Don’t CHASE me 3/3 Final


Gambar

Author           : Dewi Farihatus s (WhieKyuYeonHaeri)

Type              : Three Shoot

Genre            : Romance, AU

Rating            : PG

Cast              : Park Jiyeon (T-ara)

Kris Wu fan(EXO-M)

Oh Sehun (EXO-K)

Baek Suzy (MissA)

My FB id… Dewifarihatussholihah

Sebelumnya Check this: Part 1Part 2

Annyeong…reader!! aku baru update sekarang tadinya mau post tgl 31 juli pas ultah aku, tapi berhubung katanya ada something… jadi deh baru bisa update sekarang!! DOPOSTYEAH!!!

Ayo Semangat Queen’s!! Jiyeonnie!! jangan patah semangat berantas HATERS!!!

HWAITING!!!

Happy reading!!

keep RCL^^

“bukan Jiyeon, Jiyeon berciuman di depanku dengan … Sehun.” Kris mencoba menahan air atanya hingga yang terdengar hanya ucapannya yang terbata

“lalu kenapa? Bukankah kau harusnya senang? Yeoja itu tidak akan mengganggumu lagi,”

“Andwaeyo (tidak mau)! “

“apa kau? Ah.. Aku tahu ini pasti akan terjadi, kau mulai menyukai Jiyeon kan?” Kris mengangguk menyetujui ucapan Xiumin

“ungkapkanlah perasaanmu padanya,” saran Xiumin

“Shirreo, dimana harga diriku? Lagipula ada Suzy.” Tolak Kris

“hmmph (menahan tawa),, ini adalah pilihanmu, ngomong-ngomong tentang harga diri, Jiyeon selalu mengungkapkan perasaannya padamu tanpa malu dan memikirkan harga dirinya. Padahal ia juga termasuk yeoja popular disini, mian aku hanya mengingatkanmu.”

“baiklah akan ku INGAT.” Ucap Kris marah.

Keadaan ini berangsur-angsur selama beberapa  hari sam pai pada suatu hari, saat Kris dan Suzy seperti biasa mengobrol di taman,

Kris begitu pendiam pada Suzy tak seperti biasanya tersenyum hangat, Suzy merasa kini Kris menganggap dirinya diacuhkan seperti Jiyeon,

kini saat makan siangpun Kris diam-diam melirik kearah Jiyeon dan Sehun yang sedang berebut makanan, walaupun itu tidak selayaknya dilakukan pasangan tapi Suzy merasakan tatapan kecemburuan dari mata Kris, namun Suzy tidak berani mangatakan langsung pada Kris,

Kris begitu kesepian tanpa Jiyeon

Kris merasa hampa dan kosong tanpa suara  dan gerak-gerik manja Jiyeon.

“Oppa kenapa kau? Apa ada masalah?” Tanya Suzy Khawatir melihat Kris yang selalu murung akhir-akhir ini.

“Anhi. Suzy~ya….ada yang ingin kukatakan padamu?” raut wajah kris benar-benar serius sekarang

“baiklah, apa?”

“Ayo kita putus.”

“Mwo? Apa salahku? Apa karena Jiyeon? Dia mengganggumu lagi?” Tanya Suzy tak percaya dengan apa yang dikatakan Kris

“bukan, dia tidak menggangguku lagi dan itulah masalahnya, aku merasa kosong tanpa yeoja aneh itu.

saat kau menyatakan perasaanmu, saat itu aku pikir inilah jalanku agar bisa terbebas dari Jiyeon apalagi aku dengar Kau dan Jiyeon tidak pernah akur,

aku harap dengan kita bersama bisa membuat Jiyeon sakit hati dan berhenti mengikutiku.

