VINEYARD BROTHERS ~ Part 4


Title: Vineyard Brothers

Author: Icha

Type: Chapter

Genre: Romance / Family Story

Rating: T

My site :

http://allsynopsislook.wordpress.com/

http://allfanfictionlook.wordpress.com/

My Twitter : @icaque

Cast :

Park Jiyeon

Vineyard Brothers :

Jang Woo (Anak Ke 1)

Ah In (Anak Ke 2)

Myeong Soo  (Anak Ke 3)

Seok-Hyeon (Anak Ke 4)

Etc

CATATAN :

Judulnya terinspirasi dari Drama Korea berjudul Ojakgyo Brothers.

Sedikit2 isi ceritanya terinspirasi dari Drama Korea Berjudul Vineyard Man.

Sebelumnya :

[TEASER] [Part 1] [Part 2] [Part 3]

WGM MYEONGSOO-JIYEON EPISODE 9 UPDATE!

~~~~~~~~~

Annyeong chingu…maaf baru update lagi. Part ini intermezzo aja setelah  udah lama ga update. Part emang pendeeeek banget. Jadi mohon dimaafkan. Aku berencana menyelesaikan semua Fanfictionku seperti We Got Married (wp pribadi), Hello Baby (wp pribadi) dan Dream High 3 (wp pribadi). Jadi mohon dimaklumi kalau next part yang akan kutulis pendek2. Tapi aku usahain setiap hari akan update. Gamsa ^ ^

All Author P.O.V

                 “ARRRRGGGGGGHHHH!”

                “Yaa….siapa yang berteriak?” Min Gi terkejut mendengar suara teriakan seorang wanita. Sup yang dimakannya tumpah ke atas meja. “Apa yeoja (Jiyeon) itu yang berteriak? Apa dia sedang membuat ulah lagi Min Gyu-ah?” tanya Min Gi pada Min Gyu.

                Min Gi berjalan menuju kebun anggur dan melihat Jiyeon sedang terlilit selang air penyemprot tanaman.

                “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Min Gyu mendekati Jiyeon.

                “Cepat lepaskan aku!” teriak Jiyeon tidak sabaran. Rambutnya berantakan dan kusut karena terlilit oleh selang air. Min Gyu segera membantu Jiyeon melepaskan diri dari jerat selang air.

                “Kenapa kau menjerat dirimu dengan selang air, heh?” tanya Min Gyu setelah berhasil membantu Jiyeon.

                “Kau pikir aku sengaja melilitkan selang itu di leherku, heh?” tanya Jiyeon ketus. “Anakmu…anakmu yang melakukan hal ini padaku!”

                “Anakku? Myeong Soo-ah maksudmu?” tanya Min Gyu.

                “Aku tidak perduli siapa namanya. Seharian ini dia berhasil membuat hidupku layaknya di neraka lapisan ketujuh!” geram Jiyeon tiada henti.

#Flashback#

                “Mwo? A-aku harus membawa selang-selang berat ini di leherku? Miccheosseo?” tanya Jiyeon dengan mata terbelalak.

                “Kupikir cukup mudah. Kau hanya cukup membawa selang ini di lehermu dan ikuti aku. Aku yang akan menyiram anggur-anggur ini,” ucap Myeong Soo.

                “Aku tidak biasa melakukan pekerjaan kasar seperti ini. Kau pikir bahuku ini apa? Aku tidak pernah membebani bahuku ini dengan benda berat…”

                “Kalau begitu sekarang waktunya bagimu untuk merubah semua kebiasaanmu. Jadikan pekerjaan kasar ini sebagai kebiasaanmu. Lakukan setiap hari….kalau kau mau terus tinggal di rumah Haraboji.”

                “Apa kau tidak bosan mengancamku terus menerus?” tanya Jiyeon kesal.

                “Aku tidak mengancam. Aku hanya ingin menggambarkan sebuah keadilan di depan matamu,” jawab Myeong Soo.

                “Mworago?” tanya Jiyeon tidak mengerti.

                “Kau ingat kau pernah menghancurkan anggur-anggurku? Karena kejadian itu, semua hal buruk terjadi padaku dalam satu hari penuh saat itu,” ucap Myeong Soo. “Kau harus rasakan penderitaanku. Dan juga…penderitaan Appa. Bukankah kau yang memecatnya? Kau benar-benar yeoja jahat!”

