junior</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7333&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/05/09/dont-forget-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2b4d5ab9828cd0aec4d32e04ac4365c?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saniienardaonyont</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/05/dont-forget.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Don’t Forget Me ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Far away [Songfic]</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/25/far-away-songfic/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/25/far-away-songfic/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 22:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiangel</dc:creator>
				<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[Chanyeol]]></category>
		<category><![CDATA[EXO]]></category>
		<category><![CDATA[Fiangel]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>
		<category><![CDATA[Suho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7315</guid>
		<description><![CDATA[Title                  : Far away Author              : Fiangel Facebook         : Desfia Riska Annisyah Twitter             : @Fiangelic (bagi exotic,crown,dan BBC di follow dong. Ntar author follback ^^) Cast                 : v  Park Jiyeon [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7315&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/ghj.jpg"><img class="size-full wp-image aligncenter" id="i-7318" alt="Gambar" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/ghj.jpg?w=223" /></a></p>
<p>Title                  : Far away</p>
<p>Author              : Fiangel</p>
<p>Facebook         : Desfia Riska Annisyah</p>
<p>Twitter             : @Fiangelic (bagi exotic,crown,dan BBC di follow dong. Ntar author follback ^^)</p>
<p>Cast                 :</p>
<p>v  Park Jiyeon (T-ara)</p>
<p>v  Kim Joonmyun a.k.a Suho (EXO-K)</p>
<p>v  Park Chanyeol a.k.a Chanyeol (EXO-K)</p>
<p>Genre               : Sad Romance, Angst</p>
<p>Length              : Songfic, Oneshot</p>
<p>Bagi yang merasa istri-istrinya member EXO, Come here!!! LOL. Bagi yang di PHP-in terus sama comebacknya EXO pokoknya harus kesini *eh*</p>
<div>
<p>Annyeong! Fia balik lagi. Dan masih dengan genre sama *SAD* O3O. Kali ini korban author adalah JoonMyun appa alias Suho!  Leader dengan senyuman terbaik sepanjang masa .LOL. Ini songfic pertama author. Diadopsi (?) dari lagu c-clown Far away. Author udah ijin sama si Rome dan boleh *apa ini*. Tidak sepenuhnya sama dengan apa yang ada di MV far away. Author udah nambahin bumbu-bumbu asmara *aseeekkkkk*. So, don’t bash! And don’t Plagiarism!!!!!!!!! XDD #asahgolok</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p>*All Joonmyun POV*</p>
<p><em>Nado moreuge neol bulleo</em></p>
<p><em>Neol bomyeon nae gaseumi tteollyeo</em></p>
<p><em>Cheombuteo ni nunbiche kkeullyeo</em></p>
<p><em>Orae dwaesseo neoreul johahage dwaesseo</em></p>
<p><em>(Tanpa sadar, aku memanggilmu. Saat melihatmu, hatiku berdebar. Sejak awal, aku terpikat oleh tatapanmu. Sudah sejak lama aku menyukaimu)</em></p>
<p> “Jiyeon!!!” Teriakku. Jiyeon berbalik menghadapku sambil tersenyum lebar seraya melambai-lambaikuan tangannya kearahku.</p>
<p>Sekali lagi aku berpikir keras untuk mengatakannya atau tidak. Jiyeon berjalan cepat menuju kearahku. Aku masih berdiri terdiam ditempatku sekarang seolah menanti Jiyeon sampai.</p>
<p>“Ada apa Joonmyun oppa?” Tanya Jiyeon penasaran. Masih dengan tersenyum lebar. Aku terdiam. Aku ingin mengatakannya. Mengatakan bahwa aku menyukainya. Tapi…</p>
<p>“Chagi!!!” Panggil seorang yang sudah sangat familiar bagi kita berdua, Chanyeol. Dia adalah namja paling beruntung didunia. Dia, dia yang berhasil merebut hati Jiyeon. Dia sahabatku sekaligus Jiyeon. Dia bahkan berbagi kamar denganku di apartemen.</p>
<p>“Ah… Yeolli oppa!!! Bogoshipeosseo!!!” Ujar Jiyeon langsung memeluk namja yang notabenenya memang namjachingunya. Jiyeon terlihat sangat bahagia bersama Chanyeol. Jiyeon-ah jika kau bersamaku, aku yakin kau akan lebih bahagia dari sekarang.</p>
<p>“A-Cham!!! Joonmyun oppa, Tadi kenapa kau memanggilku?” Tanya Jiyeon. Haruskah aku mengatakannya sekarang? Seegois itukah aku? Ani… Aku harus mengurungkan niatku itu. Lebih baik jika perasaan ini hanya aku yang tahu. Tanpa menyakiti orang lain, meski itu sangat menyakiti diriku sendiri.</p>
<p>“Aniyo. Eobseoyo. Aku hanya iseng memanggilmu! Hahaha…” Tawaku sambil menunjukkan senyum yang bisa kuyakini aneh.</p>
<p>“Kau mau pergi kencan denganku?” Tanya Chanyeol pada Jiyeon. Jiyeon hanya tersenyum sambil mengangguk malu. Wajahnya sedikit merah. Andai aku yang berada di posisi Chanyeol saat ini. Aku ingin waktu berhenti hanya sampai disini. Tapi aku adalah aku, Joonmyun. Bukanlah Chanyeol.</p>
<p>“Kau mau ikut dengan kami atau tidak Hyung?” Tawar Chanyeol sambil memamerkan senyum lebarnya. Aku menggeleng pelan. Mereka berdua pergi meninggalkanku sendiri disini. Aku tersenyum kecut menatap tubuh mereka berdua yang berjalan semakin jauh menuju tempat kesenangan mereka berdua.</p>
<div>
<p>Karena aku terlalu takut jiyeon-ah. Aku takut kau akan menjauhiku seperti sekarang ini kau meninggalkanku sendiri disini. Sejak awal kita bertemu, aku sudah menyukaimu. Tapi aku benar-benar pria cemen yang tidak berani mengungkapkan perasaannya. Aku, aku benar-benar terlalu takut kau akan pergi menjauhiku.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Soljikhi niga naegen neomu gwabunhan geo ara</em></p>
<p><em>Neo malgo dareun yeojaneun pillyo eobseo baby</em></p>
<p><em>(Sejujurnya kau itu terlalu baik untukku.  Aku tak butuh gadis lain selain kau, Baby.)</em></p>
<p>“Joonmyun oppa!!! Kau tahu…. Aku benar-benar bahagia hari ini. Eummm… sebenarnya sejak kemarin sih. Hehehe…” Ujar Jiyeon padaku dengan memamerkan senyum manisnya.</p>
<p>“Wae?” Tanyaku penasaran. Sebenarnya sudah tidak lagi melihat gelagat jiyeon yang seperti itu. Sudah bisa kupastikan ini semua akan berakhir pada satu nama itu, Park Chanyeol.</p>
<p>“Aku dan Chanyeol oppa… Kemarin kami kisseu!!! Ya!!! Aku benar-benar bahagia. Itu first kissku oppa!!!” Katanya sedikit keras sambil loncat-loncat kegirangan. Sampai akhirnya hampir saja dia jatuh karena terpeleset. Untunglah reflekku bagus. Jadi aku bisa menyelamatkannya.</p>
<p>DEG!!! DEG!!! DEG!!! Jantungku berdetak keras. Kalau saja aku egois. Aku juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan chanyeol. Tapi, Sekali lagi aku takut. Terlalu takut jika nantinya kami akan menjadi canggung dan dia perlahan menjauhiku.</p>
<p>“Gwaenchanha?” Tanyaku sambil membantunya berdiri. Dia mengangguk dan masih tampak sedikit shock. Aku tahu betul kau orang yang baik. Sangat baik malahan. Aku tahu kau terlalu baik untukku. Tapi tetap saja aku tak bisa melupakanmu. Hanya kau satu-satunya. Karena aku tak butuh gadis lain kecuali kau, Jiyeon-ah.</p>
<div>
<p>Lagi… Ada niat untuk mengungkapkannya. Mengatakan yang sebenarnya kalau aku sudah menyukaimu sejak lama. Tapi kurasa itu tak berguna. Kau mencintainya. Dan aku menyesali hal itu…</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Jeongmal geu sarami jonhi</em></p>
<p><em>Geu namjan neol saranghal jul molla</em></p>
<p><em>Ni yeope geu saramboda naega deo jal eoullil tende</em></p>
<p><em>(Kau benar menyukai orang itu? Pria itu tak tau caranya mencintaimu. Dibanding orang yang disisimu itu, aku lebih pantas untukmu. )</em></p>
<p>Disini. Dipantai Incheon. Aku berdiri memandang sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga. Yup! Jiyeon dan Chanyeol. Mereka berdua tampak sangat bahagia, bertolak belakang denganku tentunya.</p>
<p>Yang masih menjadi pertanyaan besar diotakku adalah apakah kau benar-benar menyukai Chanyeol? Kenapa harus Chanyeol? Bukankah aku dahulu yang mengenalmu. Kita sudah berteman sejak TK. Sedangkan kita berteman dengan Chanyeol di SMP. Kupikir jika aku yang mengenalmu dulu, aku yang akan mendapatkanmu.</p>
<p>Aku yakin Aku lebih baik dari Chanyeol. Aku lebih tahu banyak hal tentangmu dibanding dia. Dia kurang paham bagaimana cara untuk mencintaimu. AKU! Aku lebih baik untukmu.</p>
<p>Aku ingin berteriak agar kalian berdua berhenti bermesraan dihadapanku. Tapi aku bukanlah tipe pria seperti itu. Aku penakut.</p>
<div>
<p>Masih terus berdiri terdiam. Kalian menghampiriku dengan senyum cerah. Aku menarik sudut bibirku sedikit keatas. Ini sulit bagiku.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Jeongmal geu sarangi jonhi</em></p>
<p><em>Ni nunmul naega daesin dakkajulge</em></p>
<p><em>Ulji malgo naegero but I know</em></p>
<p><em>(Kau sungguh menyukai cinta itu? Aku akan menyeka air matamu untuk mu. Jangan menangis, hampirilah aku. Tetapi aku tahu…)</em></p>
<p>Dengan terburu-buru aku keluar dari perpustakaan. Tanpa sengaja aku mendengar suara Chanyeol. Aku sempat berhenti sebentar di suatu ruang itu. Namun aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku tetapi langkahku terhenti ketika ada suara asing. Suara seorang yeoja yang jelas-jelas bukan Jiyeon. Buru-buru aku mengintip kearah ruang itu.</p>
<p>MWO!!!!! Aku benar-benar tidak menyangka kalau Chanyeol seperti ini. Namja brengsek!!! Dengan penuh amarah aku masuk ke ruang itu. Mendobrak pintunya, hingga mereka berdua menatapku takut. Chanyeol buru-buru mendekatiku.</p>
<p>“Suho hyung. Jebal… Jangan katakan pada Jiyeon.” Bisik Chanyeol pelan padaku. Aku menatap sinis yeoja asing yang bersama Chanyeol itu. Aku berpikir keras. Kalau aku mengatakannya maka Jiyeon akan tersakiti. Jika aku tidak mengatakannya Jiyeon juga akan tersakiti nantinya. Dengan lemah akhirnya kuanggukkan kepalaku.</p>
<div>
<p>Lagi dan lagi sikapku selalu seperti ini. Penakut. Pengecut!</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Meoreojilkabwa naega sirheojilkkabwa</em></p>
<p><em>Malhago sipeotneunde</em></p>
<p><em>Ibi tteoreojijiga anhasseo</em></p>
<p><em>(Karena aku takut kau menjauh, Aku takut kau membenciku. Ingin mengatakannya padamu, tapi bibirku tak bergerak)</em></p>
<p>“Joonmyun oppa! Kau harus mencoba masakan ini. Rencananya aku ingin menambahkan menu ini di cafeku.” Kata Jiyeon. Aku mendekat dan mencoba masakannya. Ini benar-benar enak. Apa aku harus mengatakan pada Jiyeon tentang masalah Chanyeol kemarin? Bagaimana kalau dia tidak akan memasak seenak ini lagi?</p>
<p>Apa aku harus mengatakan bahwa Chanyeol berselingkuh dibelakangnya? Tapi apa mungkin Jiyeon akan percaya? Bagaimana kalau dia tidak percaya kemudian malah membenciku? Bagaimana jika dia akan menjauhiku? Dan bagaimana kalau Chanyeol juga pergi dari Apartemen kami? Ah… begitu banyak gejolak di otakku.</p>
<div>
<p>“Oppa! Kenapa kau melamun?” Tanya Jiyeon. Aku menggeleng pelan sambil tersenyum kecil. Inilah aku… Lagi-lagi aku tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya ada di pikiranku.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Meoreojilkabwa na geobi nanabwa</em></p>
<p><em>Hoksirado neowa naui saiga</em></p>
<p><em>Jeongmal eosaekhaejyeo meoreojilkkabwa</em></p>
<p><em>(Karena aku takut kau menjauh. Aku ketakutan. Bagaimana kalau hubungan antara kita menjadi canggung dan berjauhan?)</em></p>
<p>Tut…tuut…</p>
<p>Handphoneku bergetar. Aku melihat siapa yang menelpon. “Jiyeon” Pekikku. Buru-buru aku mengangkatnya. Kudengar Jiyeon menangis.</p>
<p>“Neo waeyo?” Tanyaku cemas. Dia masih menangis, justru lebih keras lagi. Aku semakin khawatir dengan keadaannya.</p>
<p>“Neon eodiyeyo?” Tanyaku lagi.</p>
<p>“Ca… Café” Jawabnya sesengukan. Aku langsung berlari dari kantorku menuju ke Café milik Jiyeon. Karena terlalu terburu-buru entah sudah berapa orang yang mengomel padaku karena menabraknya. Tapi yang kuucapkan hanyalah <i>‘Joeseonghamnida’</i>.</p>
<p>Saat hampir sampai aku mulai memelankan lariku. Melirik Jiyeon yang masih setia menangis di salah satu bangku cafenya yang tutup. Perlahan aku mendekati sisi café itu. Jiyeon menatapku dengan tatapan mata yang penuh kesakitan itu. Aku berhenti sejenak memandang Jiyeon dari balik jendela kaca cafenya.</p>
<p>Baru saja aku akan masuk, Chanyeol datang. Dia langsung memberikan pelukan pada Jiyeon. Jiyeon masih menangis dan menolak pelukan itu. Namun semakin lama perlawanannya semakin lemah dan akhirnya membalas pelukan Chanyeol.</p>
<div>
<p>Andai saja tadi aku langsung masuk. Akulah yang berada di posisi Chanyeol sekarang. Tapi… Bagaimana ini. Kenapa aku terlalu lambat? Harusnya aku mengatakannya dari awal. Tapi, Karena aku takut. Aku terlalu takut untuk mengatakannya padamu Jiyeon-ah. Bibirku selalu tertutup rapat saat aku hendak mengatakannya. Aku terlalu takut mengatakannya. Aku terlalu takut jika kau menjauh dan hubungan diantara kita akan menjadi canggung.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Move now sarajyeo bogido neomu himdeuljyo</em></p>
<p><em>Idaero neol bonaendamyeon pyeongsaeng huhoe hagetjyo</em></p>
<p><em>Geu namja nuga bwado neol himdeulge haneun bad boy</em></p>
<p><em>Naega deo jalhaejulge baby</em></p>
<p><em>Meoreojyeo gandaneun saenggage meongi deureoga nae mame</em></p>
<p><em>Ajikdo neoui nungae dareun namjaga boine</em></p>
<p><em>I wanna break down I wanna break down mianhae</em></p>
<p><em>(Bergeraklah sekarang, Enyahlah, terlalu berat untuk melihatmu. Bila melepaskanmu seperti ini, aku akan menyesal selamanya. Semuanya pun tahu, Pria itu Bad boy yang akan menyusahkanmu. Aku akan memperlakukanmu lebih baik, Baby. Hatiku terluka jika membayangkan kau menjauh. Masih ada saja pria lain di matamu. I wanna break down, I wanna break down. Maaf)</em></p>
<p>Melihatnya sudah bersama Chanyeol lagi, aku langsung berbalik pergi. Pergi menjauhi café dimana sepasang sejoli mempererat hubungan mereka. Harusnya Jiyeon menolaknya, Jiyeon sudah tahu kalau chanyeol adalah pria brengsek! Tapi bagaimana dia masih bisa menerimanya kembali? Kenapa dia tidak melihat seseorang disampingnya yang jauh lebih baik dibanding Chanyeol.</p>
<p>Aku, jika saja kau bersamaku. Kujamin kau akan jauh lebih baik. Tapi bagaimana bisa aku mau mengatakannya kalau aku tak punya keberanian sama sekali. Bagaimana bisa aku menjadi egois dengan mengatakan bahwa aku menyukaimu disaat ada namja lain dihatimu.</p>
<div>
<p>Rasanya ingin pergi menjauh dari dunia ini. Agar aku bisa melupakannya. Tidak melihatnya bersama Chanyeol. Tapi itu tidaklah mungkin. Aku tahu aku penakut, tapi aku bukanlah PECUNDANG!!! Aku tidak akan pergi meninggalkan medan perang sebelum bertempur.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Oneureun naega malhago sipeo</em></p>
<p><em>Malhago sipeunde geuge ja andwae</em></p>
<p><em>Oneureun naega malhago sipeo</em></p>
<p><em>I want to just say it but I know I can’t do it</em></p>