Huffttt(Kris menghela nafas panjang)… dan benar saja semuanya berjalan sesuai rencana ia menjauhiku. Jiyeon kini berhenti mengikutiku, dia berhenti datang kerumahku,dia berhenti datang kekelasku, tapi aku menyesalinya……

Aku tahu aku begitu egois, separuh hatiku mengatakan agar aku harus terus menjauhi Jiyeon, namun separuhnya lagi mengatakan hal yang sebaliknya, aku merasa senang saat ia mengikutiku, ia begitu manis dan menggemaskan saat bersamaku,

dan kini aku kehilangan semuanya, aku begitu merindukannya, merindukan leluconnya yang tak pernah kutanggapi, dan juga setiap kecerobohannya.”Kris mengatakan semua itu sambil menerawang jauh, matanya berkilat penuh cahaya saat membicarakan Jiyeon membuat Suzy menunduk sedih

“Huhhh (Suzy menghela nafas pasrah)… aku benci mengatakan ini tapi sepertinya aku harus menyerah pada yeoja itu, yeoja itu memang manis,

yah walaupun bodoh dan kecerobohannya sudah mencapai batas maksimum tapi ia tetap bangkit dengan senyum yang masih menempel diwajah bodohnya.hehe..

Walaupun kami sering bertengkar tapi entahlah, takdir selalu membuat kami sekelas sejak SMP dan saat aku tahu bahwa ia menyukaimu, aku ingin sekali merebutmu darinya. Tapi sama sepertimu,

kini kami jarang bertengkar, membosankan.” Jelas Suzy, kini mata Kris berpindah menatap Suzy tidak percaya,

yeoja yang selama ini selalu mengajak Jiyeon bertengkar ternyata memendam rasa saying sebagai seorang teman juga pada Jiyeon.

“Jeongmal?” Suzy mengangguk menjawab pertanyaan Kris

“uhm, pergilah . dan jangan menyakitinya lagi.”

“ne, gomawo. Sekarang aku akan berusaha agar bisa membuatnya kembali menyukaiku, kembali menjadi Stalkerku.”

“ne Hwaiting”bisik Suzy menunduk menutupi airmata yang perlahan turun dari mata bulatnya.

Beberapa hari setelah berakhinya hubungan Suzy dan Kris

Jiyeon yang sedang berjalan bersama Luna, Iu dan Sehun berpapasan dengan Suzy, mata Suzy begitu bengkak bekas menangis semalaman, dan itu IU jadikan bahan ledekan untuk IU dan Luna.

“Lihat.. lihat! nenek sihir bisa juga menangis, matamu benar-benar Sipit Suzy, seperti operasi kelopak matamu gagal yah? Hahahahaha…” Ledek IU di ikuti tawa dari Sehun dan Luna, kecuali Jiyeon yang mendekati Suzy khawatir,

“kenapa kau? Jangan berpikir aku peduli padamu, ini karena selama aku sekelas denganmu dan menjadi rivalmu, belum pernah kulihat wajahmu semenyedihkan ini. Ada apa dengan Wu fan, um maksudku Kris?”

“haha(Suzy tertawa ringan) kurasa karena kita selalu sekelas kau mulai mengkhawatirkan aku kan?”

“Jangan banyak bicara kau, sebenarnya ada apa?”

“Jiyeon~ah… aku putus dengan Kris oppa, ia bilang ia merasa kehilanganmu.”

“apa maksudmu?”

“ia merasa hampa tanpamu, ia menginginkan dirimu bukan aku, ia hanya memperalatku agar bisa menjauh darimu.”

“Jinjja? Aigoo,Kenapa dia semakin jahat saja.”

“bukan begitu! sepertinya dia mulai menyadari perasaannya padamu. Terus terang saja aku juga kesepian kau selalu menghindariku, uhm… A aku harap kau bisa bersama dengannya, Dan aku minta maaf telah merebut namja yang kau suka.” Suzy kembali berjalan sendiri seperi biasa,

karena sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh Suzy kesulitan memiliki teman, hanya Jiyeon saja yang selama ini mewarnai hari-hari Suzy yang sepi itupun dengan pertengkaran mereka yang tak ada habisnya.

“Chakkaman! “

“apa lagi?” Tanya Suzy jengkel

“kau tidak usah berpisah dengan Wu… Kris sunbae, aku sudah menyerah untuk menyukainya lagipula aku sudah punya …. .”ucapan Jiyeon dipotong Sehun

“Namjachingu dan akulah orang beruntung itu, nona Baek Suji perkenalkan Oh Sehun Imnida namjachingu Jiyeon, Park Jiyeon. Suatu saat nanti jangan pernah mengganggunya lagi arrachi?”

“hah? Bocah ini namja chingumu?” tanya Suzy tak percaya, Jiyeon hanya menggangguk sedangkan Sehun memeluk pinggang Jiyeon agar mendekat.