                Myeong Soo meninggalkan Jiyeon, yang tidak mampu membalas ucapan Myeong Soo. Tidak berapa lama kemudian, Myeong Soo kembali sambil membawa selang air panjang yang digelung tebal sekali.

                “MICCHEOSSEO?” pekik Jiyeon terbelalak. “Apa kau ingin menghancurkan bahuku? Selang2 ini panjang sekali. Dan pasti akan berat sekali…”

                “Lakukan saja dan berhenti berteriak seperti itu,” jawab Myeong Soo dengan senyum puas.

#Flashback End#

“Ahjussi, kau bisa mengerti aku kan?” tanya Jiyeon pada Min Gyu. “Aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini. “

                “Apa kau sudah lupa dengan janjimu?” tanya Min Gyu. “Apa kau punya uang untuk membayar sewa selama kau tinggal disini?”

                Jiyeon ternganga, tidak percaya bahwa kata-kata seperti itu akan meluncur keluar dari bibir Min Gyu, mantan sopirnya.

                “Araseo, sepertinya kau tidak bisa menepati ucapanmu. Aku pun tidak dapat memaksamu. Besok pagi, aku akan membelikanmu tiket kereta menuju Seoul…”

                “A-ahjusssi….” Potong Jiyeon. “A-aniyo…a-aku memang tidak bisa melakukan pekerjaan ini. Tetapi…bukan berarti aku tidak mau melakukan pekerjaan lainnya. Kau bisa menyuruh melakukan hal lain.”

                Min Gyu terlihat berpikir sebelum berkata, “Ikut aku.”

                Min Gyu memberikan sebuah arit tajam pada Jiyeon seraya berkata, “Kerjakan sekarang. Kau tidak boleh pulang sebelum pekerjaanmu ini selesai.”

                Min Gyu pun meninggalkan Jiyeon yang masih ternganga tidak percaya.

                “A-aku harus membersihkan ilalang2 ini?” desah Jiyeon merana. “Kebun anggur ini sangat luas! Apa mereka semua berencana untuk membunuhku?!!!!!!!!”

**

Sudah pukul tujuh malam dan Jiyeon belum juga pulang. DIa masih di kebun, menyelesaikan tugasnya membersihkan ilalang. Wajahnya kotor dan berkeringat. Aroma tubuhnya tidak wangi seperti biasanya. Rambutnya berantakan dan kulit tangannya dekil akibat tanah.

“ARRRRRRGGGHHH!” pekik Jiyeon sudah tidak tahan. “Bagaimana mungkin aku menyelesaikan ini semua. Mereka benar-benar sinting!”

Jiyeon melempar arit ke sembarang tempat.

“Kebun si tua itu luas sekali sih. Aku merasa pekerjaanku tidak selesai-selesai,” desah Jiyeon seraya mengelap peluh di keringatnya. “Aku tidak perduli. Aku harus pulang dan segera mandi. Tubuhku lengket dan kotor. Dan nyamuk-nyamuk ini….SAEKKIIII!”

Jiyeon berjalan pergi meninggalkan kebun. Tiba-tiba saja dia melihat seorang namja sedang tergeletak di tengah jalan. Jiyeon terkejut dan nyaris berteriak karena mengira bahwa namja itu adalah korban pembunuhan. Jiyeon ragu mendekati namja itu, sampai akhirnya seorang namja paruh baya datang menghampiri namja yang tergeletak di jalan itu. JIyeon mengenali namja paruh baya itu sebagai Min Gyu.

“A-ahjussi?” gumam Jiyeon.

Min Gyu menggendong namja asing itu di atas punggungnya lalu pergi kearah rumahnya. Tanpa banyak berpikir, Jiyeon segera mengikuti.

Sesampainya di rumah, Min Gyu meletakkan namja asing itu di atas bale bambu panjang. Jiyeon mendekati namja itu dan bukan main terkejut dirinya saat dia mengenali wajah namja itu.

“O-oppa?” desah Jiyeon dengan mata terkejut.

“Oppa?” Min Gyu mengernyitkan dahinya saat Jiyeon memanggil anak keduanya dengan sebutan Oppa. “Kau mengenali putraku?”

“M-mwo?” Jiyeon semakin terkejut. “J-jadi dia…”

“Ne, dia putra keduaku. Ah in. Kau mengenalinya?” tanya Min Gyu penasaran.

Tiba-tiba Na-Mi datang seraya berseru, “Omona…Ah in. Kenapa dengan dia, yeobo?”