<p><em>(Hari ini akan kukatakan. Tapi tidak mudah untuk mengatakannya. Hari ini akan kukatakan. Ingin kukatakan, tapi aku tak bisa.)</em></p>
<p>Disini. Dicafe milik Jiyeon. Hanya ada aku dan dia. Sebuah peluang emas yang ditakdirkan oleh Tuhan. Aku sudah tidak kuat lagi. Harus kukatakan! Tapi sulit untuk melakukan itu karena bibirku terkunci rapat dan tak mau bergerak.</p>
<p>“Kau sedang memikirkan apa? Belakangan ini kau terlihat sering melamun.” Tanya Jiyeon sambil menatapku penasaran. Aku tersenyum singkat. Ternyata dia masih memperhatikanku.</p>
<p>“Eobseo.” Jawabku singkat. Bahkan ketika Jiyeon bersama Chanyeol pun dia masih memperhatikanku. Meskipun hanya perhatian sebatas sahabat. Tapi setidaknya aku juga mendapatkan setengah perhatian Jiyeon selain Chanyeol.</p>
<p>“Kita akan bersahabat selamanyakan?” Tanyaku dengan suara sedikit parau. Jiyeon menatapku aneh. Aku tahu dia pasti bingung dengan pertanyaanku barusan.</p>
<p>“Tentu saja. WAE? Kau tidak akan secepat ini meninggalkanku kan?” Tanya Jiyeon panik. Aku menggeleng sambil tersenyum ceria. Dia bahkan sangat mengkhawatirkanku. Kurasa meski aku hanya sahabatnya aku sudah cukup beruntung.</p>
<div>
<p>“Aku akan selalu ada disisimu!” Ujarku yakin. Meskin bukan itu yang selalu ingin kukatakan, tapi setidaknya aku sudah sedikit mengungkapkannya.</p>
<p>___________________________________________________________________________________________________________________________</p>
</div>
<p><em>Ni yeope maeil itgo sipeunde everyday ni moksoriga deutgo sipeunde</em></p>
<p><em>Amudo moreuge dagawaseo naui soneul jabajwo</em></p>
<p><em>(Aku ingin disisimu setiap hari. Aku ingin dengar suaramu setiap hari. Tanpa ada yang tau, hampirilah aku dan genggam tanganku.)</em></p>
<p>Kau harus mengingat janjiku Jiyeon-ah. Aku akan selalu ada di sisimu, selamanya. Aku sangat ingin selalu bersamamu. Disisimu. Bercanda tawa denganmu setiap hari. Bahkan aku berharap kau bisa menghampiriku dan menggenggam tanganku meski hanya sekali saja. Sebelum semuanya berakhir.</p>
<p>‘Perhatian-perhatian. Pesawat menuju Los Angels akan segera lepas landas. Penumpang harap segera memasuki pesawat.’ Bunyi itu…. Aku benci itu! Mulai detik ini, aku akan pergia meninggalkan mereka. Aku yakin saat ini mereka sedang bersama bahagia meski tanpa aku.</p>
<p>Aku tahu mereka tidak akan datang. Karena aku merahasiakan kepergianku ini dari mereka berdua. Aku mulai berdiri dari bangkuku dan berjalan pelan. Jiyeon, Maaf aku tidak bisa menepatinya. Aku, aku harus pergi darimu. Bukan keinginanku kalau penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Jadi akan lebih baik jika kau tidak melihat kesakitanku sedikitpun dan mulai melupakanku.</p>
<p>“Joonmyun oppa!!!!!” Teriak suara yeoja yang sangat taka sing lagi bagiku. Aku masih berpikir keras. Bagaimana bisa aku mendengar suaranya disini. Dia tidak mungkin tahu aku disini sekarang. Ahhh… Itu pasti hanya khayalanku saja. Lupakan dia Joonmyun-ah.</p>
<p>“Joonmyun oppa!” Teriaknya lagi. Aku merasa ada seseorang yang memelukku dari belakang. Aku perlahan memutar tubuhku untuk dapat melihat siapa itu.</p>
<p>“Kenapa kau melanggar janjimu? Kenapa kau pergi? Apa aku sudah berbuat jahat padamu?” Tanya Jiyeon sambil menangis sesengukan. Aku jadi ikut menangis melihatnya yang kacau seperti sekarang ini.</p>
<p>“Kau hanya perlu melupakanku dan semuanya selesai jiyeon-ah” Kataku dan perlahan pergi menjauh darinya. Akan lebih baik kau membenciku disbanding kau harus sakit dan menangis karenaku Jiyeon.</p>
<p>Goodbye my love. Im’ Gone…. :’(</p>
<p>Karena aku takut kau menjauh, Aku takut kau membenciku. Ingin mengatakannya padamu, tapi bibirku tak bergerak. Karena aku takut kau menjauh. Aku ketakutan. Bagaimana kalau hubungan antara kita menjadi canggung dan berjauhan?</p>
<p align="center">*END*</p>
<p>Joonmyun oppa kasihan deh.  Aduh kok aku tega buat dia jadi sosok yang menyedihkan banget ya disini. Ckckck. Semoga kalian semua suka dan yang udah baca, nih author bagiin tissue buat lap air mata.</p>
<p>Thanks for read it!!! ^^</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/chanyeol/'>Chanyeol</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/exo/'>EXO</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/fiangel/'>Fiangel</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-jiyeon/'>Park Jiyeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/suho/'>Suho</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7315&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/25/far-away-songfic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/58a785004f5c9891f4a7cf8b345f73cf?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baekkoya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/ghj.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>We&#8217;re Sibling &#8211; End</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/were-sibling-end/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/were-sibling-end/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 14:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeonnia!~♥</dc:creator>
				<category><![CDATA[yeonnia49]]></category>
		<category><![CDATA[Park Ji Yeon]]></category>
		<category><![CDATA[Park Chanyeol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7307</guid>
		<description><![CDATA[Title                  : We’re Siblings Author              : Yeonnia Type                : Twoshoot Genre               : Romance, Family, Complicate Main Cast        : Park Jiyeon and Park Chanyeol The fact is popping out! ‘Oppa, ternyata [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7307&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/sibling.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-7313" alt="Sibling" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/sibling.jpg?w=470&#038;h=658" width="470" height="658" /></a></p>
<p>Title                  : We’re Siblings</p>
<p>Author              : Yeonnia</p>
<p>Type                : Twoshoot</p>
<p>Genre               : Romance, Family, Complicate</p>
<p>Main Cast        : Park Jiyeon and Park Chanyeol<span id="more-7307"></span></p>
<p align="center">The fact is popping out!</p>
<p><i>‘Oppa, ternyata kau… memanfaatkan aku!’</i></p>
<p><i>‘Maaf, aku tidak bermaksud begitu, namun inilah kenyataannya’</i></p>
<p><i>‘Kau perlu tahu tentang semua yang telah terjadi dan apa yang sudah aku lakukan’</i></p>
<p><i>‘Apa?’</i></p>
<p><i>‘Aku telah berselingkuh’.</i></p>
<p align="center">Jiyeon POV</p>
<p>“Lalu?”</p>
<p>Dia menatap mataku lekat, tatapan yang selama ini kuinginkan, tatapan yang selama ini kurindukan, tatapan yang memiliki arti lebih dalam dari setiap kalimat yang terlontar darinya selama ini. Tatapan yang sangat kuidolakan.</p>
<p>“Lalu apa maksudmu?”</p>
<p>“You know what?”</p>
<p>“Yes?”</p>
<p>“You really slow!”</p>
<p>Aku berlari menghindarinya. Mengelilingi setiap sudut dari kamar yang tidak terlalu besar ini. Aku juga tertawa lepas, merasa sangat puas dan lega seakan sudah lama sekali aku melupakan hal yang satu ini. Dan aku yakin orang-orang di rumah ini pun merindukannya. Aku pun begitu.</p>
<p>“Sudahlah aku lelah!”</p>
<p align="center">End POV</p>
<p>Tubuhnya menggelincang, matanya pun sudah mulai terbuka perlahan. Disapanya sang mentari yang sinarnya telah muncul dari celah-celah gorden kamarnya. Jiyeon menyadari seseorang yang masih terlelap memeluk tubuhnya. Ditatapnya lekat-lekat wajah orang tersebut, dibelai lembut sepasang mata miliknya.</p>
<p>“Oppa, aku mencintaimu”</p>
<p>Mengecup lembut dua belah bibir pria yang dipanggilnya ‘oppa’. Merapikan helaian rambut yang menghalangi wajah tampan Chanyeol dengan jemarinya. Diusapnya lembut pipi Chanyeol.</p>
<p>“Aku mencintaimu oppa” sekali lagi kalimat itu pun terucapkan dari mulut Jiyeon.</p>
<p>“Aku juga mencintaimu…”</p>
<p align="center">- END -</p>
<p align="center">~ Epilog ~</p>
<p>            Chanyeol menarik pergelangan tangan Jiyeon erat, hingga gadis itu merintih kesakitan. Air matanya tidak juga berhenti untuk keluar. Dadanya sesak, nafasnya tidak teratur, apalagi melihat untuk pertama kalinya wajah marah dari seorang Park Chanyeol yang sangat ia kenal itu. Seakan sudah tidak bisa lagi untuk berbuat apa-apa selain hanya berdiam dan mengikuti semua apa yang akan terjadi.</p>
<p>Duduk berhadapan dengan seorang wanita paruh baya, yang wajahnya itu 70% hampir mirip dengan Jiyeon. Ya, ibu mereka!. Perasaan khawatir menyelimuti wanita ini, sambil bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan kedua anaknya hingga harus terburu-buru untuk menyuruhnya pulang ke rumah.</p>
<p>“Ada apa dengan kalian?” akhirnya, akhirnya kalimat itu keluar dari mulutnya. Sambil khawatir jikalau anak-anaknya ini tidak lantas memberitahukannya tentang apa yang telah terjadi.</p>
<p>“Eomma, eomma aku mencintainya!” Chanyeol membuka suaranya. Sambil menahan sesak di dadanya Jiyeon hanya menunduk dan menyerahkan semuanya kepada Chanyeol.</p>
<p>“Apa maksudmu sayang? Tenangkan dirimu jangan terburu-buru seperti ini”</p>
<p>“EOMMA AKU MENCINTAINYA! AKU MENCINTAI PARK JI YEON!”</p>
<p>Diam, tidak ada respon apapun darinya. Nyonya Park hanya mentapa kosong kearah Chanyeol dan Jiyeon, seakan ribuan pikiran telah memenuhi kepalanya. Melihat ibunya yang seakan tidak lantas memberikan sebuah respon, Chanyeol pun mulai menyadarkan ibunya dari semua pikiran yang ada dan kembali kepadanya dan Jiyeon. Masih dengan sebelumnya, Jiyeon diam dan masih menunduk.</p>
<p>“Kau tidak marah?” tanya Chanyeol heran. Namun ibunya malah memeluk mereka berdua. Menumpahkan semua air matanya, yang sepertinya sejak lama tidak pernah dia keluarkan.</p>
<p>“Eomma” gumam Jiyeon, masih dalam pelukan ibunya.</p>
<p>“Kalian tidak perlu takut, aku tidak akan marah”</p>
<p>“Eomma? Kita kan bersau…”</p>
<p>“Tidak tidak, kalian perlu tahu satu hal… mau mendengarkan ceritanya?”</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="center">Jungin POV</p>
<p align="center">(Chanyeol-Jiyeon’s Mom)</p>
<p><i>“Dia mencampakanmu? Begitukah?” tidak sanggup untuk menjelaskannya, aku hanya mengeluarkan semua air mataku di atas kemejanya. Aku tidak perduli tentang apa yang dipikirkan Chanyeol anakku, dan masih menggenggam tangannya meskipun posisiku saat ini sedang menangis dipelukan Donghyun.</i></p>
<p align="center">* * *</p>
<p>Setahun kemudian</p>
<p>Malam ini, Donghyun melamarku dan tidak alasan untukku untuk menolak lamarannya. Dia pria yang baik dan bertanggung jawab. Meminta restu Chanyeol? Telah kulakukan, dia hanya anak berusia 2 tahun dan belum mengerti apa-apa. Kuyakin dia akan menerima Donghyun, karena memang dia tidak pernah mengenal sosok ayahnya.</p>
<p>“Chanyeolie, ayo sekarang panggil aku, Abeoji”</p>
<p>“Abeoji, ne abeoji!”</p>
<p>“Anak pintaaaar!”</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>“Dan setelah itu aku lahir?” sambung Jiyeon.</p>
<p>“Kau benar, dan aku yakin kalian mengerti kenapa aku sama sekali tidak marah dengan perasaan kalian”.</p>
<p>“Eomma…” Chanyeol membuka suaranya.</p>
<p>“Haruskah kau marah? Maafkan ibumu ini, aku hanya tidak ingin kau mengalami trauma itu kenapa aku tidak ingin kau mengetahui semua ini, tapi kenyataannya?”</p>
<p>“Terima kasih”</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="center">Karena aku tidak ingin ada orang jahat masuk di antara kita lagi.</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>“Ya! Kalian berdua! Ayo bangun!&#8230; waktunya sekolah!!” pekik Nyonya Park.</p>
<p>“AIGOO eommaaaaaaaaaaaa”</p>
<p align="center">- END -</p>
<p align="center">janji nih cepet .__.v</p>
<p align="center">Cepet banget emang, masih aja banyak rahasia-rahasiaan, sebenernya mau nyeritain gimana-gimana gitu tapi males masa(?) #ditabok :3</p>
<p align="center">yang komen kemarin, makasih udah mau komen~ komen juga yang disini yah maaf ga bisa balesin satu-satu u,uv lain waktu pasti dibales kok~ makasih :*</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/yeonnia49/'>yeonnia49</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-chanyeol/'>Park Chanyeol</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-ji-yeon/'>Park Ji Yeon</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7307&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/were-sibling-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a6f1669b2c4597ca1f846e2788806994?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yeonnia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/sibling.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sibling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marry Me !!!</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/marry-me/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/marry-me/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 11:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SHINeerin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[FanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[ParkJiYeonFanFiction]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[minji]]></category>
		<category><![CDATA[Park Ji Yeon]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Suzy Bae]]></category>
		<category><![CDATA[T-ara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7201</guid>
		<description><![CDATA[Title        : Marry me !!! Author   : @SHINeerin (semi hiatus) PG            : 15 + Genre     : Romance Cast       [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7201&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/marryme.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7310" alt="marryme" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/marryme.jpg?w=470&#038;h=312" width="470" height="312" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Title        : Marry me !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Author   : <a href="http://shineerin.wordpress.com" target="_blank">@</a><strong><a href="http://shineerin.wordpress.com" target="_blank">SHINeerin</a> (semi hiatus)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">PG            : 15 +</p>
<p style="text-align:justify;">Genre     : Romance</p>
<p style="text-align:justify;">Cast        : Park Jiyeon</p>
<p style="text-align:justify;">                 Choi Minho</p>
<p style="text-align:justify;">Support : Lee Jieun</p>
<p style="text-align:justify;">                   Ham Eunjung</p>
<p style="text-align:justify;">                   Bae Suzy</p>
