Special Yeoja Chapter.1


Poster by Cherry

Title                             :           Special Yeoja

Author                         :           Jielll

Main Cast                  :           Jiyeon (t-ara), Sungyeol (infinite), Luhan (Exo-m)

Support Cast             :           Lee Ji Eun/ IU (soloist) and find by yourself~

Genre                         :           Romance, School life, Little Sad

Rating                         :           AU, Teenager, General

Length                        :           Twoshoot

A/N                              :           hehehe, udah lama banget enggak bertemu dengan readers di pjyff :D semoga kalian suka yaa dengan karya twoshoot ku^^ maaf aku banyak menghilang ;_; sekarang aku sedang menempuh kelas 9 jadi.. maaf sekali kalo jarang post :’( oiya ,FF ini udah pernah publish disini dan disini

Pagi yang cerah menerangi Jinan. Hari ini seperti biasanya Jiyeon berangkat ke sekolah. JinanSenior High School  disanalah ia bersekolah. Sudah 2 tahun terakhir ini  ia tinggal di Jinan bersama orang tuanya..

“Anyeong Jiyeonie!” Sapa semua anak-anak yang menunggu Jiyeon di depan kelasnya.

“Anyeong^^” Ujar Jiyeon sambil mengumbarkan senyumanya. Lalu Jiyeon berjalan menuju tempat duduknya.

“YAA! Jiyeonie.. Nanti ada pertukaran bangku, oiya nanti anak baru juga akan datang!” Tukas Ji Eun.

“Mwo? Jinja? Yeoja atau Namja?” Tanya Jiyeon.

“Eemm, aku sih kurang tau? Wae?” Ujar Ji Eun.

“Hahaha, aku ingin menghitung banyak fans ku saja..” Ujar Jiyeon sombong.

“Aish, kau ini..” Ji Eun mengacak-acak rambut Jiyeon. Jiyeon yang tak suka diacak-acak rambutnya pun langsung merengut dan menata rambutnya kembali. Ji Eun yang memang suka menggoda Jiyeon, merayunya agar ia tak marah lagi.

***

Ji Eun mengacak-acak rambutku. Aku sebenernya tak suka bila rambutku diacak-acak dan aku segera menata rambutku kembali. Ji Eun memang suka sekali menggodaku. Setiap aku marah seperti ini, ia selalu merayu ku.

“Miane Jiyeon, kau hari ini cantik deh..” Puji Ji Eun agar aku memaafkannya.

“Aah, kau bohong..” Lalu aku mengacak-acak rambutnya. Kami berdua pun tertawa ria. Ji Eun sudah tau bahwa aku tak gampang marah.

Tak terasa jam pertama sudah dimulai, sesuai dengan perkataan Ji Eun tadi.. Ada seorang anak baru yang masuk ke kelas kami.

“Ayo nak, kenalkan dirimu.” Pinta Songsaenim.

“Eemm, Anyeong Haseyo! Choneun Sungyeol Imnida.. Mannaseo bangapseumnida” Sapa murid baru yang bernama Sungyeol itu. ‘Eemm, aku rasa.. Aku pernah melihat dia, dimana yaa’ batin Jiyeon.

“Nah Sungyeol, kau bisa duduk di sebelah sana.. Tapi disana hanya sementara, karena sebentar lagi kita akan pergantian tempat duduk.” Ujar Songsaenim. Setelah semua anak disuruh untuk berdiri dan mengemasi barang-barang yang ada di lacinya, kami siap untuk bertukar tempat duduk. Aku sempat memandangi wajah namja baru itu. Eemm, dia sedikit manis layaknya marshmallow. Bila ia tersenyum seperti bulan menyinari langit.

“Oke, saya sudah mengocok undian untuk kalian ambil dan duduk di kursi seperti angka yang ada di kertas. Nah, untuk tempat duduknya sudah saya atur dengan gambar di papan tulis ini. Arraseo!” Ujar Songsaenim.

“Arraseo..” Semua anak menjawab dengan semangat. Sebenarnya aku tak ingin bertukar bangku dengan orang lain, Karena pertama kali masuk kelas 3.