“Dia mabuk lagi, jelas sekali,” jawab Min Gyu. “Pasti anak ini menginap di rumah Bong Sun.”

“Sudahlah, jangan marah-marah. Sebaiknya kau bawa dia ke kamar Jang Woo.”

“Ke kamarku?” tanya sebuah suara tiba-tiba saja. “Bukankah dia tidur di kamar Myeong Soo?”

Jiyeon menoleh dan mendapati namja tampan yang tinggi dan putih.

“Myeong Soo tidur bersama Haraboji dan Ah In perlu kamar untuk tidur mala mini dan seterusnya. Kamarmu cukup besar untuk menampung Ah In,” jelas Min Gyu.

“Wae irae?” tanya Jang Woo.

“Karena kita kedatangan tamu dari Seoul,” jawab Na Mi senang. Dia langsung memperkenalkan Jiyeon pada Jang Woo.

“Kau yeoja Seoul?” tanya Jang Woo sambil memandang Jiyeon dengan tatapan terpana.
“Omo…yeoja Seoul benar-benar cantik.”

“Yaa!” Min Gyu memukul kepala Jang Woo. “Jangan mencoba menggoda Jiyeon. Dan ngomong-ngomong…kemana kau selama beberapa hari ini? Eomma bilang kau tidak ada di rumah. Mencoba kabur lagi?”

“Aniyo…Appa,” jawab Jang Woo seraya mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Pwa!”

“Apa itu?” tanya Min Gyu.

“Aku dan bandku berhasil masuk audisi. Dan sebentar lagi kami akan mendapatkan sebuah kontrak. Kami akan rekaman dan akan tampil di berbagai panggung!” jawab Jang Woo antusias.

Bukannya mendapat ucapan selamat, Jang Woo justru mendapat pukulan yang kedua dari ayahnya.

“Jadi kau mengikuti audisi omong kosong itu lagi, heh?!”

“Appa, keumanhae!” pekik Jang Woo yang berusaha menghindari pukulan ayahnya. “Aku yakin kali ini aku pasti akan berhasil. Para juri2 itu sangat menyukai penampilan bandku. Dan mereka berjanji akan menghubungiku beberapa hari ini.”

“Terserah kau saja. Appa sudah kehabisan akal, bagaimana caranya menasihatimu. Kau sepertinya tidak sadar juga bahwa bandmu itu miskin potensi untuk berkembang,” ucap Min Gyu.

“Appa! Bagaimana bisa kau menghina band anakmu seperti itu?” desah Jang Woo kesal.

“Sudahlah, bantu aku angkat Ah In ke kamarmu,” ucap Min Gyu.

Jang Woo pun langsung membantu ayahnya mengangkat Ah In. “Aigoo….kenapa mulut anak ini bau sekali,” desah Jang Woo seraya memalingkan wajahnya dari wajah Ah In.

**

#Flashback#

“Saranghaeyo, Jiyeon-ah…”

“M-mwo?” Mata Jiyeon terbelalak mendengar pengakuan dari namja dihadapannya.

“Bisakah kau mempercayainya?” ucap namja itu.

“N-ne…oppa,” jawab Jiyeon dengan wajah memerah. “A-aku mempercayai ucapanmu.”

Namja itu tiba-tiba saja memegang kedua tangan Jiyeon. Kehangatan menyelubungi pori-pori kulit Jiyeon. Namja itu pun memeluk Jiyeon.

“Aku hanya bisa mencintaimu dengan kesederhanaanku,” ucap namja itu.

Otomatis Jiyeon menarik kepalanya dari dekapan namja itu.

“A-apa maksud ucapanmu?” tanya Jiyeon.

“Mianhae…Jiyeon-ah…” desah namja itu. “Aku sudah berbohong padamu.”

“Mwo? Berbohong?” Dahi Jiyeon berkerut.

“Aku bukan namja kaya dan memiliki banyak uang. Aku hanya seorang anak dari petani anggur. Aku hanya namja sederhana….”

“M-mwo?” Jiyeon terkejut atas pengakuan namja di hadapannya itu.

Selama ini Jiyeon mengenal namja itu sebagai seorang namja kaya, anak dari pengusaha terkenal.

“Kenapa kau membohongiku?” tanya Jiyeon masih tetap tidak percaya.

“Mianhae…” ucap namja itu. “Kalau aku tidak berbohong, kau pasti tidak akan mau mendekati namja miskin sepertiku. Aku berbohong padamu karena aku ingin dekat denganmu.”

Jiyeon menggeleng dan berusaha menepis tangan namja itu saat namja itu memegang tangannya.

“Bukan begitu caranya!” ucap Jiyeon ketus. Tiba-tiba saja pandangan mata Jiyeon kepada namja itu berubah menjadi kebencian.