“lepas Sehun! Uhm Suzy mau tidak kau bergabung bersama kami? Maksudku berteman?” tawar Jiyeon

“Jiyeon~ah…”rengek IU, Lun, dan sehun bersamaan

“apa kau mengasihaniku?” Tanya Suzy meledek dengan seringaian yang biasa ia berikan pada Jiyeon,

“bukan, aku sebal karena kau selalu sendirian, setidaknya kalau kau bergabung dengan kami kau akan selalu bersamaku.” Ucap Jiyeon malu-malu

“tidak usah.” Jawab Suzy langsung ia hendak berjalan menjauh namun Jiyeon segera menahan Suzy dengan menggenggam pergelangan tangannya,

“teman-teman apa perasaan kalian jika tidak punya teman?” Tanya Jiyeon pada teman-temannya

Semua hanya terdiam

“pasti kesepiankan? Dan apa kalian pernah merasakan berada di posisi Suzy yang tidak pernah punya teman?”

Semua menggeleng kecuali Suzy yang terus menunduk malu

“baiklah aku menerimamu Suzy~ah.” Luna mengulurkan tangannya pada Suzy, Suzy tak dapat menutupi perasaan bahagianya dan menerima uluran tangan luna, mereka berjabat tangan dengan semangat lalu kembali menatap Jiyeon, seolah mengatakan terima kasih.

“aku juga, selamat datang Suzy.” Sehun melambaikan tangannya

“bukankah kau juniorku,”

“ne, tapi dia memang tidak punya sopan satun.” Tambah Luna

“biar saja,ya kan Jiji.”jawab Sehun meminta bantuan Jiyeon namun Jiyeon tidak memperdulikan Sehun ,

“aku,,, aku masih marah karena kau selalu mengataiku pendek.” IU

“Mi,,,mian, mianhae IU~sshi.”

“hehe…aku bercanda selamat datang. mulai saat ini kau adalah salah satu dari kami kita adalah sahabat se la ma nya.”Suzy mengangguk

“Ya! Baek Su ji apa kau menangis?” Tanya Jiyeon

“Huks..Huks..” Suzy tak dapat membendung tangis bahagianya, belum pernah ia merasa sesenang ini bahkan saat Kris menerima pernyataan cintanya pun Suzy tidak merasa sesenang ini,

tapi ini berbeda kini suzy memiliki teman. Jiyeon memeluk Suzy erat

“Uljimayo, kalau kau menangis aku jadi ingin ikut menangis.” Mata Jiyeon mulai berkaca-kaca

Jiyeon, IU, Suzy, dan luna pun berpelukan seperti teletubbies kecuali Sehun yang diberi death glare oleh Luna saat akan ikut berpelukan.

Author pov end

Jiyeon POV

Setiap harinya hubungan percintaanku dan Sehun semakin dekat, begitupun hubungan persahabatanku, IU, Luna, dan Suzy yang semakin akrab,

“Jiyeon~ah igeo mwoya!.”teriak Sehun membuatku menoleh kearahnya dan TUK pipiku tersodok telunjuknya

“Hahahaha…kau selalu tertipu trik yang sama hahaha…PABO!!.” Tawa histeris Sehun semakin menggema di kelasku,

“Oh Sehun!! Kau selalu begitu! Nappeun namja!”jeritku

“hahahaha… IU~ah lihat dia menjahilikulagi serang dia!”titahku pada IU

“ah aku malas kau selalu saja termakan tipuan bodohnya,” ucap Iu malah mengejekku

“jadi kau bilang aku lebih bodoh dari padanya begitu!”

“begitulah.” Ucap yeoja itu santai membuat Suzy, Sehun dan Luna tertawa terbahak-bahak.

“Chogiyo, apa yang sedang kalian bicarakan? sepertinya menyenangkan.” Ucap seseorang dari belakangku,

suaranya begitu familiar ditelingaku tapi siapa?

Aku melihat Luna dan Iu yang melihat orang itu dengan wajah kaget dan tidak suka begitupun Sehun kecuali Suzy yang memandang orang itu dengan poker facenya.