-Flashback-

Hari ini, aku malas sekali.. Aku sebenarnya tak punya teman selama 2 tahun ini. Semua orang banyak mengagumiku dan mendekatiku, tapi aku tak pernah percaya walau satu orang. Aku takut kejadian-kejadian yang mengerikan dulu terulang. Saat memasuki bangku kelas 3, aku diharuskan duduk bersamanya.. Dia menyenangkan, walaupun sedikt usil. Pertama kali aku mendapat senyuman hangat dari seorang yang benar-benar ingin menjadi sahabatku.

-Flashback End-

Tapi sekarang aku harus berpindah tempat duduk dengannya. Huum! Menyebalkan!.

“Nah, kalian sudah mengambil semua nomor undiannya? Sekarang kalian harus menata tempat duduk kalia. Arraseo!” Tukas Songsaenim. Lalu kami langsung menempati tempat duduk masing-masing. No 19, mungkin ini akan menjadi nomor keberuntunganku. Dan ternyata, aku duduk di sebelah Sungyeol!.

“Anyeong, chonuen Jiyeon. bangapseumnida..” Sapa ku.

“Ne, bangapseumnida Jiyeon ssi! Eeemm.. Sepertinya aku pernah mendengar namamu, tapi aku lupa dimana. Mianhae aku ini memang pelupa” ujarnya cengengesan.

“Jiyeon, Sungyeol! Saat ini saya sedang menerangkan pelajaran.. Mengobrolnya saat istirahat saja ne!” Tegas Songsaenim yang terganggu ketika ia menjelaskan sesuatu.

“Ne Songsaenim..” Ujar mereka kompak.

***

Semenjak itu mereka berdua dekat, begitu juga Ji Eun. Mereka bertiga pun menjadi sahabat. Jiyeon dan Sungyeol pun semakin akrab.

***

Pulang sekolah..

“Jiyeon, nanti pulang sekolah kau disuruh untuk beli peralatan oleh ketua osis.” Ujar Ji Eun. Yaah, sudah lama kami berdua mengurusi organisasi ini. Aku di bagian perlengkapan dan Ji Eun adalah sekertaris Osis.

“Mian, aku nanti tak bisa menemanimu..” Ujar Ji Eun.

“Aah, Ne. Tak apa-apa..” Elak ku. Sebenarnya aku kesepian.

“Bagaimana kalau aku menemanimu Jiyeon!” Teriak salah seorang namja-dan yaak! Benar tebakanku, Sungyeol orangnya. Dia bersemangat sekali, lalu langsung menarikku. Dengan sigap dia mengajakku untuk mengambil motornya.

“Kaja naik! Apakah aku harus menunggu 5 menit lagi agar kau menaiki motorku?” Ujarnya menyadarkanku- tak dapat dipercaya, ia bisa mengendarai motor ninja yang besar ini.

“Benar ini motormu?” Tanyaku gugup. Aku juga baru sekali ini menaiki motor sebesar ini.

“Arraseo, kalau bukan motorku kenapa aku naiki? Kaja pulang.” Ujar Sungyeol sambil tersenyum kecil padaku. Lalu kami pun mengendarai motor itu sampai rumahku.

***

“Naah, Sudah sampai.” Ujarku.

“Aah Ne^^ Gomawo.” Jiyeon tersenyum padaku lalu pergi mebuka pintu rumahnya. Aku rindu dia. Aku juga rindu senyuman itu. Sepertinya dia tak mengenaliku.

-Flashback-

Dulu, ketika kami SMP.. Jiyeon sangat berbeda. Dia gendut dan suka di hina oleh teman-temannya yang lain. Dia pendiem, lugu dan sangat penakut. Waktu itu Luhan-sahabatku sendiri, mencoba berteman dengannya. Tujuan Luhan sebenarnya adalah juga menghina Jiyeon. Aku kasihan padanya, tapi mau bagaimana lagi. Ketika aku mendekatinya, Luhan selalu menjemputnya. Pada akhirnya, Jiyeon jadi menyukai Luhan. Aku selalu melihat dia bersama Luhan. Waktu itu, Jiyeon bermaksud untuk menembak Luhan dengan memberinya coklat di hari valentine. Sayangnya Luhan membalas “Kau tak sadar apa? Kau itu gendut, jelek dan bodoh!” Luhan membentaknya di depan seluruh teman-teman. Setelah kejadian itu, Jiyeon tak masuk selama 3 hari. Dan ketika ia masuk pada hari itu, dia seperti tak mengenal siapapun.. Dia hanya diam bila di hina oleh teman-teman, bila kudekati ia pasti menjauh.