<p style="text-align:justify;">Aku membolak balik majalah diruang kerja minho. Sekertarisnya memang sengaja menyediakannya disini, karena ia tahu aku sering membuang waktu menunggu minho diruang kerja yang memiliki sentuhan minimalis karya desainku. Ya, aku kenal minho dia tidak suka hal yang rumit jadi sebagai kekasihnya sekligus desainer interior aku menatanya sesimple mungkin sesuai kepribadian namja ini. walau aku yakin ruangan ini jarang ditempatinya.  Yah, choi minho pria super sibuk yang ambisius. Bagiku dia namja yang biasa saja. Walau banyak rekan kerja wanita mengangguminya. Itu karena mereka belum mengenal sosok namja ini yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-7201"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat pasangan muda lain berjalan-jalan belanja diarea gangnam sambil menggandeng tangan satu sama lain. Ia malah mengajakku ikut ke pesta pelelangan saham. Aigo, dia benar-benar tidak mengerti. Baiklah, mungkin memang salahku jugaa yang mencintai pria ini. Tidak masalah, karena aku mencintainya.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini kembali menungunya sendiri diruangan, karena ia sedang ada rapat. Ini sudah satu jam aku membolak balik majalah, aku sudah katam dengan tumpukan majalah-majalah disini. Aku memutuskan memainkan handphoneku, dan berbaring disofanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“shhh.” Ini sudah berkali-kali aku mendengus bosan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku memainkan rambut panjangku ku gulung-gulung dengan jemari telunjukku lalu melepasnya. Mebiarkan sedikit bergelombang, sama seperti perasaanku yang terundat-undat karena ulah satu namja ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini sudah tahun ketiga kami bersama, dan satu tahun kami bertunangan. Usiaku sudah 26 tahun sementara dia 27 tahun. Kami sepasang namja dan yeoja, kami saling mencintai, kami memiliki perkerjaan tetap sudah cukup untuk menanggung beban finansial masa depan. Dan sekarang apa masalahnya ? kenapa kami tidak menikah ? sementara teman-temanku sudah bolak-balik ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya. Cih, benar-benar namja yang tidak peka! Namja ambisius ! kepala batu ! napeun namja ! bagaimana aku bisa mencintaimu ? aku mengutuk diriku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bahkan sudah beberapa kali memancingnya, untuk mengajukan lamarannya padaku. Tapi nihil !!!</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Flash back</b></p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan minho datang di acara pernikahan rekan bisnis minho. Mempelai wanitanya aku juga mengenalnya dia adalah kenalan lamaku. Aku dan minho duduk disalah satu kursi yang melingkar pada meja bundar disudut gedung. Kami bisa leluasa mengedarkan pandangan kami menyusuri arsitektur gedung dan konsep pernikahan yang sangat amazing ini. Minho tengah mengobrol dengan salah satu rekan bisnis disebelahnya, pria paruh baya yang masih eksis memakai setelan jas karya Lucas Blaide.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku melirik kesal kedua pasang rekan bisnis paling serasi ini, bagaimana bisa minho lebih tertarik dengan pria paruh baya dari pada gadis cantik sepertiku disebelahnya ? aku memutuskan bangkit untuk mengambil beberapa gelas es krim lagi. Langkahku terhenti, saat minho menggengam pergelangan tanganku. Aku berbalik, menatapnya kesal. Ya, ia sudah menganggurkanku selama lima belas menit. Sewajarnya aku kesal.</p>
<p style="text-align:justify;">“duduklah, kau akan sakit kepala jika kau mengambil es krim lagi.&#8221; Sahutnya seraya menepuk tempat duduk yang baru saja aku tinggalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku memutar bola mataku dan menuruti perintahnya. Tak lama kemudian rekan bisnis disebelah minho pamit untuk pergi seakan ia mengerti ekspresiku. Ya, benar lebih baik dari tadi saja ia melakukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeoh~ah” minho beralih menatap pipiku yang menggembung sebal.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya ! aku mengatakannyakan demi kebaikanmu juga.” Minho menusuk gembungan pipiku yang seketika mengempis.</p>
<p style="text-align:justify;">“ani~ bukan masalah es krim.” Aku merajuk melipat tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">“haruskah aku menciummu disini ? agar membuatmu tak marah.?” Godanya padaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku luluh aku melepas tawa yang sudah kutahan dari tadi. Minho menggengggam tanganku dan tersenyum hangat seperti biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ya, apakah menurutmu yeoja yang berbalut gaun pengantin itu sangat cantik ?” aku memberi penekanan pada ‘gaun pengantin’</p>
<p style="text-align:justify;">“ne.” Dia mengangguk seraya mengarahkan pandangannya pada yeoja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagus. Iya menjawab iya, lalu pertanyaan apa lagi untuk memancingnya membicarakan pernikahan. Ayo jiyeon pikir-pikir-pikir.</p>
<p style="text-align:justify;">“ehm~” aku kehabisan kata-kata, ideku mentok untuk membuatnya sekedar memulai topik tentang pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">“apa skripsimu sudah selesai ?&#8221; kini ia malah membahas skripsi s2 ku yang ngadat ditengah jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">“ehm. Sedang aku pikirkan.” Tiba-tiba saja moodku down.</p>
<p style="text-align:justify;">“perlu aku bantu ? aku punya banyak kenalan di bidang desain interior.” tawarnya padaku.</p>
<p style="text-align:justify;">“gwenchana.” Aku mebuang sendatan nafasku. Benar-benar tidak peka, apa dia sengaja berusaha mengalihkan topik ?</p>
<p style="text-align:justify;"><b>FLASH BACK OFF</b></p>
<p style="text-align:justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon~ ah.” Panggil minho menyadarkanku yang tak sadar mengacak rambutku sendiri kesal.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah ? ne.” Aku segera berdiri menyambut minho.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau keras kepala juga. Bukankah sudah kubilang tak usah menunggu ?” ujarnya seraya berjalan mendekatiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini ia tepat berdiri dihadapanku, aku merapikan dasinya yang sedikit turun dari lehernya.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau sudah makan ?” tanyanya seraya menaruh berkas ditangannya tepat dimeja yang terletak dibelakangkau. Membuat jaraknya semakin dekat denganku.</p>
<p style="text-align:justify;">“belum. Aku menunggumu.” Singkatku seraya mendongak menatap wajah lelahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namja itu beralih mendamparkan tubuhnya disofa. Aku ikut duduk disebelahnya, menempatkan kepalaku ditangan kekarnya yang menjulur disandaran kursi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ya. Ayo kita menikah.” Ceplosku begitu saja, aku segera menutup mataku aku menepuk mulutku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku sih terserah kau saja.” Jawabnya santai. Apa maksutnya ? jadi iya setuju ? dan aku menyerahkan padaku segala urusan tentang pernikahan ?</p>
<p style="text-align:justify;">“ehm&#8230; kau maunya bagaimana ?” tanyaku sedikit malu-malu otakku sudah bekerja keras merancang konsep yang akan kami usung nantinya untuk pernikahan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">“terserah,kau saja chagi~ya. Spagetti juga tidak masalah.” Plaaaakkk. Tamparan keras, jadi ia pikir tadi aku membicarakan tentang makanan ? menikah ? walaupun kedua kata itu memiliki huruf depan dan jumlah huruf yang sama itu akan terdengar sangat berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau belum bisa memutuskannya ?” ia melirik kearahku yang tiba-tiba bangkit dari posisiku bersandar disebelahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku~ sepertinya steak.” Jawabku ragu, aku bahkan belum memutuskan makan apa siang ini. Hanya makanan itu yang terlintas.</p>
<p style="text-align:justify;">“ok, baiklah aku akan memesannya.” Minho beranjak berdiri mengambil telepon kantornya.</p>
<p style="text-align:justify;">“tidak perlu. Aku akan membelinya langsung. Kau tunggu saja.” Sambarku, tiba-tiba kikuk. Pipiku memerah tertampar kesalahan pendengaran minho atau memang kesalahan ucapanku ?</p>
<p style="text-align:justify;">“oh, baiklah.” Minho meletakkan kembali ganggang telepon itu ditempatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Direstaurant cepat saji dekat kantor minho.</b></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menunggu pesananku makan siangku, aku memainkan i-padku. Dengan ragu-ragu aku mengetikan keyword di tab search pada google. Berkali-kali aku membuang berat nafasku. Kenapa aku menjadi segugup ini ? aku tidak sedang mencari video mesum, ff nc, atau apalah yang berbau seperti itu. Tapi untuk mengetiknya saja aku sangat takut. Ya, jiyeon tidak masalah. Toh jika ada yang menulis artikel berarti tidak kau saja yang mengalami pengalaman ini. Aku merengangkan otot-otot jemariku. Menarik nafasku dalam-dalam sebelum aku mengetiknya <i>“alasan seorang pria tidak segera melamar kekasihnya.’</i> Dan seketika itu icon loading berputar, aku menutup mataku entah hal hal bodoh apa yang aku cari. Aku mengeklik salah satu judul artikel.Aku memfokuskan mataku membacanya, semua konsentrasiku kucurahkan untuk membaca artikel ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama masalah finansial, itu tidak mungkin. Yang kedua, restu orang tua. Juga tidak mungkin orang tua kami sangat mendukung hubungan kami, yang ketiga masalah reproduksi, aigo~ apa ini. Aku yakin dia sudah disunat, yang keempat ada seseorang yang belum bisa ia lupakan, ah ini pasti mantan ini juga tidak mungkin pria ambisisus seperti dia dengan mudah melupakan wanita-wanita dari masa lalunya dengan segudang jadwal rapatnya, tapi tidak denganku karena aku adalah spesial yeoja untuknya, keekeke. Yang kelima, dia main-main, dia hanya bermain-main denganku ? tidak mungkin. Kalau iya kenapa  iya bersama denganku selama tiga tahun ini. Aishhhh ! membuat frustasi.</p>
<p style="text-align:justify;">“chogiyo~” suara salah satu pelayan itu membuatku kaget seperti tertangkap basah tengah membaca ff nc disekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah ? ne.ne.ne” aku segera memasukan i-pad itu kedalam tasku dan mengambil pesananku tadi.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">aku memindah mindah chanel televisi dihadapanku. Benar-benar membosankan, fiuuuh ! Seandainya ada minho. Kalau aku menikah dengannyakan aku tidak perlu kebosanan seperti ini, ya mungkin aku tidak kebosanan tapi aku akan ditumbuhi lumut menunggunya berjam-jam keluar dari ruang rapatnya. Tapi aku benar-benar ingin menghabiskan hari-hariku bersamanya setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menyandarkan kepalaku di sandaran sofa. Tidak senyaman lengan minho memang tapi cukup untuk mengistirahatkan leherku. Mataku menerawang awan-awan appartemenku. Menyusun rangkaian rencana agar ia segera melamarku.</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Ding.Dong</i></p>
<p style="text-align:justify;">Suara pintu mengacaukan puzzle yang susah payah aku gabungkan menjadi sebuah rencana konyol itu. Dengan malas aku berjalan menuju pintu, aku mengintip dari lubangnya siapa tamu yang mengangguku disiang-siang bolong seperti ini. Tak salah, jieun, suzy, dan eunjung. Suzy dengan tas cokelat yang aku sangat yakin berisi puluhan dvd, sementara jieun dengan sekeranjang cemilan, dan eunjung dengan beberapa bungkus masker melambai lambai kearahku. Bocah-bocah ini, mereka pikir ini masih jaman sma ?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku membukakan pintu itu, yap mereka bertiga serempak memelukku. Mereka sudah menikah, tapi kenapa hanya aku yang tidak berlaku normal. Ya walaupun aku kekanak-kanakkan aku masih punya kadar untuk menjadi wanita dewasa yang menunggu pinangan.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon !”  seru mereka bertiga, seraya berputar mengelilingiku. Aku terkekeh melihat tingkah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa disaat bad mood seperti ini, mereka membubuhinya dengan tindakan konyol.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Jieun membuka toples untuk memasukan cemilannya kedalamnya sementara Suzy sibuk memilih dvd horor mana yang akan kami tonton bersama. Dan eunjung, meracik masker-maskernya bersamaku didapur. Aku mengaduk sugguhan minum dengan lemas, mencari-cari cuilan puzzle yang baru saja terlepas dari pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon~ah, sebenarnya kau sedang memikirkan apa ?” sahut eunjung membuyarkan lamunanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ani~ , apa pernikahanmu berjalan baik ?” tanyaku basa-basi.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya, seperti itulah.” Eunjung mulai memasukan bubuk maskernya kedalam mangkuk.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon~ah, apa minho belum juga melamarmu ?” sambar jieun dari ruang tengah yang tak jauh dari dapur.</p>
<p style="text-align:justify;">“zzzzzh !” eunjung dan suzy seakan ingin menertibkan mulut jieun yang keceplosan menayakan hal sakral itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah. Mianhae, aku tidak bermaksut.” Sambung jieun merasa bersalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Atmosfer suasanya kini menjadi berbeda. Aku malahan yang jadi terpojok. Haduh, kenapa harus aku seorang yang belum menikah diantara yeoja yeoja ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya ! kenapa menjadi seserius ini ? gwenchana~yo. Aku malah berfikir untuk merencanakan rencana untuk membuatnya berlutut melamarku bersama kalian.” Sahutku diiringi tawaku.</p>
<p style="text-align:justify;">“mwo ? rencana ?” mereka terkesiap mendekat kearahku, aku segera mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Yap, rencana.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Kami berempat duduk melingkar di kursi meja makanku. Mereka bertiga terlihat sangat serius, seakan mereka sedang berpikir keras menyelesaikan krisis ekonomi suatu negara. Mereka adalah sahabat terbaikku.</p>
<p style="text-align:justify;">“jadi, apa rencanamu ?” tanya suzy penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">“ehmm~~~ entahlah.” Aku menggendikan bahuku.</p>
<p style="text-align:justify;">“bagaimana jika berkata jujur saja ? kau datang kekantornya lalu tanyakan padanya kenapa ia tak segera melamarmu ?” usul jieun yang terlalu kelewat jujur. Dia tipe yeoja apa adanya, ia meluapkan hal yang ada dipikirannya tanpa menyaringnya. Itu yang membuatnya sering keceplosan.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau ini ! itu bukalah ide ! itu jalan menuju kejujuran dan keajuran.” Sangaah eunjung menjitak kepala jieun.</p>