“anhiyo hanya saja sibod…”saat aku berbalik begitu terkejutnya aku melihat Kris sunbae dengan Suho sunbae juga Xiumin sunbae,

Kulihat Kris sunbae tengah tersenyum begitu hangat padaku maksudku pada kami, ia terlihat begitu akrab, senyum yang tidak pernah ia tujukan padaku,,

mengingat hal itu membuatku menunduk malu mengingat-ingat kebodohanku dimasa lalu yang mengejarnya tak tahu diri.

“Waeyo Chagi?” Tanya Sehun menengok kearah wajahku yang menunduk

“anhiya Sehunnie~! Jangan memanggilku seperti itu lagi!” Ucapku sambil menginjak kakinya

“AWww…Suho Hyung lihat! Mana ada yeoja yang menginjak kaki namjanya dengan begitu keras, Aigoo!!” Teriak Sehun,

Oh Sehun kenapa harus berteriak segala! kau benar-benar cari mati.

“Ya! Pabo kenapa harus mengadu segala!”

“Pabo! Berani sekali Kau mengataiku Pabo! Huh?”

“ne waeyo, memang kau pabo. “

“Aish kau harus kuberi pelajaran kemari kau!” Sehun mengelitikiku sampai

“Ehem… “ Kris Sunbae berdehem menghentikan kegiatan bodoh kami dan mengingatkan kami bahwa didunia ini masih ada Luna, Iu, Suzy

“oh mianhae..Kris Sunbae.” Ucapku kembali duduk tegak seperti hendak menghadapi ujian akhir sekolah.

“uhm, Jiyeon~ah bisakah kau berhenti  uhm kau tahu memanggilku Sunbae, panggilan itu terasa…” Kris sunbae berhenti sejenak untuk berpikir namun langsung ku potong

“berjarak,(Kris sunbae mengangguk) hahaha…bukankah kau selalu ingin menjaga jarak denganku? Dulu kau…”Kini giliran Kris Sunbae yang memotong ucapanku

“Geumanhae, juga Mianhae. Berhenti kumohon berhenti,”

“baiklah aku akan berhenti bic…”

“Ssstt.. jangan memotongku, aku mohon kali ini saja. (tiba-tiba Kris Sunbae memegang pergelangan tanganku.)aku tidak ingin kau berhenti bicara bukan itu.

Tapi, aku ingin kau berhenti menghantui pikiranku, berhenti mengacuhkanku, berhenti menganggapku orang lain karena aku….Saranghae Park JIyeon.” ucapnya sambil terus memandang lurus tepat dimataku,

tatapannya begitu hangat dan dalam belum pernah ia memandangku seperti ini, apa ia bersungguh-sungguh?

Tidak, tidak mungkin jangan percaya begitu saja Jiyeon~ah, mungkin ia hanya bercanda untuk membuatku kembali malu didepan orang banyak.

“Hahahaha… Sunbae? Kulihat kini selera humormu sudah membaik iyakan?” Jiyeon memandang teman-temannya yang tidak tertawa sedikitpun malah terkesan terkaget-kaget melihatku dan Kris tanpa berkedip sedikitpun, Suzy yang memandangku dengan wajah tanpa ekspresi dan Se hun yang terlihat begitu terpukul mendengar pernyataan Kris sunbae tadi,

“ya kan Sehun~ah?” aku mencoba meminta persetujuan dari sehun yang kini sudah memandangku dengan kaget dan terus mengedipkan matanya tak percaya

“ne? uhm Kris Hyung sudah mulai humoris Jiyeonnie,,”ucap Sehun mengangguk sambil tersenyum dipaksakan, Kris langsung mengedarkan pandangan mematikannya pada Sehun

“Jiyeon~ah maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya Kris sunbae langsung menuju intinya

“eh?” hanya itu yang bisa keluar dari bibirku,

Jiyeon POv end

Sehun pov

“Hyungnim!! Kenapa kau begitu? Kau tahu sendirikan Jiyeon adalah yeojachinguku kenapa kau menyatakan perasaanmu sekarang padanya saat ia sudah bersamaku?” Tanyaku dengan nada meninggi

“tutup mulutmu! Heh( tersenyum sarkastik) Oh Sehun! tahukah kau? kau sangat mengganggu? Kau tahu kau seperti apa untuk Jiyeon?

Kau hanya anjing pengikut yang selalu mengikuti kemanapun Jiyeon melangkah, atau permen karet bekas yang sulit dibuang setelah menempel dipakaian.