“Wae?” tanya namja itu. “Apa kau tidak mau menerimaku setelah kau tahu bahwa aku hanya namja miskin?”

Jiyeon tidak menjawab karena dia berusaha menahan kedongkolannya.

“Aku tidak suka dibohongi seperti ini!” gertak Jiyeon lalu dia meninggalkan namja itu.

#Flashback End#

Jiyeon memandang pintu kamarnya dengan tatapan benci. Dia melipat kedua tangannya tepat di depan dadanya. Nafasnya naik turun.

“Jadi namja pembohong itu adalah anak dari Ahjussi?” gumam Jiyeon sendirian. “Ha! Kebetulan sekali. Kenapa Ahjussi bisa mempunyai begitu banyak anak yang brengsek? Mulai dari Myeong Soo si menyebalkan itu. Lalu Seok Hyeon, si kecil sok tahu. Jang Woo, kelihatan seperti playboy kelas teri. Dan Ah In, si pembohong yang berhasil mempermainkan hatiku!”

Jiyeon mengacak-acak rambutnya dengan kekesalan luar biasa. Bisa-bisanya dia terjebak di dalam sebuah keluarga aneh seperti ini.

“Aku harus keluar dari sini. Aku bisa gila jika aku tetap bertahan tinggal disini,” gumam Jiyeon.

Dan tanpa banyak berpikir, Jiyeon mengemasi barang-barangnya menjadi satu koper. Dia tidak perduli dengan konsekuensi yang harus di terimanya. Hidup di luar sana memang keras, apalagi Jiyeon tidak mempunya modal yang cukup. Paling tidak, dia harus mendapatkan sebuah penginapan murah yang layak tinggal. Dan dia juga harus mencari kerja.

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Suasana di luar sudah sangat sepi. Jiyeon berusaha keluar tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Dia mengangkat kopernya yang berat sampai ke depan jalan. Sesampainya di jalan, dia berlari seraya menggeret kopernya yang berat.

“Selamat tinggal keluarga aneh…” gumam Jiyeon tanpa menoleh ke belakang. Kakinya terus membawanya ke stasiun. Dia harus membeli karcis kereta malam ini. Dia akan kembali ke Seoul. Hidup sebagai seorang yeoja mandiri.

To Be Continue

About these ads

57 gagasan untuk “VINEYARD BROTHERS ~ Part 4”

  1. aigo itu jiyeon berani bngt kabur dari rmh min gyu ahjussi . . . .
    trz jiyeon bsa hidup gx ya dngan smua uang pas2′an . . .
    crt.a udh aku tunggu2 bngt crt.a akhir.a ada jga . . .
    crt.a daebak onnie, aku suka bngt . . . ^^

  2. uahhh~
    ktinggalan nih aq. Baru baca.
    Aigo~ eon! Meski dibilang skedar intermezzo, tapi tetep DAEBAAAAKKK . . . .

  3. Akhirnya update :) lhoh lhoh.. Jiyeon mau balik ke seoul?? Eh, part ini myungyeon.nya gak ada :( ditunggu part 5nya ,chingu..

  4. aissh makin penasaran kok TBC sih ?
    ayo dong author lanjutin next partnya sekarang :D
    kalau ga di jitak pake duit nih ~kkekekkeke

  5. Akhr’x d’publish jga stlah skian lma. . .

    Makin keren aja ni FF, gmna nasib Jiyeon selanjut’x yahhh. . . Pnsran thor. . .
    Part’x MyungYeon bnyakin donkk thor. . .

    D’tunggu next part’x jgn lma2 donkk thor. . .

  6. aq suka ceritanya.. lucu.. walaupun agak mirip sama Ojakgyo brothers and Smile you (Lee min Jung oenni yg main) tapi so far aq suka jalan cerita nya,, cuma buat saran di perbanyak part antara Jiyeon and myungsoo nya.. and klo bisa masukin part yg di Ojakgyo brothers pas baek Jae’en nya sakit trus di gendong sama Taehee… di tambah lebih romantic klo perlu,, thanks.. :P

  7. huaaaaaaa,,,,
    akhirnya part 4 nya dipublish juga,,,
    makin pnsaran sma alur ceritanya thor,,,, gmana khidupan jiyeon nnti stlah dia pergi…
    Part 5 nya jngan lama2 ya thor
    aku tunggu :)

  8. Makin seru ceritanya… gimana ya kelanjutannya..??
    Apa keluarga Min Gyu cariin Jiyeon..??
    Aaaaah penaasaraan lanjutan nya apaan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s