<p style="text-align:justify;">“lalu apa idemu ?” gadis ini masih penasaran, ia paling excited bertanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“seks.” Singkat eunjung menyipitkan matanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami bertiga langsung membulatkan mata kami ke satu orang yeoja mesum ini. aku membuka telingaku lebar-lebar aku tak akan melewatkan satu katapun.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya, kau datang ke rumahnya. Kau pura-pura tidak membawa ganti lalu kau memakai kemeja putihnya yang kebesaran. Kau mendekatinya dengan rambut yang basah, dan-“ jieun dan suzy langsung membungkan mulut yeoja ini. Aku tahu yang diceritakan eunjung tidak seharusnya terdengar ditelinga yeoja yang belum menikah sepertiku. Tidak seperti mereka berdua, sebenarnya aku sedikit kecewa ia menghentikannya bagaimanapun akukan sudah diatas tujuh belas tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku punya ide !” seru suzy, seperti ada bohlam lampu  lima watt yang muncul dibalik kepalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, sepertinya satu-satunya ide yang masuk akal adalah ide milik suzy. Dan kami mulai merencanakannya, pembicaraan bergulir ke masalah pribadi mereka. Aku tahu mereka merasa tidak nyaman menyinggung tentang masalah pernikahan denganku. Lagi-lagi karena hanya aku seorang yang masih berstatus gadis perawan disini.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah, kenapa tidak membicarakan saat suami kalian melamar kalian ?” usulku membuat suzy tersedak.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah, benar-benar tidak ada yang menarik.” Alih eunjung. Dan jieun mengangguk pasti menyetujuinya. Sebenarnya bukan karena tidak menarik, tapi karena hanya aku yang tidak memiliki pengalaman itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku ingin mendengarnya, jebal-jebal-jebal.” Aku memasang puppy eyesku pada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tertawa-tawa sendiri mengingat cerita mereka saat mereka dilamar. Benar-benar menyenangkan hanya untuk membayangkannya saja. Aku bahkan bisa membayangkan jelas jika minho dan aku yang mejadi tokohnya didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Lamaran versi Suzy.</i></p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan minho berjalan-jalan di sebuah taman. Aku menggandeng tangan minho seraya bersenandung kecil. Menikmati pemandangan sekeliling taman.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon, suaramu jelek.” Celetuk minho menghentikan dengungan suaraku yang memang sedikit kurang bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya. Kalau suaraku bagus, aku akan menjadi pengamen bukan menjadi seorang desainer interior.” Balasku seraya memukul ringan bahu minho.</p>
<p style="text-align:justify;">“baiklah kalau begitu, kau adalah gadis ceroboh yang tidak menarik.” Imbuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini minho menambahi kadarnya mengejekku. Aku mencubit lengan kekarnya. Minho mengerang kesakitan, mencoba menghindar dari cubitanku. Dan kini tangannya berhasil mengunciku, ia memelukku dari belakangnya. Ia tepat berbisik ditelingaku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maka menikahlah denganku. Karena aku satu-satunya namja yang menganggapmu menarik. Menikahlah denganku, dan jangan pernah beranjak pergi dari sisiku.” Bisiknya membuat bulu kudukku berdiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Senyumku mengembang tiba-tiba. Dan begitupun akhirnya senyumku memudar tiba-tiba. Setelah ia mengangkat teleponnya karena panggilan rapat.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">^</p>
<p style="text-align:justify;">Shhh, aku mendengus kesal. Bukan begitu endingnya. Kenapa berbeda dengan yang diceritakan Suzy. Ckk, aku menimpuk kepalaku sendiri karena membayangkan hal yang salah.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">^</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Lamaran versi jieun</i></p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan minho menikmati makan malam romantis dipinggir pantai. Sesekali kami bercanda saling melempar senyuman. Sekarang saatnya makanan penutup. Pelayan itu meletakkan sebuah cake diantara kami. Aku menatap cake menggoda itu dengan penuh nafsu. Aku ingin segera melahapnya, tanpa membagi secuilpun bahkan untuk minho.</p>
<p style="text-align:justify;">“cake ini, untukkukan ?” sambarku seraya menarik cake itu mendekati meja bagianku.</p>
<p style="text-align:justify;">Minho menahan tawanya, ia hanya tersenyum dan mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon. Kau cantik.” Ucap minho seraya memandangiku melahap cake itu dengan sangat lahap.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku terperanjat menempatkan pandanganku dimata minho. Ia membalasnya, dengan tatapan yang sangat dalam penuh dengan kesungguhan. Ia mengusap bibirku yang tercecer cokelat disana dengan ibu jarinya. Kemudian dia menjilat ibu jari dengan cokelat disana. Aigo, ini moment romantis. Aku masih menjaga tatapan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau mau memandangiku sampai kapan ?” ledeknya, aku salah tingkah. Aku segera menyendok lagi cakeku dan melempar pandanganku kearah laut.</p>
<p style="text-align:justify;">“menikahlah denganku. Dan kau bisa memandangiku sepanjang waktu. Menikahlah denganku jiyeon~ah.” Sahut minho membuatku segera menoleh kembali menatapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Klotekkk, ada sesuatu yang termakan olehku rupanya. Apakah ini cincin ? aigoo~~~</p>
<p style="text-align:justify;">Minho kembali memamerkan senyumannya. Tapi senyumannya segera teralih pada pelayan yang sepertinya mengantarkan bill.</p>
<p style="text-align:justify;">“pak, ini adalah surat undangan untuk datang kerapat.” Sahut pelayan itu membuatku tersedak.</p>
<p style="text-align:justify;">Mwo ? TERSEDAK ? tunggu ! artinya aku menelan cincin itu ? agigoo!!! Aku memukul-mukul dadaku sendiri. Berharap cincin itu masih tersendat kerongkongan. Akan susah jika sudah memasuki area usus kebawah.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">^</p>
<p style="text-align:justify;">Entah kenapa khayalanku ini, membawaku untuk menepuk-nepuk dadaku sendiri. Padahal itukan hanya khayalan imaginer. Untuk apa aku bertingkah seolah benar-benar terjadi.ini sungguh-sungguh seperti menonton film 3 dimensi.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">^</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Lamaran Versi Eunjung</i></p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan minho datang kerumah sakit menjenguk sepupuku yang baru saja melahirkan. Minho asyik berbincang dengan suaminya sementara aku asyik bermain dengan bayi yang belum diberi nama ini. aku memainkan jemariku dipipinya dan bayi itu tersnyum dengan aegyonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cklekkk&#8230; pintu ruangan ini terbuka. Terlihat seorang suster menghampiri kami.</p>
<p style="text-align:justify;">“maaf noona, sekarang saatnya bayi itu kembali keruang bayi.” Sahut ramah si perawat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu bayi ini segera memberi isyarat padaku untuk menghentikan permainanku dengan si bayi. Aku mengerucutkan bibirku kesal. Aku belum lama bermain dengan bayi lucu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“suster, bolehkah aku yang menggendongnya. ?” sahutku antusias.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan minho berjalan bersama melewati koridor rumah sakit, sementara suster tadi  berjalan dibelakang mengawasi langkahku yang tengah menggendong bayi kecil ini. aku masih menggoda bayi ini, sementara minho ia juga ikut senyum-senyum sendiri merasa terhibur dengan aegyoku yang tak kalah imut dari bayi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho, dia lucu ya ?” tanyaku..</p>
<p style="text-align:justify;">“ne&#8230; bawa pulang saja. Kau lari dan aku menahan susternya.” Canda minho dibalik kekehannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya !mana mungkin.” Pekikku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya sudah kita buat sendiri saja. Musim semi tahun ini menikahlah denganku, jiyeon~ah.” Sahut minho membuatku tersontak. Aku menghentikan langkahku. Menatapnya sejenak yang tengah mengurai senyum karismatiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum sempat aku menjawabnya, suster itu menghampiri kami. Sepertinya ia akan merenggut bayi ini dari gendonganku, tapi salah. Ia malah beralih ke minho. Jangan-jangan suster ini ?</p>
<p style="text-align:justify;">“Musim semi tahun ini, akan dibangun proyek diarea gangnam. Kau harus menyiapkan betul-betul.” Celetuk si suster.</p>
<p style="text-align:justify;">Gubraaakkk !</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">^</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Arrgghh !!! kenapa endingnya selalu seperti ini. aku mengacak rambutku frustasi.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Kring~kring~kring</p>
<p style="text-align:justify;">Jam wakerku berbunyi, berarti ini jam 6 pagi. Saatnya aku bangun, dan menghadiri kelas tuan Lee lalu mampir kekantor untuk memeriksa pesanan pendesainan dan pulang ke appartemen. Ya, itu kegiatanku hari ini. setelah merangakainya dimemoryku dan segera berancang-ancang membuka kelopak mataku yang masih saja enggan untuk terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">TIDAK !!!</p>
<p style="text-align:justify;">SALAH !!!</p>
<p style="text-align:justify;">BUKAN ITU JADWALKU HARI INI !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Aku segera duduk terkesiap merapikan rambutku asal-asalan. Aku berlari kekamar mandi mencuci muka dan menggosok gigiku. Aku tidak ingin minho pingsan setelah menerima telepon dariku karena bau mulutku dipagi hari. Pokoknya hari ini aku harus mendahului klien-klien itu untuk membuat janji dengan minho. Aku menarik nafasku dalam-dalam. Memencet panggilan ke kontak minho. Aku mulai gundah, ia tidak mengangkatnya. Ck, ini sudah ke enam kali aku mengulang panggilan. Kalau aku masih berdiri disini, pasti ada janji-janji lain yang mendahului janji rencana kencanku bersama dengan eunjung,suzy,jieun.</p>
<p style="text-align:justify;">Shhh ! aku segera memakai mantelku asal-asalan. Yang penting cukup untuk membungkus baju acak-acakan yang baru saja kupakai untuk tidur. Ah, dan lipstik ?eyeliner ? blush on ? ah tidak penting, aku tidak sempat. Yang harus aku lakukan sekarang tiba dirumah minho dan mengatakan berkencanlah denganku malam ini di restouran.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku berdesak-desakan dengan anak-anak sekolah, didalam lift. Ya ini masih terlalu pagi, dan saatnya anak-anak dari penghuni appartemen ini untuk berangkat. Aku  hampir kehabisan nafas, tapi ini perjuangan. Semangat jiyeon !</p>
<p style="text-align:justify;">“noona park. Apa kau belum menyisir rambutmu ?” celetuk salah satu anak perempuan berpipi gembung.</p>
<p style="text-align:justify;">“apa sebegitu terlihat ?” panikku segera berkaca dipantulan metal lift.</p>
<p style="text-align:justify;">“ini. mungkin akan terlihat sedikit rapi ?” anak itu memberikan jepit berwarna pink dengan hello kity besar diatasnya. Aku ragu-ragu untuk menerimanya. Assh, tak apalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku segera mengambilnya dan menguncirkannya dirambutku.</p>
<p style="text-align:justify;">“cha. Aku cantikkan ?” candaku pada anak-anak itu membentuk tanda V didepan pipiku. Anak-anak itu tertawa sendiri-sendiri. Sebenarnya aku juga tidak tahu jelas apa yang mereka tertawakan.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sampai dirumah minho. Setelah memberi salam kepada nyonya choi yang terlihat jelas menahan tawanya. Aku segera berlari menaiki tangga menuju kamar minho.</p>
<p style="text-align:justify;">Cklek, pintu itu terbuka. Dengan ragu aku memasuki kamarnya, walaupun ini tak begitu asing tapi sangat ganjil jika aku tiba-tiba saja masuk. Aku melangkah masuk dan kembali menutup pintu itu rapat. Aku mendekat keranjangnya. Ya ia masih terlelap dengan selimut putih membungkusnya. Pantas, ia masih tidur. Nyonya park mengatakan anak ini baru saja pulang jam satu malam karena rapat dadakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maafkan aku minho, aku terpaksa harus membangunkanmu. Ini sangat penting, temanku juga ikut terlibat. Aku tidak ingin mengecewakan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ya.” Aku mengguncangkan bahunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia hanya menggeliat kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya, minho~ya !” sahutku lagi menambah kekuatan tekanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mulai membuka matanya, sadar akan keberadaanku. Perlahan ia mengucek matanya. Tapi tak ada kata yang ia ucapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ya, aku mau membuat janji kencan denganmu.” Polosku dengan wajah memerah. Tapi ia malah menarik tanganku dan membuatku ikut-ikutan berbaring disebelahnya. Ia mendekapku.</p>
<p style="text-align:justify;">Darahku berdesir. Dag.dig.dug, jantungku. semoga ia tak mendengarnya. Aduh, kenapa ia malah seperti ini ? ada hal yang jauh lebih penting. Membuatmu berlutut melamarku, dan setelah itu kita bisa memikirkan hal-hal yang tak terlalu penting.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ya, malam ini di restouran Lafosstro. Jam 7 malam, bisakah kau menjemputku ? aku mengadakan triple date. Dengan jieun,eunjung,dan suzy. Kau maukan ?” Ia tidak merespon, sepertinya ia kembali kealam mimpinya.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho ya!” aku sedikit mendorongnya. Dekapannya masih erat, berarti ia masih sadar. Tapi ia tak segera merespon.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kesal, aku menggembungkan pipiku dan segera menggelitik perutnya. Dan alhasil ia tertawa-tawa sendiri jatuh dari kasur itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“minho~ ya ! kau akan datang menjemputkukan !” gerutuku seraya melempar bantal kearahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne-ne, ahahahaa..”jawabnya tidak jelas. Sekarang tawanya menjadi-jadi setelah melihatku dengan kuncir hello kity.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku segera meninggalkannya sendiri dengan tawanya yang menggebu-gebu. Aku sudah lega sekarang. Aku sudah membuat janji, dan mau tak mau klien-klien lain yang membuat janji harus mengantri.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Aku duduk didepan meja rias, eunjung memilah milih gaun di almariku sementara. Suzy dan jieun mendandaniku. Aku bahkan seakan sedang dirias menjadi pengantin sekarang. Aigo, benar-benar menyenangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">“lihat saja choi minho, ia akan semakin terpojok dan melamarmu tepat malam ini juga.” Celetuk eunjung diiringi tawa evilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, sesuai rencana. Kita dan suami-suami kita akan berkencan biasa dan membicarakan hal-hal tentang pernikahan. Membuat namja itu terpojok, astaga aku bisa membayangkan raut wajahnya.keekeee” imbuh suzy.</p>