Apa kau tidak punya harga diri sebagai seorang namja? Mengemis cinta pada yeoja yang tidak akan mungkin mencintaimu? Haha Pa bo.” Ucap Kris hyung menghadap kearahku dengan mendelik tajam,

Aku hanya bisa memandang Kris hyung tanpa bisa berkata apa-apa,

kini yang aku pikirkan sekarang adalah

Apa benar aku semengganggu itu?

Apa aku begitu tak punya harga diri

Apa aku tidak mungkin bisa mendapat Jiyeon?

Semua pikiran itu menyatu dalam pikiranku dan membentuk sebuah keberanian dalam diriku untuk bertanya pada Jiyeon noona yang terlihat sama kagetnya denganku.

“a.. apa aku seperti itu noona?” tanyaku tak biasanya memanggil Jiyeon ‘noona’, Jiyeon hanya memandangku semakin terkaget-kaget.

Diamnya kuanggap sebagai jawaban ‘YA’, jadi aku harus pergi sekarang.

“arraseoyo, aku memang seperti itu. Hufft (aku mehela nafas panjang) aku tahu jawabannya, semoga berbahagia untuk kalian Kris Hyung, Ji yeon noona. A aku pergi.” Ucapku sedikit terbata-bata,

Menahan rasa sakit hati ini, senyum yang kuberikan pada merekapun adalah senyum termenyakitkan yang pernah aku rasa

Baru beberapa langkah aku berjalan menjauh, aku menoleh kearah kumpulan orang-orang itu berharap Jiyeon akan memelukku dari belakang atau setidaknya mengejarku.

Namun, kenyataannya berbeda kulihat Jiyeon dan Kris hyung sedang berpelukan, sepertinya aku benar-benar harus meninggalkan tempat ini. Akupun kembali berjalan,

Aku berjalan sedikit demi sedikit menuju atap sekolah, sesampainya di sana aku terus termenung

“arraseo, aku memang tidak pantas untukmu Jiyeon~ah, aku hanya juniormu yang hanya bisa mengikutimu kemanapun kau pergi, aku juga tahu aku hanya mengganggumu.

Dasar bodoh!! Kenapa juga aku bicara sendiri seperti ini.

hanya untuk mengakui kebodohanku

benar-benar menyedihkan.” Aku terduduk memandang jauh atas langit yang sudah mulai berubah jingga tak terasa setetes air mata jatuh dari ujung mataku.

Sehun pov end

Kris pov

“Hyungnim!! Kenapa kau begitu? Kau tahu sendirikan Jiyeon adalah yeojachinguku kenapa kau menyatakan perasaanmu sekarang padanya saat ia sudah bersamaku?” Tanya si bodoh Sehun memotong ucapanku dengan nada meninggi,

Aish… seketika itu amarahku mulai memuncak dan aku tak bisa lagi menahan mulutku untuk tidak berbicara kasar pada Sehun

“tutup mulutmu! Heh( tersenyum sarkastik) Oh Sehun! tahukah kau? kau sangat mengganggu? Kau tahu kau seperti apa untuk Jiyeon?

Kau hanya anjing pengikut yang selalu mengikuti kemanapun Jiyeon melangkah, atau permen karet bekas yang sulit dibuang setelah menempel dipakaian.

Apa kau tidak punya harga diri sebagai seorang namja? Mengemis cinta pada yeoja yang tidak akan mungkin mencintaimu? Haha Pa bo.” Ucapku sambil mendelik tajam ke arahnya,

Keheningan semakin mencekam, diantara kami bukan hanya aku dan Sehun serta Jiyeon saja namun sudah semakin menjalar ke semua temanku dan Jiyeon

“a.. apa aku seperti itu noona?” tanyanya tak biasanya memanggil Jiyeon ‘noona’, Jiyeon hanya memandang Sehun semakin terkaget-kaget.

“arraseoyo, aku memang seperti itu. Hufft (aku mehela nafas panjang)aku tahu jawabannya semoga berbahagia untuk kalian Kris Hyung, Ji yeon noona. A aku pergi.” Ucap Sehun terbata-bata

Apa aku sudah mengatakan hal yang kelewat bataspada Sehun?

Tapi, Aku tak peduli yang aku pedulikan adalah Jiyeon, Ia harus bersama denganku harus!