-Flashback End-

Dan kalian tau? Kenapa aku menyukai senyumannya. Ketika SMP aku melihat dia tersenyum ketika membaca sebuah buku. Aku juga tak tau kenapa ia tersenyum. Tapi yang pasti ia sedang bahagia.

***

Siapa dia? Siapa Sungyeol itu? Sepertinya aku pernah mengenalnya.

“Jiyeon! Makan siang dulu. Ibu sudah menyiapkannya. Kaja turun!” Pinta ibu sambil berteriak.

“Ne Eomma^^” aku langsung bergegas keluar dari kamarku yang berada di lantai dua.

“Wah, Eomma! Ini pasti sedap.” Ujarku lalu langsung menyantap makananku. Sambil mengunyah makananku.. Aku juga sambil melamun.

“Yaa! Jangan melamun terus!” Eomma menyadarkanku dari lamunanku.

“Ahh.. Ne Eomma^^” ujarku.

“Besok kita akan kemakam Appa.. Arraseo?” Tanya Eomma dan langsung aku menganggukan kepalaku. Aku jadi ingat dengan waktu itu.

-Flashback-

Setelah cintaku ditolak oleh Luhan. Aku pulang dengan linglung dan tidak bersemangat. Aku ditertawakan hampir semua anak yang melihatku-Aku malu. Ketika aku pulang.. Aku bertemu Ayah diseberang jalan, maksud ku aku mengajaknya pulang bersama ku. Ketika Ayah hendak menyebrang dari arah kanan sebuah mobil melaju kencang hingga menabrak ayahku. Padahal aku lihat lampu merah yang ditunjukkan tapi kenapa mobil itu melaju kencang hingga menabrak Ayahku?. Seketika aku langsung berlari kearah Ayah.. Kata terakhir yang diucapkan ayah adalah “Jaga ibumu Jyeonnie.” Setelah itu ayah dilarikan ke Rumah sakit didekat sana, tapi nyawa Ayah tak tertolong. Aku dan ibu menangis terisak-isak gara-gara kepergian ayah.. Ini terlalu cepat bagiku! Ayah belum melihatku menjadi juara kelas! Setelah itu aku hampir melupakan kejadianku ketika menembak Luhan. Yang terbayang dalam pikiran ku adalah Ayah. Setelah itu aku tak masuk sekolah selama 3 hari. Tapi ketika hari ke 4 ibu menyuruhku untuk berangkat ke sekolah. Selama di sekolah aku tak begitu fokus dengan apapun. Aku menghiraukan hinaan teman-temanku dan juga menjauhi orang-orang yang ada di sekitarku. Setelah lulus, barulah aku pindah ke sini.

-Flashback End-

TBC

nah, bagaimana ceritanya? kurang bagus yaa? :( semoga para readers PJYFF suka dehh :D aku akan lanjut di chapter selanjutnya! ditunggu yaaw^^

About these ads

53 gagasan untuk “Special Yeoja Chapter.1”

  1. annyeong author ^o^
    FFnya seru, bagus…tpi rada pendek ya? :) hehehehe
    boleh ksh saran? mending diksh POV ya thor >_< akunya jdi gk ngerti ini bagiannya siapa…..
    trus, aku liat di komen diatas, author bilang klo fans T-ara itu diadem ya? sebetulnya udh diresmikan nama fansnya yaitu Queens.. cmn sekedar info kok ^o^ soalnya aku fans mereka XD hehehehehe

    next partnya ditunggu ya :) Hwaiting!!~~~

  2. Wahh bagus cerita nya author ..
    Tapiii kependekaann :(
    Tapiiiiii gak papalahh yg penting Lanjut Authorr FIGHTING !!

  3. Akhr’x ada jga FF yg pairing Jiyeon-Sungyeol q bru bca. . .

    Nice FF. . . D’tunggu next part’x jgn lma2 donkk chingu. . .

  4. waaa, ad luhan disni tapi koq jahat bener ya?
    sepertinya jiyeon-sungyeol saling kenal cm ga saling inget gitu ya?
    hmm, dtunggu next updateny ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s