<p style="text-align:justify;">“apa kalian yakin ? ia akan terpojok dan akan melamarku sepulang dari kencan itu ?” sugguhku mulai timbul keraguan.</p>
<p style="text-align:justify;">“tidak. Dia adalah bussiness man, dia sering terpojok oleh lawan bisnisnya. Bagaimana dia semudah itu menyadari itu adalah sebuah modus membuatnya agar cepat melamarmu.” Sambar jieun begitu saja, dengan gaya ceplas ceplosnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya ! paling tidak kita sudah mencoba.” Balas suzy yang sedang memoles pipiku dengan blush on tipis-tipis</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon~ah, bagaimana dengan yang ini ?” eunjung menunjukanku gaun dengan belahan dada terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya ! andwae !!!” gerutuku diiringi tawa teman-temanku.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 6,45 jieun,suzy,eunjung sudah menunggu duluan direstoran dengan suami-suami mereka. Kurang lima belas menit, kenapa namja itu tidak segera datang !!! aku memutuskan untuk turun duluan ke lobby appartemen. Jam menunjukan jam 7.20 tidak ada sedikitiun tanda tanda keberadaannya. Aku mondar mandir, didepan pintu appartemen sudah berkali-kali aku menyapa tetangga yang lewat. Tapi aku belum sekalipun menyapa bayangan namja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sudah mencoba meneleponnya, tapi nihil. Teleponnya sibuk dialihkan. Kini malahan jieun yang menelepon setelah sebelumnnya suzy yang menelepon.</p>
<p style="text-align:justify;">“dia belum datang menjemputmu ?” tanyanya langsung meluncur ketopik.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne.” Singkatku seraya mematikan panggilannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Moodku sudah hilang, aku mengehntak-hentaklkan kakiku sebal. Ini sudah jam 8.30. ia belum juga datang, atau tepatnya ia tidak akan datang. Aku segera menelepon eunjung.</p>
<p style="text-align:justify;">“kalian berkencan saja duluan, tak perlu menungguku. Aku terlalu lelah untuk datang. Selamat bersenang-senang. Annyeong !” sahutku pada eunjung tanpa memberinya tenggang waktu untu sekedar memberikan empati.</p>
<p style="text-align:justify;">07.00               aku masih diapartemen</p>
<p style="text-align:justify;">07.30               aku turun ke loby appartemen.</p>
<p style="text-align:justify;">08.30               aku mondar mandir didepan pintu appartemen.</p>
<p style="text-align:justify;">09.30               aku berjalan-jalan didepan taman appartemen</p>
<p style="text-align:justify;">10.30               aku duduk disebelah kolam</p>
<p style="text-align:justify;">11.30               aku berjalan-jalan keareal parkir berusaha mencari mobilnya yang bisa saja tiba-tiba terparkir disana</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">07.00 – 11.30 aku menunggunya</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Dari dulu sampai sekarang aku mencintainya</p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Choi minho.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalaku tertuinduk berat, ada rasa sedih, kecewa, dan marah. Semuanya tercampur aduk gara-gara namja itu. Langkahku berat, aku memutuskan beranjak masuk keapartemen, aku mencincing gaun panjangku dan mencangking kedua sepatu hak yang akan membuat kakiku semakin bengkak jika aku terus-terusan memakainya untuk menunggu namja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalaku terlalu berat untuk mendongak selain karena perasaan campur aduk itu juga karena aku sedang mengantuk. Bruukk, aku menabrak seorang namja yang baru saja memarkirkan mobilnya. Aku beralih kekiri tanpa mengucap maaf karena telah menabraknya tapi ia malah mengikutiku kekiri dan membuatku menabraknya lagi, shhh kesabaranku diuji aku beralih kanan, dan namja itu juga kekanan. Kesabaranku habis aku mengibaskan sebatu itu didadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mendongak. Ck, sempurna sudah bad moodku malam ini. Namja itu choi minho.</p>
<p style="text-align:justify;">Mataku memicing menatapnya yang masih tersenyum seakan tak ada yang salah. kenapa tak sekalian saja ia mengucapkan “selamat malam. Bagaimana kabarmu ? apa kau baik-baik saja ?” cihhhhh. selain tidak peka ia juga tidak bisa membaca raut wajah seseorang,</p>
<p style="text-align:justify;">Aku beranjak meninggalkan namja ini, sebenarnya aku juga sedikit bodoh. Kenapa aku menunggunya jika aku akan meninggalkannya ? ck, shhh&#8230; pabo ya !! aku mengutuk diriku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">“jiyeon~ah” minho menahan tanganku.</p>
<p style="text-align:justify;">Srrrt, darah yang tadi membeku karena dingin malam. Kini seakan mencair berdesir membanjiri sekujur tubuhku. Aku berusaha melepas genggaman tangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau sedang marah ?” celetuknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia sedikit agak pintar. Jelas saja aku marah, kenapa ia masih menanyakannya. Minho pabo !!!</p>
<p style="text-align:justify;">“jika aku menjawab aku tidak marah. Memang kau akan percaya ?” sengitku berbalik memandangnya sadis.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku percaya. Aku percaya dengan apapun yang kau katakan.” Sambarnya seraya memasang tatapan sendunya. Jujur aku meleleh, aku ingin memeluknya lalu memukulnya. Tapi mana mungkin hanya itu saja yang ia dapat ? sementara aku menunggu berjam-jam seperti joki.</p>
<p style="text-align:justify;">“saat kau berkata kau akan menjemputku aku juga percaya bahkan aku merelakan darahku untuk dihisap nyamuk ! aku rela tulangku dikikis dinginya malam ! sedangkan kau ! aigooo, kau bahkan sedikitpun tak merasa bersalah.” Tandasku.</p>
<p style="text-align:justify;">“mianhae, tadi ada rapat dadakan.” Singkatnya. Ia memang tidak terlalu suka membicarakan masalah pekerjaannya denganku.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku juga bangun mendadak dan berlari kerumahmu seperti cacing kepanasan. Kau tak tahu ?” emosiku mulai tak terkendali. Ini adalah pertengkaran hebat pertama aku dan minho. Kali ini aku tidak mau mengalah.</p>
<p style="text-align:justify;">“bukankah aku sudah berkata maaf ?” dia mengatakannya seakan kata maaf adalah gelar agung. Begitulah tabiatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“baiklah maaf, aku memaafkanmu. Dan hanya itu ? ada yang ingin kau ucapkan ? ah mungkin terimakasih sudah memaafkanmu. Benar bukan ?” aku bahkan kehabisan nafas untuk sekedar memakinya.</p>
<p style="text-align:justify;">“lalu kau mau apa lagi ? aku sudah lelah duduk tegang diruang rapat. Dan kini aku berdiri didepan kekasihku sendiri dan bersi tegang dengannya? Huh ? tak bisakah kau mengerti sedikit ?” minho mulai meluapkan isi perasaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku tidak mengerti dirimu ? aigo ! aku bahkan duduk sendiri diruang kerjamu sementara yeoja lain berkencan di menara tower. Aku kurang perngertian apa lagi ? tuan choi ? sudahlah aku lelah.” Aku beranjak meninggalkannya. Baru tiga langkah aku melangkah. Tapi langkahku terhenti begitu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku memasng namja ambisius, jam karet, dan tidak pengertian.” Serunya kencang.</p>
<p style="text-align:justify;">“ya ! dan aku adalah yeoja kurang kerjaan, ceroboh, kekanak-kanakan.” balasku dengan sodetan mataku.</p>
<p style="text-align:justify;">“YA SUDAH !&#8221; seru kami berdua serempak, tidak peduli membangunkan orang-orang.</p>
<p style="text-align:justify;">“YA SUDAH~” tandasku lagi kembali berbalik darinya dengan ragu-ragu. Ya sudah ? apa artinya ? sudah ? semuanya sudah usai ? hubungan kita ? tiga tahun ini ?</p>
<p style="text-align:justify;">berakhirkah ?</p>
<p style="text-align:justify;">berakhir ?</p>
<p style="text-align:justify;">benar-benar berakhir ?</p>
<p style="text-align:justify;">“YA~~~ SUDAH” suara minho mengendur ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jlek. Hatiku patah begitu saja ? mengartikan makna ‘ya sudah’ yang begitu absurd.</p>
<p style="text-align:justify;">“YA SUDAH MENIKAHLAH DENGANKU !!!” seru minho menanjakkan iramanya. Ia menaikkan dagunya dengan senyuman kecil yang tersembunyi diwajah marahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">‘mmmwwo ?’ aku belum sadar. Aku masih mengulang-ngulang kata-kata yang barusan diucap minho tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jiyeon~ah menikahlah denganku. Tunggu aku dirumah dengan senyum hangatmu. Makanlah bersamaku setiap hari, dan tunggulah aku jangan pernah lelah,bosan atau berhenti menungguku. Karena aku pasti akan datang. Kau juga bisa menungguku untuk memarahiku seperti ini, tidak masalah karena melihatmu menugguku itu sudah membuatku sangat bahagia. Menikahlah denganku ! Park Jiyeon, Wiil you marry me ?” Serunya bertubi-tubi. Pernyataan jujur dari dalam hatinya tampa imbuhan atau kata-kata pemanis untuk meromantiskan suasana.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tercengang, kaget, bahagia, marah, kecewa dan masih banyak lagi. Minho melamarku bukan direstoran mewah, maupun ditaman yang asri, tapi tempat parkir seperti ini ? tidak dengan kata-kata yang membuai tapi dengan kata-kata yang terlalu polos ? tidak dengan cincin tapi dengan sepatu yang kutenteng seperti ini ? tidak dengan saat ia menggenggam tanganku tapi saat aku memunggunginya. Aigo !!! lamaran macam apa ini ? tapi ada satu perasaan yang dominan, aku bahagia. Ya, aku bahagia, walaupun kau marah marah dan tak berlutut untuk melamarku. Tapi mendengar ini hatiku seperti ingin meloncat keluar untuk merayakan kebahagiaan bersamaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlahan aku membalik badanku, terlihat nafas minho tersengal-sengal. Seperti mengeluarkan kata-kata yang telah ia tahan selama ratusan tahun lamanya. Aku terkikik kecil, aku berlari kearahnya. Tapi sayang kakiku yang tak beralas ini menginjak batu membuat keseimbanganku oleng.</p>
<p style="text-align:justify;">Brrraaakkkk</p>
<p style="text-align:justify;">aku tepat jatuh menimpa tubuh minho.</p>
<p style="text-align:justify;">Minho menautkan keningnya mengaduh kesakitan, tertimpa badanku secara tiba-tiba. Tak lama tawa kami meledak-ledak. Aku belum memiliki rencana untuk bangun dari posisi tertelungkap di tempat parkir ini. Tertawa-tawa sendiri ditengah malam. Seperti orang gila tapi aku gila bersama minho tidak masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">“menikahlah denganku park jiyeon.” Ulangnya lagi dengan nada yang semakin dalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku segera mengangguk dan dia mencium kilas bibirku.Dan kami kembali melanjutkan tawa bersama. tapi tunguu aku melihat kelabatan seseorang. kami berdua serentak menengok pada sosok itu dan segera memperbaiki posisi kami. Satpam ini sangat mengganggu, atau jangan-jangan dia menyuruh minho rapat lagi ?</p>
<p style="text-align:justify;">Aish , TIDAAAAKKKKKK !!!!!</p>
<h2 style="text-align:center;" align="center"><b>THE END</b></h2>
<h2 style="text-align:center;">*<span style="color:#0000ff;">R-C-L</span>*</h2>
<p style="text-align:center;" align="center">Gantung yah ? Tenang !!! ini ada next storynya kok.</p>
<p style="text-align:center;" align="center">Buat next story kayaknya bakal aku kasih <strong>password</strong>, ada beberapa alasan mendasar (?)</p>
<p style="text-align:center;" align="center">Happy ending kan ? Aku gak mau buat galau readers yang udah UN atau yang mau UN, tetep semangatnya ! optimis bisa ! ne ? fighting!</p>
<p style="text-align:center;" align="center">Dan buat FF <span style="color:#ff0000;"><strong>diamond project</strong></span> sementara aku tunda dulu yaa, aku pengen ngerampungin tuh FF serampung-rampungnya baru aku terbitin non stop per minggunya. Waiting (?!) ah ya sebenernya aku agak kecewa karena jumlah reader ff chapter DP ini menurun. but, gwenchana. i am always waiting readers to comment ^^</p>
<p style="text-align:center;" align="center">~semi hiatus~</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fan-fiction/'>Fan Fiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/'>FanFiction</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/fanfiction/parkjiyeonfanfiction/'>ParkJiYeonFanFiction</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/choi-minho/'>Choi Minho</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/iu/'>IU</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/minji/'>minji</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-ji-yeon/'>Park Ji Yeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/shinee/'>SHINee</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/suzy-bae/'>Suzy Bae</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/t-ara/'>T-ara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7201&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/20/marry-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>108</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/faf05251d846915170e5c088c21456cb?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shineerin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/marryme.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">marryme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>We&#8217;re Sibling &#8211; 2nd Shoot</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/14/were-sibling-2nd-shoot/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/14/were-sibling-2nd-shoot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2013 03:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeonnia!~♥</dc:creator>
				<category><![CDATA[yeonnia49]]></category>
		<category><![CDATA[Park Chanyeol]]></category>
		<category><![CDATA[Park Ji Yeon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7302</guid>
		<description><![CDATA[Title                  : We’re Siblings Author              : Yeonnia Type                : Threeshoot/Drabble Genre               : Romance, Family, Complicate Main Cast        : Park Jiyeon and Park Chanyeol &#160; When this life… Becomes more complicated [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7302&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/were-sibling.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-7303" alt="We're Sibling" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/were-sibling.jpg?w=470&#038;h=658" width="470" height="658" /></a></p>
<p>Title                  : We’re Siblings</p>
<p>Author              : Yeonnia</p>