Aku yakin Jiyeon masih menyukaiku, dan akupun juga menyukainya jadi apa yang aku tunggu

Aku segera menarik Jiyeon kedalam pelukanku sebelum dia akan mengejar Sehun,

“apa…”bisik Jiyeon dalam pelukanku

“huh?” tanyaku masih memeluk Jiyeon

“apa maksudmu mengucapkan semua itu pada Sehun?”

“aku aku hany…”

“setiap perkataan yang kau utarakan tadi pada sehun sama persis seperti saat kau mengutarakannya padaku saat kau ingin agar aku menjauh dari pandanganmu,

apa kau memandang begitu rendah orang yang terlalu mencintai seseorang?”

“anhiyo, naega…”

“lalu kenapa kau mengatakan hal sejahat itu pada Sehun? Kenapa?” Jiyeon bertanya tanpa ekspresi sedikitpun

“karena kau mencintaimu Jiyeon, nan Saranghaeyo! Apa itu cukup? apa alasan itu cukup?”

“tidak.” Wajahnya menunjukan tanpa ekspresi apapun

“lalu kau ingin apa!” erangku melepaskan pelukakami

“Wu fan oppa..” panggilnya, panggilan yang begitu kurindukan

“ne?”

“Wufan oppa~ arraseoyo, aku mengerti kau mulai menyukaiku, atau mungkin hanya merasa kehilangan seperti seorang anak kecil kehilangan salah satu mainan yang ia sukai.

Tapi… saat kau menjauh dariku, aku baru sadar bahwa ada seseorang yang telah mengambil alih perhatianku,

ia selalu menggenggam tanganku saat aku sedih, selalu membantuku saat aku membutuhkan, selalu melindungiku, selalu menghiburku, dan banyak lagi aku mulai merasa aman saat disampingnya.

Dan itu tidak pernah kau beri padaku sebelumnya.” Jiyeon menunduk lalu kembali menganggkat kepalanya

“tapi tak apa karena Sehun selalu berada di belakangku menyokongku apapun yang terjadi juga teman-temanku mereka semua begitu perhatian padaku, mereka begitu penting untukku.”

“aku berjanji aku akan merubah segalanya, aku janji.” Ucapku sambil menggamit kedua tangannya

“tapi itu sudah terlambat oppa, Sehun sudah membuatku mengerti bahwa hidup itu berwarna, tidak hanya hitam atau putih.

Mianhae oppa~ aku benar-benar sudah mendapat penggantimu dihatiku, namja yang begitu menyukaiku tanpa syarat.” Jiyeon membicarakan Sehun dengan mata berkilauan seperti saat ia membiacarakanku dulu, apa ini waktunya untuk aku menyerah?

“arrayo. Baiklah sepertinya putusanmu sudah tak dapat ku ganggu lagi. Aku menyerah, semoga kau bahagia dengan Sehun dan… maafkan aku selama ini.” Aku menepuk puncak kepalanya ringan,

Aku berjalan gontai, berjalan tanpa arah tujuan kemanapun kakiku akan melangkah.

Setelah beberapa meter kurasakan langkah lain dibelakangku, akupun menoleh sedikit dan mendapati kedua sahabatku tengah mengikutiku dengan wajah khawatir.

“Suho~ya, Xiumin~ya kau bisa pergi sekarang, sekarang aku ingin sendiri.” pintaku pada kedua sahabatku itu, mereka mengangguk dan berjalan menjauh.

Aku berjalan terus hingga tak terasa kakiku membawaku ke jembatan diatas sungai han yang indah sambil menikmati lampu-lampu kota

Kenapa tubuhku membawaku kesini?

Apa otakku ingin agar aku bunuh diri? Mungkin?

Aku mengeluarkan fotoku dan Jiyeon saat masih kecil, foto yang kupungut dari tempat sampah dirumah Jiyeon saat aku mengantarkan makanan buatan ummaku kesana.

Tiba-tiba

Wusssh!!

Angin besar datang dan menerpa tubuhku dan foto..

FOTOKU…ikut terbawa angin

“Fotoku, Aigoo angin sialan!” rutukku saat aku berusaha menggenggam foto itu yang berada cukup jauh dari genggamanku,aku merasa seseorang tengah menahan ujung bajuku

“YA!!! KALAU INGIN BUNUH DIRI JANGAN DISINI!! MEREPOTKAN ORANG SAJA!” teriak seorang yeoja dengan kacamata hitam menutupi matanya,

“Ya! Siapa juga yang ingin bunuh diri! lihat, gara-gara kau aku tak bisa mengambil fotoku yang tertiup angin dasar yeoja bodoh!”

“yeo… yeoja bodoh, kau tidak tahu siapa aku? Aigoo baru kali ini aku dihina namja frustasi.”ucap yeoja ini sambil mengacak rambut indahnya

“memangnya siapakau? Sampai aku harus tahu siapa dirimu?”

“aish, kau tidak punya tv dirumah? Atau kau tidak tahu tv? Itu kotak yang bisa mengeluarkan suara dan gambar. “

“aku tahu televisi tapi siapa kau?”

“perkenalkan naneun Rian imnida.” Ucap yeoja itu sambil membuka kacamata hitamnya dengan gaya superstar,

Aigoo dasar sok

“nuguya?” tanyaku lagi pura-pura tak tahu

“hah? Kau masih tidak tahu aku? Ah..Itu..itu… lihat billboard itu, yeoja di foto itu adalah aku, aku!! Lihat baik-baik.” Yeoja itu mendekatkan wajahnya padaku

Wajahnya mirip Jiyeon, namun yeoja ini lebih pemberani, matanya dipenuhi eyeshadow dan eyeliner tebal namun tak menutupi mata indahnya, hidungnya mancung dengan bibir yang indah berwarna pink seindah bunga mawar.

Dan sama persis dengan di papaniklan itu namun aku benci mengakuinya

“beda! Kau lihat matamu aigoo apa itu panjang sekali matamu, kalau dilihat dari jauh matamu seperti menyatu! arraseo.” Akupun berjalan menjauh dari yeoja yang mengaku sebagai artis itu.

“ya!! Deng…AWw”

Saat ia akan mengejarku ia terjatuh dari sepatu hak tingginya, sebelum ia terjatuh kearah jalan raya tiba-tiba sensor refleksku bekerja begitu cepat aku segera menariknya kedalam pelukanku,

Waktu terasa berhenti berdetak, hingga akhirnya aku tersadar kami masih berpelukan

“uhm..mian..”

“gwaenchana, gomawo…”

“Kris namaku Kris Wu.”

Kris pov end

Author pov

“arrayo. Baiklah sepertinya putusanmu sudah tak dapat ku ganggu lagi. Aku menyerah, semoga kau bahagia dengan Sehun dan… maafkan aku selama ini.” Kris menepuk puncak kepala Jiyeon ringan,

Jiyeon tersenyum mendengar ucapan Kris ,

Jiyeon mengangguk dan mulai berlari mencari Sehun, ia mencari di tiap kelas tak memperdulikan rasa takutnya melihat kelas yang sudah sepi, ia terus berusaha mencari Sehun sekuat tenaga

“Sehunnie dimana kau?” ucap Jiyeon disela nafasnya sambil terus mencari Sehun

Sampai akhirnya Jiyeon tiba di atap sekolah dengan rasa putus asa ia membuka pintu itu,

Seorang namja tengah melamun disana

“Se..sehun ?” panggil Jiyeon tak percaya

“Ji yeon?” namja itu berbalik hendak meninggalkan gadis itu sendiri namun terhenti oleh bisikan Jiyeon disela-sela nafasnya yang berat karena kelelahan

“kau mencoba menghindariku? Kau pernah bilang jangan menghindari masalah,,, tapi sepertinya kau juga ingin menghindari ku.”

“aku…”

“apa kau juga tidak ingin bertemu denganku?”

“a anhiya aku..”

“baiklah, aku akan berhenti tapi ada satuhal yang ingin ku sampaikan padamu,,, SARANGHAEYO.” Ungkap Jiyeon sambil berbalik dan mulai berjalan perlahan menuju pintu keluar, sampai ia melewati pintu keluarpun Sehun tidak juga menghentikannya

“apa sudah berakhir?” Tanya Jiyeon pada dirinya sendiri tak percaya kisah cintanya kembali berakhir dengan menyedihkan

“tidak. belum berakhir, dimulai saja belum.” Ucap Sehun sambil memeluk Jiyeon dari belakang

Jiyeon pun yang mengenal suara itu dengan sangat jelas segera berbalik dan berbalik memeluk Sehun dengan erat

“Nado SARANGHAE. Jiyeon~ah sekarang, Biarkan aku mengejarmu.”