<p>Type                : Threeshoot/Drabble</p>
<p>Genre               : Romance, Family, Complicate</p>
<p>Main Cast        : Park Jiyeon and Park Chanyeol</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">When this life…</p>
<p align="center">Becomes more complicated</p>
<p align="center"> <span id="more-7302"></span></p>
<p>Been running 2 months…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah hampir genap 2 bulan gadis berambut gelombang itu membuka pagar rumah kediaman keluarga Park. Dengan balutan kardigan coklat karamel yang memang sesuai dengan warna kulitnya, gadis itu berjalan menuju pintu utama rumah ini. Entah terpesona atau apa, pria berambut coklat dihadapannya kini sedang termangu diam memperhatikan gadis tersebut yang memang tampil sangat sempurna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oppa, apa yang kau lihat? Kau ini berlebihan sekali” gumam gadis itu seraya menepuk pundak milik sang pria sambil berlalu dihadapannya.</p>
<p>“Suzy-aa ini sungguhan, aku tidak bohong. Hari ini kau tampak berbeda!” sambung pria bernama Chanyeol tersebut. Berjalan menyamai langkah Suzy yang ada di depannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepasang mata melihat dan mendengar yang baru saja beberapa menit lalu terjadi dan terlontar, dari atas balkon. Cairan bening kini mulai memenuhi mata indah itu, seakan mulai bersiap untuk terjun dari penopangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jiyeonie! Ayo turun nak, kita makan malam sekarang”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku mendengar itu, eomma hanya memanggilku untuk turun makan malam. Bersama gadis itu, yah sesungguhnya aku masih tidak rela Sueji bersama Chanyeol oppa. Aku memang seharusnya memikirkan egoku maka sekarang aku tidak akan seperti ini. Tidak tidak. Akan terjadi perang dunia ke-3 jika begitu, dan aku muak jika harus belajar tentang perang dunia ke-3.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hanya tinggal 3 anak tangga terakhir sampailah aku di lantai dasar. Mataku sedikit mengajakku untuk melirik gadis berambut panjang yang sedang mengobrol dengan eomma itu. Sungguh, dia memang temanku namun kenapa aku harus membencinya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jiyeonie? Kenapa diam di situ? Ayo kemari. Oh iya maaf yah kursimu dipinjam Suzy dulu yah, kamu bisa duduk di sebelah eomma”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tatapannya berubah tajam dan kesal meski dia berusaha untuk menutupinya. Kelihatan betul, gadis itu memang tidak suka akan hal itu. Suatu hal yang kalian harus tahu darinya, dia akan marah besar jika kursi miliknya di tempati seseorang. Seperti saat ini, namun masih berusaha untuk menahan itu semua. Mengingat status gadis di hadapannya kini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jiyeon! Aku pinjam kursimu yah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada respon sedikit pun dari Jiyeon. Meski tatapannya berubah sangat tajam seperti itu, namun sudut matanya mengarah kepada oppanya –Chanyeol. Terjadilah eye contact diantara mereka. Chanyeol mengetahui betul, bahwa Jiyeon sedang berapi-api saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Eomma, aku tidak enak badan. Bisakah aku makan di kamar saja?”</p>
<p>“Benarkah begitu? Baiklah kau istirahat saja, biar eomma yang akan antarkan makan malammu ke kamar”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maaf Jiyeon. Oppa harus melakukan ini. Hal bodoh yang pernah aku lakukan adalah membuatmu menjadi seperti itu. Sungguh tidak bermaksud membiarkan Suzy duduk di sana. Maaf –Chanyeol.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>“Mau apa kau kesini? Keluarlah aku sudah mengantuk!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jiyeon menarik sebuah selimut menutupi seluruh badannya. Memunggungi Chanyeol yang diam berdiri tepat di samping ranjangnya. Namun bukannya melangkah mundur dan keluar dari kamar adiknya tersebut, Chanyeol malah duduk di tepi ranjang Jiyeon sambil mengusap pundak adiknya yang terlapisi selimut tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tidakkah kau ingin mengobrol dengan oppa?” Chanyeol membuka pembicaraan, karena dia tahu betul siapa adiknya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sudahlah oppa, aku mau tidur”</p>
<p>“Baiklah aku akan tetap disini sampai kau mau mengobrol denganku, biarpun itu besok” Chanyeol menempatkan tubuhnya di samping Jiyeon, menatap adik kesayangannya itu berharap dia akan bangkit dari posisi tidurnya.</p>
<p>“Terserah kau saja”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masih bersikukuh, pria itu melingkarkan sebelah tangannya ke tubuh Jiyeon. Mendekapnya erat, hingga pada akhirnya Jiyeon bangkit dan melihat ke arah Chanyeol dengan kesal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sebenarnya mau apa?!” kata Jiyeon marah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jiyeon sudah siap dengan seragamnya. Melirik ke arah cermin besar di sampingnya. Menata rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin. Senyumannya melebar, apalagi di saat melihat pantulan dirinya di cermin. Tampilan yang sempurna!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hari pertama, janganlah mengecewakan” gumamnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pintu kamarnya terbuka kemudian munculah sosok Chanyeol dari balik pintu. Chanyeol berjalan masuk mendekati Jiyeon yang sudah siap dengan seragam yang sama dengan miliknya.</p>
<p>“Yeppeo!” gumamnya sambil duduk di tepi ranjang Jiyeon. Jiyeon meliriknya singkat namun langsung kembali menyibukan diri di depan cermin.</p>
<p>“Sudahlah, kau sudah cukup cantik tanpa alat-alat itu” protes Chanyeol.</p>
<p>“Memangnya kenapa? Semua gadis cantik wajib menggunakan ini walaupun dia sudah cantik, tidakkah kau tahu itu?” balas Jiyeon.</p>
<p>“Aku tahu, tapi aku tidak suka mereka semua menyentuh wajahmu!”</p>
<p>“Oppa kau berlebihan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hey, sudah pukul berapa sekarang?” seru nyonya Park yang tiba-tiba muncul begitu saja dari balik pintu.</p>
<p>“Eomma, Chanyeol oppa terus mengajakku ngobrol!” adu Jiyeon sambil menjulurkan lidahnya ke Chanyeol.</p>
<p>“Dasar kau ini, baiklah-baiklah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="center">
<p align="center">Karena aku tidak ingin ada orang jahat masuk di antara kita lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">- To be continue -</p>
<p align="center">Ini FF lama yah :3 baru comeback T^T</p>
<p align="center">ceritanya juga makin ngaco apa lagi endingnya &#8211;&#8221;</p>
<p align="center">mianhae emang aku paling seneng bikin balloonies semua bingung xD</p>
<p align="center">banyak rahasia-rahasiaan :p</p>
<p align="center">okelah yang penting itu respon kaliannya yah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">ditunggu next-nya mungkin akan cepet karena aku udah putusin biar ga mandek buat ff-nya ga usah panjang-panjangan ngikutin jejak di Asianfanfics xDD maaf maaf curhat melulu akunya ^^</p>
<p align="center">doain juga yah semoga pengeditan cepet selesai dan juga buat kelancaran project buku kita itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  makasih semuanya :*</p>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/yeonnia49/'>yeonnia49</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-chanyeol/'>Park Chanyeol</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-ji-yeon/'>Park Ji Yeon</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7302&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/14/were-sibling-2nd-shoot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a6f1669b2c4597ca1f846e2788806994?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yeonnia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/were-sibling.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">We&#039;re Sibling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Freelance] To Be Your Sunflower &#8211; Chapter 1</title>
		<link>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/11/freelance-to-be-your-sunflower-chapter-1/</link>
		<comments>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/11/freelance-to-be-your-sunflower-chapter-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 12:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeonnia!~♥</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Park Ji Yeon]]></category>
		<category><![CDATA[Suzy Bae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/?p=7299</guid>
		<description><![CDATA[Title : To Be Your Sunflower Author : iamlittlejiyeon Cast : Park Jiyeon , Choi Minho , Bae Suzy Support Cast : Read the fanfict and you&#8217;ll know it~~ Genre [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7299&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/hfuhy34n.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-7300" alt="hfuhy34n" src="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/hfuhy34n.jpeg?w=470&#038;h=637" width="470" height="637" /></a></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5017">Title : To Be Your Sunflower</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5018">Author : iamlittlejiyeon</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5015">Cast : Park Jiyeon , Choi Minho , Bae Suzy</p>
<p>Support Cast : Read the fanfict and you&#8217;ll know it~~</p>
<p>Genre :  Romance, Sad , comedy *dikit*, angst.</p>
<p>Rating : 15</p>
<p>Length : PART</p>
<p>Poster by : http://cipzcagraph.wordpress.com/</p>
<p>Hai semua , annyeong aku balik lagi dengan ff minji XD  aku author cinderella between two heart ^^ Semoga semua suka ya ff kali ini ! ^^ ff ini asli punya aku , tokoh2 nya punya Sang Pencipta hohoho <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  gamsahamnida ^^ ! P.s : karakter di ff ini bukan untuk mencorengkan nama baik ya , jadi buat fans jgn di masukin hati , ini cuma fanfiction, aku ga ada maksud jelek &#8211; jelekin seorang artis.<span id="more-7299"></span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5040"><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5043">
<p id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5041">-AUTHOR POV-</p>
<p>&#8216;Huhhhh&#8217; suara helaan napas berasal dari seorang yeoja cantik , berambut lurus dan berwarna agak kecoklatan.</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5045">Yeoja ini duduk di bangku panjang yang berada di taman belakang sekolah Seoul Music and Art High School.Yeoja ini mendongakan wajahnya ke langit , perlahan tersenyum. Tersenyum namun di paksakan.</p>
<p>Tatapannya kosong dan menyiratkan kesedihan.</p>
<p>Tiba &#8211; tiba ia terkaget karena tepat di atas wajahnya , wajah seorang namja berseragam sekolah sama dengannya sudah bertatapan dengannya.</p>
<p>Sontak yeoja ini langsung berteriak.</p></div>
<div></div>
<div>&#8220;AAAAAA!!!&#8221;</div>
<div></div>
<div>Namja ini hanya tertawa terbahak &#8211; bahak.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ya ! Neo micheosseo ?! (Apa kau gila?)&#8221;"HAHAHAHAHA ! Mianhae Jiyeonnah ! Haha.. tapi.. hahahaha&#8230; kau benar &#8211; benar lucu ! Hahahaha&#8221; jawab namja itu.</p>
<p>Yeoja yang bernama Jiyeon itu hanya bisa memijit &#8211; mijit pelipis nya.</p>
<p>&#8220;Minho-ah , kalau aku kena serangan jantung bagaimana ? ._. Kejahilanmu dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah !! Kkkk&#8221; Ucap Jiyeon kepada namja yang menganggetkannya (read : Minho) itu sambil tertawa kecil.</p>
<p>&#8220;Hahaha , mianhae Jiyeon-ah ! Oh ya ! Kau ada waktu tidak besok siang sehabis pulang sekolah ?&#8221; Tanya Minho kepada Jiyeon dengan ceria</p>
<p>-Jiyeon POV-</p>
<p>&#8220;Hahaha , mianhae Jiyeon-ah ! Oh ya ! Kau ada waktu tidak besok siang sehabis pulang sekolah ?&#8221; Tanya Minho kepadaku.</p>
<p>&#8216;DEG&#8217;Walau sudah berkali &#8211; kali jalan dengannta tapi tetap saja aku masih berdebar seperti ini !</p>
<p>Yah&#8230; aku menyukainya sejak pertama kali bertemu , saat pertama kali masuk kelas 1 Seoul Music and Art High School.</p>
<p><i>=FLASHBACK ON=</i></p>
<p>Saat aku baru pertama kali menginjakkan kaki disekolah ini dan baru melangkah ingin masuk kelas , kelas sudah penuh , aku melihat kembali daftar nama siapa saja yang masuk dalam kelas 1-2 . Aku mencari namaku dan benar , namaku terpampang rapi di dalam urutan nama siswa yang masuk kelas 1-2.</p>
<p>Aku kembali mencoba untuk masuk , siswa lain sudah duduk di tempat duduk mereka. Ada yang sedang membaca buku , ada yang sedang berbicara dengan teman sebangkunya.</p></div>
<div></div>
<div>Aku mencoba melangkah ke depan kelas , mencari tempat duduk.</div>
<div></div>
<div>Saat aku sedang melihat keadaan kelas dan mencari tempat duduk kosong , seorang namja yaitu Minho datang mendekat padaku yang sedang berdiri di depan kelas.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Hey ,  kau bisa duduk di sampingku , itu masih kosong..&#8221; katanya dingin lalu beranjak pergi.</div>
<div></div>
<div>Aku terperanga beberapa detik. Sebelum ia pergi keluar kelas aku langsung berterima kasih kepadanya</div>
<div></div>
<div>&#8220;GUMAWOYO (고마워요) !&#8221; Teriakku hingga membuat satu kelas termasuk nya menengok ke arahku.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Eh.. Mianhae.. Hehe (히히)..&#8221; aku langsung meminta maaf sambil tertawa kecut.</div>
<div></div>
<div>Minho saat itu hanya tertawa kecil karena melihat tingkahku yang seperti itu.</div>
<div>Minho , dia adalah cinta pertamaku&#8230;</div>
<div></div>