“uhm,”hanya anggukan yang mewakili perasaan Jiyeon.

Akhirnya Jiyeon dan Sehun menjadi sepasang kekasih,

Rasa cinta yang didasari perasaan yang sama, saat mengejar seseorang yang mereka cintai.

Cinta tidak selalu berakhir pada orang yang kita inginkan, terkadang cinta dimulai dari seseorang yang kita benci.

~Fin

Annyeong reader lama yah nunggu ffnya maaf aku hiatus dulu bentar, dan inilah ff Jiyeon X EXO pertama aku, tadinya pengen sama Kris Cuma kok jadi sama Sehun begini,, aku juga bingung sendiri hehe#ketawasambilgarukgarukkepala

Yah yang penting mau KrisYeon mau HunYeon yang penting JiXO (JIYEON X EXO) lah yah… okey…

Maaf kalau ada kata-kata atau penempatan titik koma yang tidak pada tempatnya. yah author bukan orang yang sempurna, kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT #ASSEEEK

Gomawo

Keep RCL^^

Whiekyuyeonhaeri

About these ads

60 gagasan untuk “Don’t CHASE me 3/3 Final”

  1. Endingnya ketebak :3 HunYeon kaan~~ Kris ama Rian same aja perasaan #plak
    Poor Suzy, tapi untungnya dia dapet sahabat :D
    Cuma mau ngasih saran aja, nih… tiap kalimat dalam dialog, kalo bisa ga usah di-enter, soalnya itu jadi membingungkan reader tentang ini kalimatnya siapa… ini batinan atau gimana… ada typo nyempil juga, jadi lebih teliti lagi ya sebelum posting^^v
    Aku cuma mengungkapkan pendapatku doang, kok… syukur-syukur kalo kamu bisa nerima :)
    At last, Keep writing!!^^

    1. ne…..
      makasih…sarannya…
      ntar aku lebih teliti lagi,,,kalo batinan aku kan pake pov jadi pov itu adalah batinan orang tersebut kalo typo,,,hehehe Mian,,, aku ngebet pengen cepet ngepost..

      gamsahamnisa untuk saran dan Kritiknya,,, aku seneng kok ada yang ngasih tau…
      biar aku jadi lebih baik dalam menulis#hehehe

      Gomawo udah RC^^

  2. huwaaa, ga nyangka bakal berakhir sama sehun…
    awalnya sempet mikir bakal sama kris ternyata tidakkk..
    sehun-aaa, kau berhasil membuat jiyeon cinta padamu..hahaha

  3. Daebakkk….kerenzzz thorRr
    Semua nya happy ending…walaupun kris ƍäªk jadi sm jiyeon…tapi kris jadi deket ma Rian (kan jiyeon juga)…jadi kris n sehun semua nya jadian ma jiyeon dehhh…

    Di tunggu FF jiyeon selanjutnya…
    ^^

  4. kereeeeen….
    Sehuun, ak pikir sehun jadi broken heart ternyata gg :)
    yah rian ma jiyeon sama aja udalah tt sama2 ma jiyeon kog :) daebak !!!

    Ditunggu ff mu yg lain chingu ^^.

    1. hhahahaha abis aku gak rela Kris ataupun Sehun ma orang lain mendingan ma author deh#PLakkk maunya hahahhaha

      Gomawo…tungguin karyaku selanjutnya yah

      Gomapseumnida udah RC^^ Chingu!!
      T-ara Hwaiting!!!

  5. Haaaa saeng kok hunyeon sich,,
    q jg suka sich ma hunyeon tpi lbh suka chanyeon/krisyeon…huuhf
    tpi g papa dech..
    Unn tngGu lg y ff jiyeon n’tah kris,chanyeol/pun sehun unN tnggu pokokny kary mu slanjt_ny.. B-)

  6. Whaha… happy ending..!! KEREN ……
    kirain aku Jiyeon itu sama Kris.. eh taunya sama Sehun.. aku suka jalan ceritanya .. ga di duga2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s