<div>=FLASHBACK OFF=</div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Jadi kau mau tidak ?&#8221; Tanya Minho sekali lagi padaku </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Hah ? Erh.. Iya bisa kok!&#8221; Ucapku gugup setengah mati.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;HUAAAAH !! KAU ADALAH SAHABAT TERBAIKKU !&#8221; Ucap Minho yang langsung memelukku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Entah mengapa ada perasaan senang sekaligus sedih juga , aku berharap kata &#8216;sahabat terbaikku&#8217; itu menjadi.. ahhh ! Jiyeon , kau tidak boleh berharap lebih !! </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Aku membalas pelukannya sambil tertawa kecil.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8212;***&#8212;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">-Keesokan hari / 내일-</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Aku sudah keluar kelas dance , sekarang sedang menunggu Minho.. &#8216;sahabatku&#8217;&#8230;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;JIYEONNIE ! 빨리 (Ppali ! / cepat !) !&#8221; Teriak seorang namja yang suaranya sangat familiar dari arah belakangku. Ya , dia Minho yang sudah lengkap dengan helm hitamnya, jaket kulit yang berwarna hitam juga.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ah ! 네(Nae/ya) !&#8221; Aku langsung berlari kecil ke motornya dan menaiki motornya. Sepersekian detik kemudian motor nya ia bawa sangat kencang.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8212;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ya ! Kita mau kemana ?!&#8221; Tanyaku sedikit berteriak saat kami sedang di perjalanan. Aku sudah terbiasa dengan caranya membawa motor.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Mall !&#8221; Jawabnya singkat di balik helm hitam yang menutupi kepalanya. </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Aku terdiam dan memeluknya dari belakang. Sampai kapan aku masih bisa memelukmu seperti ini Minho ?</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8212;&#8211;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Sekarang kami sudah sampai di mall , Minho segera menarikku ke toko perhiasan. Aku bingung bukan main , buat apa ?! Apa dia akan menyatakan perasaanya padaku ?? AH ! Jiyeon , jangan terlalu banyak berharap !</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Jiyeon ! Cepat pilih kalung mana yang kau suka !&#8221; Ucapnya</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ah ? Buat apa ??&#8221; Tanya ku bingung campur gugup.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Cepat pilih saja !&#8221; Perintahnya. Aku segera mengalihkan pandanganku ke meja kaca bening yang menampilkan berbagai macam perhiasan yang pastinya banyak digemari wanita.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">2 menit kemudian aku menemukan yang paling aku suka.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ah ! Gotcha ! Minho , Igeo !&#8221; Aku memanggil Minho lalu menunjukan perhiasan mana yang paling aku suka.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Kau&#8230; yakin suka yang itu..?&#8221; Tanyanya ragu.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Hah ? Nae ! 하하 (haha) Wae (mengapa) ?&#8221;tanyaku balik</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Itu sangat simple.. Apa kau yakin ?&#8221; Kata Minho ragu.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Eum&#8230; menurutku yang ini sangat indah , simple tapi glamour ! 히히 (hihi)&#8221; jawabku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ah&#8230; yasudahlah ! Permisi aku beli yang ini !&#8221; Ucap Minho. Tapi&#8230; TUNGGU ! JADI DIA MAU BELI INI ?!!</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> &#8221; Nae ?!&#8221; Kagetku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ssssshhh !!&#8221; Ia menutup mulutku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8212;&#8212;&#8212;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Minho , ayo makan es krim !&#8221; Ucapku sehabis kita keluar dari toko perhiasan.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Eoh ! nae ,kajja !&#8221; Ia menarik tanganku , lagi. Rasanya tangan ku ingin putus kkk , tapi di satu sisi aku jadi merasa berdebar di saat &#8211; saat seperti ini.</span></div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;-</div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Kami sedang makan es krim sekarang.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Hening. Ya hening , kami sama &#8211; sama sedang menikmati es krim kami.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Eh&#8230; Jiyeon , kira &#8211; kira kalung ini cocok tidak untuk Suzy ?&#8221; Minho angkat bicara sambil membolak &#8211; balikan kotak berisi kalung yang tadi ia beli.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Tapi tunggu , SUZY KATANYA ??!! </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Hah ?! Suzy ?! Kalung ini untuk Suzy ?&#8221; </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Ah.. nae , gwenchana ? Maaf aku tak memberi tahumu dulu&#8230; sebetulnya aku ingin menjadikan Suzy sebagai yeoja-chinguku besok&#8230; jangan tertawakan aku ya !&#8221; ucapnya sambil menggaruk kepalanya dan tersenyum malu.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8216;DEG&#8217; </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Hatiku perih&#8230; sangat perih&#8230;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Eh.. e..nae&#8230; gwenchanayo&#8230; iya&#8230;&#8221; ucapku sambil menahan tangis.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Dukung aku ya ! Hahaha&#8230;&#8221; ucapnya sambil menyikut tanganku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Iya.. akan ku dukung..&#8221;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Mengapa kau menjawabnya lemas seperti itu ?&#8221; Tanya Minho.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Tidak apa &#8211; apa hahaha ! Oh ya aku lupa eomma ku sedang pergi keluar kota , jadi aku harus pulang cepat ! Aku pulang ! Annyeong !&#8221; Bohongku padanya. Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan bergegas pulang.</span></div>
<div></div>
<div>Tapi Minho menahan tanganku.</div>
<div></div>
<div>Aku menolehkan pandanganku padanya.</div>
<div>Minho menatapku dengan serius.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Apa yang kau sembunyikan dariku , katakanlah&#8230;&#8221; suaranya berat dan datar.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ah.. Anni ! Hahaha ! Eomma ku sedang ada di luar kota ! Adikku , Sulli pulang nanti tidak ada yang membukakan pintu. Kau taukan aku pelupa ! Hahaha&#8221; bantahku lalu ber&#8217;acting&#8217; tertawa.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Kalau kau tidak percaya , i..ikut saja ke rumahku !&#8221; Timpalku lagi meyakinkannya walau agak tergagap.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Tidak ada  yang kau sembunyikan kan ?&#8221; Tanyanya terdengar seperti menyelidikiku.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Aisshh&#8230; kau ini tidak percaya sekali !&#8221; Bantahku untuk kesekian kalinya dan tersenyum manis ke arahnya.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Yasudah sana ! Annyeong ! Sampai jumpa besok !&#8221; Ucapnya melepaskan cengkraman tangannya di pergelangan tanganku.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ne.. annyeong..&#8221; ucapku sambil tersenyum paksa ke arahnya lalu membalikan badanku.</div>
<div></div>
<div>Air mataku mulai turun satu persatu..</div>
<div>Aku menghapusnya dengan kasar.</div>
<div></div>
<div>Andai kau tau aku sudah menyukaimu sejak lama.</div>
<div></div>
<div>Aku perlahan berjalan ke tempat pemberhentian bus dekat mall. Aku berjalan dengan lesu ,menangis tanpa suara dan sesekali menghapus air mataku kasar. Tak peduli apa yang dipikirkan orang &#8211; orang saat melihatku.</div>
<div></div>
<div>Aku menunggu bus dengan perasaan kalut dan dengan air mata yang tidak bisa berhenti ini.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</div>
<div></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">-AUTHOR POV-</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Jiyeonnah ! Kau mau masuk sekolah atau tidak ??!&#8221; Teriak eomma Jiyeon dari ruang makan memanggil Jiyeon untuk turun makan dan lekas pergi ke sekolah.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Anni eomma !! Eomma tolong ijin ke wali kelasku ya !&#8221; Jawab Jiyeon mantap.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;<i>Anak ini kenapa sih&#8230; tumben &#8211; tumbennya</i>.&#8221; Ucap eomma dalam hati </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Eomma Jiyeon langsung naik ke lantai atas , kebih tepatnya ke kamar anaknya , Jiyeon.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8216;Ckrek..&#8217; </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Suara pintu terbuka , eomma Jiyeon melihat anaknya sedang menutupi badannya dengan selimut dan menghadapkan badannya ke tembok.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Jiyeon..&#8221; eomma Jiyeon memanggil nya pelan sambil berjalan ke arah tempat tidur Jiyeon.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8220;Eomma !!&#8221; Jiyeon langsung berhambur memeluk eommanya</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Waeyo ?Ceritakan pada eomma&#8221; ucap eomma Jiyeon dengan lemah lembut.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Jiyeon menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Ibunya hanya tersenyum lembut.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Jiyeonnah , kau ini sudah kelas 3 SMA masa belum mengerti sih , cinta itu tidak harus memiliki , kalau kau begini , artinya kau egois dan kau menyiksa dirimu sendiri&#8230; biarkan dia memang di takdirkan untuk orang lain&#8230;&#8221;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Jiyeon makin menangis saat mendengar perkataan eommanya.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Jadi masih mau menghindar ?&#8221; Tanya eomma Jiyeon.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Jiyeon me</span>nggelengkan kepalanya . Lalu bangkit dari tempat tidur , bergegas ke kamar mandi untuk mandi.</div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Eomma Jiyeon tersenyum lalu kembali ke ruang makan dan makan bersama suami dan adik Jiyeon , Sulli.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8212;&#8212;-</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">-Jiyeon POV- </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;JIYEONNAHH !!!&#8221; Panggil seseorang padaku ,  aku tau itu pasti Minho.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Aku mengembangkan senyumku terlebih dulu. Lalu aku berbalik badan.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8216;DEG&#8217;</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Kini rasa sakit yang sangat sangat sangat menyiksaku kemarin &#8216;kambuh&#8217; lagi.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Aku melihat Minho sudah menggandeng tangan Suzy dengan mesra. Mereka berdua berjalan ke arahku. Aku tak bisa berkata apa- apa.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Kini mereka berada tepat didepanku.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Jiyeonnah !! Perkenalkan pacar baruku yang neomu yeppo ini !!&#8221; Ucap Minho antusias.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Ya , oppa ! Kau berlebihan hahaha..&#8221; ucap Suzy sambil memukul lengan inho manja.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Sungguh rasanya aku ingin menangis.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Ah ! Nae ! Kau sangat cantik Suzy-ah !&#8221; Ucapku berbasa &#8211; basi.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;Oh ya , Jiyeon hari ini kita tidak bisa pulang bersama , aku ada janji dengan Suzy!! Annyeong !&#8221; Pamit Minho. Lalu ia langsung menggandeng tangan suzy dan beranjak pergi.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8220;N..nae&#8230; a..annyeong..&#8221; balasku lesu dan dengan suara pelan.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">&#8212;&#8212;&#8212;-</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Rasanya malas sekali hari ini aku bangkit dari tempat tidur.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Yah.. mumpung hari ini hari minggu.</span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, -webkit-sans-serif;">Tiba-tiba..</span></div>
<div></div>
<div><span style="color:#444444;font-family:'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">&#8216; </span>Don&#8217;nani negattatte ichiban chikaku ni iru koto wa dekizu ni</div>
<p>Kon&#8217;nani omottete mo todokazu ni sora e kiete yuku no</p>
<div>[ T-ARA JIYEON - MY SEA ] &#8216;</div>
<div></div>
<div>Handphone ku berdering , menandakan bahwa seseorang meneleponku.</div>
<div></div>
<div>Dengan malas aku mengangkat panggilan itu.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Yoboseyo..&#8221; sapaku malas.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jiyeonnah !! Hari ini temani aku jalan &#8211; jalan dengan Suzy ne ?!&#8221;</div>
<div></div>
<div>Suzy lagi.. Suzy lagi.. kalau mau jalan , ya jalan sendiri !! Kau pikir aku kambing conge /?/ ?! &#8211; gerutuku dalam hati.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Aku mau pergi bersama keluargaku , dan aku punya banyak urusan , sudah ya ! Annyeong !&#8221; Aku menutup telepon dengan cepat sebelum Minho berbicara panjang lebar.</div>
<div></div>
<div>Aku melempar handphoneku asal. Aku benar &#8211; benar kesal.</div>
<div>Lagi &#8211; lagi ada seseorang menghancurkan moodku&#8230;</div>
<div></div>
<div>Aku menarik selimutku dan berusaha tidur kembali.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8211;</div>
<div></div>
<div>Minho POV</div>
<div></div>
<div>Ada apa ya dengannya ? Tumben &#8211; tumbennya ia menolak ajakkanku&#8230; aneh&#8230;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Oppa !! Kau ini dari tadi melamun terus ! Waeyo ??&#8221; Tanya Suzy membuyarkan lamunanku.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ah&#8230; anni ! Aku hanya bingung mengapa Jiyeon menolak ajakanku untuk ikut jalan -jalan dengan kita&#8230;&#8221;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jiyeon.. jiyeon.. jiyeon.. kupingku sudah panas mendengar namanya. Kemarin kau membicarakannya , sekarang membicarakannya. Apa spesialnya sih JIYEON itu ?!&#8221; Tanya Suzy dengan penekanan nada pada kata Jiyeon.</div>
<div></div>
<div> Suzy sangat kekanak-kanakan , jelas &#8211; jelas Jiyeon itu sahabatku yang paliiiiiiiiinnngg baik , tapi mungkin saja ia hanya cemburu kalau Jiyeon yang dari kemarin aku bicarakan&#8230;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Suzy-ah !! Kau tidak boleh berkata seperti itu ! Jiyeon itu lebih tua darimu dan dialah yang membantuku supaya kau bisa menjadi yeojachinguku ! Aku dan dia hanya sahabat ! Percayalah !&#8221; Jawabku meyakinkan Suzy</div>
<div></div>
<div>Aku langsung menarik Suzy dalam pelukanku.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Aku percaya padamu oppa..&#8221; ucap Suzy manja menunjukkan aegyonya yang membuatku akhirnya lega.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;-</div>
<div></div>
<div>-Suzy POV-</div>
<div></div>
<div>Lihat saja si Jiyeon itu kalau sampai ia berani &#8211; berani mendekati Minho oppa lagi , aku tak segan &#8211; segan menyakitinya !</div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Minho oppa belom terlihat di sekolah, dan ini adalah waktu yang tepat untuk menjebak Jiyeon. Ia sedang sendiri di dalam kelas sambil membaca buku..</span></div>
<div></div>
<div>-AUTHOR POV-</div>
<div></div>
<div>Suzy terlihat ingin memasuki ruang kelas Jiyeon , tapi langkahnya terhenti sejenak. Ia mengambil handphonenya , mengutak &#8211; ngatik handphonenya sebentar lalu kembali berjalan memasuki ruang kelas Jiyeon.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Jiyeon eonnie~&#8221; panggil Suzy manja kepada Jiyeon.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Eoh ?! Nae ? Waeyo Suzy-ah ?&#8221; Jawab Jiyeon kaget karena tadi ia sedang membaca buku. Ia lalu menjawab panggilan Suzy dengan senyum tulus.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Boleh kita berbicara sebentar di taman , eotte ?&#8221; Tanya Suzy.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ah , nae kajja !&#8221; Jawab Jiyeon menerima tawaran itu.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;-</div>
<div></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Jiyeon eonnie~ aku ingin berbicara soal Minho oppa&#8230;&#8221; Suzy angkat biacara.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Ah.. nae , wae ? Kenapa dia ? Apa dia menyakitimu ? Awas saja !&#8221; Ucap Jiyeon berapi &#8211; api.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Kaulah yang menyakitku !&#8221; Suzy to the point.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Kau ! Kau punya hubungan apa dengan Minho oppa ?!&#8221; Tanya Suzy lagi</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Aku adalah sahabtnya Suzy-ah&#8230; kami sudah bersahabat 3 tahun.&#8221; Jiyeon meyakinkan Suzy</span></div>
<div></div>
<div>&#8220;Mana mungkin persahabatan seperti ini ? Walaupun aku baru berpacaran dengan Minho oppa 3 hari tapi aku tetap tidak bisa menerima kehadiranmu yang benar &#8211; benar mengganggu hubungan kami ! Apa jangan &#8211; jangan orangtuamu sama sepertimu ya ? Dahulu sebelum menikah merebut pacar orang dengan alasan sahabat ?&#8221;</div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8216;PLAK!&#8217; </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Tangan Jiyeon sukses menampar pipi Suzy.</span></div>
<div>Kesabarannya selama ini benar &#8211; benar tidak di hargai.</div>
<div></div>
<div>&#8220;KAU MAU MINHO ?! AMBIL !! JANGAN SEKALI &#8211; SEKALI MEMBAWA ORANGTUAKU KEDALAM PERMASALAHAN YANG TAK BERGUNA INI ! DAN INGAT&#8230;&#8221;</div>
<div></div>
<div>&#8220;JIYEON !&#8221;</div>
<div></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">belum sempat Jiyeon melanjutkan kalimat selanjutnya , Minho memanggil namanya dengan nada yang pastinya menyiratkan kebencian.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Jiyeon melihat ke arah Suzy , Suzy sedang mengaduh kesakitan akibat tamparannya. Padahal daritadi dia menatap sinis Jiyeon.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Minho berjalan cepat ke arah Jiyeon , ia menatap Jiyeon dengan geram.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Jiyeon menatap Minho yang semulanya tidak percaya berubah menjadi tatapan marah. </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Tsch.. aktingmu bagus sekali. Tidak heran sekokah ini menerimamu..&#8221; ucap Jiyeon sinis kepada Suzy yang masih berpura-pura mengaduh kesakitan lalu bernjak pergi.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Minho menatap Jiyeon geram. Sedangkan Suzy tersenyum sinis sekaligus menyiratkan kemenangan. Ia mengingat idenya tadi yang sangat cerdas menrutnya.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">-FLASHBACK ON- </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Sebelum Suzy mengajak Jiyeon berbicara ia merencanakan supaya Minho dapat melihat mereka bertengkar.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">ia mengirim pesan kepada Minho terlebih dahulu </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">From : 010856xxx (Suzy)</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">To : Minho Oppa</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Minho oppa ! Eotteokhae ?! Jiyeon eonnie mengajakku ke taman lalu ia mulai memarahiku aku takut oppa ! </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8212;&#8211;</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"><i>Ini tidak seperti Jiyeon yang aku kenal &#8216; </i>ucao Minho dalam hati.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Ia terus bertanya &#8211; tanya dan melangkahkan kakinya cepat ke arah Taman sekolah setelah ia sampai di sekolah.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Saat ia sampai taman sekolah , hal mengejutkan yang pertama kali ia lihat? SAHABATNYA JIYEON MENAMPAR YEOJACHINGUNYA SUZY !</span></div>
<div></div>
<div>Darahnya sudah naik ke atas kepala sekarang.</div>
<div></div>
<div>-FLASHBACK OFF-</div>
<div></div>
<div>Jiyeon berjalan menuju kelas dengan airmata yang lagi &#8211; lagi membasahi pipinya. Kali ini ia tak menghapus air mata itu , ia membiarkan airmata itu jatuh.</div>
<div></div>
<div>&#8211;JIYEON POV&#8211;</div>
<div></div>
<div>Sekarang sudah pulang sekolah , Minho marah kepadaku. Aku sekarang tahu bagaimana aslinya Suzy itu.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Huuhh&#8230; hubunganmu yang baru berlangsung selama 3 hari dapat merusak persahabatan kita yang dijalin selama 3 tahun&#8230; Daebak&#8230;&#8221; aku menatap langit malam , perkataanku ini ku tujukkan untuk Minho yang sekarang entah dimana.</div>
<div></div>
<div>Aku sengaja memang hari ini pulang jalan kaki.</div>
<div></div>
<div>Melewati toko &#8211; toko dan kedai &#8211; kedai yang berdiri kokoh di sepanjang jalan sambil mengingat kenangan &#8211; kenangan indah yang pernah aku lalui bersama Minho</div>
<div></div>
<div>Pernah lomba memakan ramen pedas bersama di kedai ramen yang pemiliknya seorang ahjumma baik hati.</div>
<div></div>
<div> &#8221;Hmmm.. siapa aku dibandingkan dengan Suzy.. yeojachingumu yang dimatamu sempurna , aku ?? Yeoja biasa , sederhana , tidak menarik , tidak cantik , dan hanyalah sahabatmu sampai kapanpun , mmm anni , sahabatpun bukan mulai sekarang&#8230;&#8221; aku meratapi kisah cintaku ini&#8230;</div>
<div></div>
<div>&#8220;Andaikan kau tahu kalau aku mencintaimu&#8230;&#8221; lanjutku.</div>
<div></div>
<div>Aku melanjutkan jalan menuju rumahku.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;</div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Jiyeon !!! Illeonna !! &#8220;</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5081"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5080" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">aku mendengar suara seorang lelaki yang aku kenal sedang mencoba membangunkanku dari tidurku.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5085"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5084" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">aku perlahan mengerjapkan mataku&#8230; membalikan tubuh dan sekarang yang ada di depanku , seseorang yang sedang duduk di meja belajar sambil menatapiku adalah&#8230;</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5082"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;MYUNGSOO?!?!&#8221; Aku kaget hingga terduduk. Mataku yang tadinya hanya segaris sekarang sudah terbuka , hampir saja mataku jatuh dari tempatnya..</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">ya , Myungsoo , ia adalah sahabat kecilku. Namun sejak kapan ia datang kesini?</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;YA ! Myungsoo ?!!! Apa kau Myungsoo ?!?!!&#8221; Kagetku.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">aku turun dari tempat tidurku lalu berjalan ke arahnya , aku membolak-balikkan wajahnya , aku mencubit tanganku sendiri dan SAKITTTT !! Ini bukan mimpi !!</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">refleks aku langsung memeluknya. </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Ya ! Uhukk !! Aku bisa mati ! lepaskan.. pelukkkanmuu&#8230;!&#8221; </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Myungsoo-ah , sejak kapan kau balik ke Korea , bagaimana kabarmu ?? Bagaimana kehidupan di Inggris ?!&#8221; Aku melepaskan pelukanku lalu bertanya padanya.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Woo.. woo.. slow girl&#8230; Kau mandilah dulu , sehabis kau mandi aku akan mengajakmu jalan &#8211; jalan dan menjawab semua pertanyaan itu , kau hari ini tidak sekolahkan pasti , karena ini tanggal merah..&#8221; ucap Myungsoo tersenyum hangat padaku lalu pergi keluar.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Aku langsung bergegas mandi. </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Daripada aku galau meratapi Minho yang mungkin sama sekali tidak memikirkanku , lebih baik aku bersenang &#8211; senang dengan sahabat masa kecilku yang sangat aku rindukan~</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8212;&#8212;-</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Sekarang aku dan Myungsoo sedang berada di taman rekreasi , kami ah bukan bukan aku lebih tepatnya , hari ini bisa sepuasnya melepas penat dari permasalahan cinta gila kemarin&#8230;</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Jiyeonnah ! Mau naik apa lagi ?? Bagaimana kalau roller coaster ?!&#8221; Tawar Myungsoo.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5078"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;UWAA !! Nae !!! Ayo !&#8221; Aku menerima ajakkan itu dengan senang hati.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">kalian pasti menganggapku tidak normal , sebagai perempuan , aku ini jujur sangat sangat sangat sangat sangat mencintai roller coaster kkk..</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div>Aku bergegas membeli tiket dan langsung naik atas untuk menunggu giliran naik.</div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;MWO ?!?! Jiyeon ?! ckck&#8230; iri ya aku punya pacar , sekarang sudah bawa pacar baru&#8230;&#8221; cetus suara seorang laki &#8211; laki yang sangat ku kenal. Kalian tahu kan, dia adalah M &#8211; I &#8211; N &#8211; H &#8211; O ! MINHO ! Dia dan Suzy tepat berada di sampingku. Muak sekali aku melihat mereka berdua</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8221; Ckh.. Eo ? Iri ?? Kau bercanda ?? Kau ini kalau membuat lelucon sangat lucu Minho hahahaha! Nae ! Ini pacarku , aku saja bisa mencari pacar yang lebih baik dari Suzy mu yang kau bangga &#8211; bangga kan itu. Tidak munafik pacarku ini !! Ckck&#8221; aku tersenyum meremehkan.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Ya ! jangan asal bicara kau ! Munafik ?? Kau yang munafik !&#8221; Bantah Suzy. </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5077"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5076" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Yah&#8230; yah.. terserah apa katamu..&#8221; ucapku cuek.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5074"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5073" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Wae ?? Wae ?? Ada apa ? Mengapa kalian ribut ?! Kau mengenal mereka Jiyeon ?&#8221; Tanya Myungsoo yang ternyata daritadi mau angkat bicara tapi terpotong terus karena aku dan mereka beradu mulut , nyerocos *?* ga ada henti.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Kenalkan ini mantan sahabatku , ini, si yeoja menyebalkan ini pacarnya. Sudah jangan perdulikan mereka !&#8221; Jawabku pada Myungsoo. Myungsoo hanya menatap bingung. </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">selang beberapa detik , kereta roller coaster datang.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">Suzy duduk berdampingan dengan Minho , mereka duduk tepat di depanku.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Oppa , aku takut&#8230; eotteohkae ??&#8221; Manja Suzy</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Cuih ! Wekss puih puih ! Kalau takut ngapain naik nunaa ?&#8221; Cetusku kepada Suzy.</span></div>
<div><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5063"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5062" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Ya ,!! Nuna ?? Keterlaluan sekali kau !!&#8221; Marah Minho padaku.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5068"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5071"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5070" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Yahh.. well , mari kita lihat baik &#8211; baik muka Suzy , ada sedikit keriput di ujung matanya , iiihh&#8230; makanya jadi orang jangan jahat Suzy&#8230; akibatnya mukamu mengalami penuaan&#8230; makanya aku panggil kau nuna..&#8221; ucapku cuek.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5060"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div>&#8220;EOH ?! JINJJA EONNIE ?!! DIMANA ?!!? DIMANA ???&#8221; Panik Suzy .</div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5058"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5057"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5056" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Disini nihhh&#8221; ujarku sambil menarik bagian bawah mataku.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5054"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5053"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;YA ! NEO ?!?! &#8220;</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5052"><span style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5050"><span id="yui_3_7_2_1_1365679575108_5049" style="font-family:'Open Sans', sans-serif, Arial, Helvetica, sans-serif;">&#8220;Aahh.. jinjja ! Geumanhae Jiyeonnah.. sebentar lagi wahana ini akan berjalan , dan tidak enak juga kalau dilihat orang lain kalian beradu mulut disini..&#8221; Myungsoo Teguh *lah* mulai menasehatiku.</span></div>
<br />Filed under: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/category/author/freelance/'>Freelance</a> Tagged: <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/choi-minho/'>Choi Minho</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/park-ji-yeon/'>Park Ji Yeon</a>, <a href='http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/tag/suzy-bae/'>Suzy Bae</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/7299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkjiyeonfanfiction.wordpress.com&#038;blog=20791617&#038;post=7299&#038;subd=parkjiyeonfanfiction&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkjiyeonfanfiction.wordpress.com/2013/04/11/freelance-to-be-your-sunflower-chapter-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a6f1669b2c4597ca1f846e2788806994?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yeonnia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parkjiyeonfanfiction.files.wordpress.com/2013/04/hfuhy34n.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">hfuhy34n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
